Senin, 18 Januari 2016

Bukan Yang Aku Mau

Bismillahirrahmanirrahim ..


Selalu banyak hal yang di perbincangkan antara kamu, ayahku dan aku. satu hal yang selalu aku ingat dan selalu kamu utarakan adalah :

"Kapasitasmu untuk mendapatkan yang lebih dari aku sangatlah memungkinkan, Mendapat yang lebih mapan, mendapat yang lebih mampu membahagiakanmu, mendapat yang lebih tampan dan lebih baik dalam segala aspek, lebih dari hanya sekedar aku.. Kamu mampu"


Aku akan menjawabnya untukmu ..


Bukan itu yang aku cari.
Jika memang betul, mungkin ketika aku berusia 18 tahun aku sudah menikah.. karena saat itu ada pria yang usianya 10 tahun lebih tua dariku, sudah mapan, sudah memiliki mobil, rumah, usaha sendiri, dan tampan. Tapi Bukan itu yang aku cari. Aku menolaknya..

Bukan itu yang aku cari.
Jika memang betul. mungkin ketika aku berusia 20 tahun aku sudah menikah.. karena saat itu ada pria yang usianya 7 tahun lebih tua dariku, merupakan lelaki soleh lulusan pesantren ternama, sudah mapan sudah punya toko sendiri, tidak neko-neko dan tampan. kali ini bukan aku yang menolaknya, tapi ayahku .. karena dia tau Bukan itu yang aku cari.

Jika memang betul, dalam jangka waktu empat tahun ketika aku memutuskan untuk sendiri, untuk mengunci rapat-rapat pintu hatiku mungkin aku sudah menemukan yang tepat dan menikah .. Tapi tidak, dari seberapa banyakpun yang meminta kepadaku langsung, ataupun yang meminta pada orang tuaku, sebanyak dan sesering itu pula aku menolaknya .. Bukanya aku sombong atau aku tega atau aku keterlaluan, tapi Aku masih mencari sosok kamu .. iya kamu ..


Terserah saja jika kamu mau merasa minder ketika aku lebih memilihmu yang sesederhana itu ketimbang yang datang dengan harta gono gini yang melimpah, terserah saja jika kamu mau merasa ciut karena yang pernah datang adalah lulusan terbaik dari salah satu pesantren ternama, aku tidak akan menyalahkan kamu.
hanya aku akan menjawab satu hal untuk kamu.

Bukan harta yang aku cari, bukan ketampanan yang aku utamakan, dan bukan ilmu yang tinggi tapi tidak di manfaatkan dengan baik yang aku mau ..

Biar aku beri tahu kamu.. Kenapa aku memilih kamu 

Aku bertemu kamu, disela-sela mimpi setelah aku menangis sejadinya di sepertiga malam, aku bertemu kamu di setiap malam setelah aku mencurahkan isi hatiku pada Allah di sepertiga malam.. kemudian ada keyakinan setelah beberapa hari aku bertemu kamu dalam mimpiku setelah solat-solat ku ..


Ada keyakinan dalam hatiku

"Kelak, laki-laki yang selalu menjaga pandanganya akan membuatku bahagia, laki-laki yang berjalan di kala subuh untuk solat berjamaan di mesjid akan menyelamatkanku di dunia yang fana ini, laki-laki yang menyempatkan diri mencari ilmu karena masih merasa kekurangan akan menyempurnakan aku atas kebodohanku .. dan dia akan menjadi sosok ayah yang menyelamatkan anak-anaku kelak"



Dan aku masih selalu ingat dialog ku dengan ibu :

"Bu, nanti kalau teteh nikah, teteh gak mau sama laki-laki yang udah kaya .. teteh insyaallah sanggup hidup sederhana, teteh mau diajak susah teteh pengen mulai semuanya dari nol .. asal dia soleh bu .. jadi nanti kalau kita berhasil sukses ngeraih mimpi kita, dia ngga akan lupa bahwa ada istirnya yang selalu nemenin dia waktu dia susah .. sampai akhirnya sukses"

Ada binar bahagia dari ibu saat aku bilang keinginan terbesar dalam hatiku, bukan itu yang aku mau .. bukan harta yang melimpah

"Tetapi, lelaki soleh yang sederhana, dan mau menerimaku apa adanya .."


Biar Allah aturkan, aku ikuti alurnya .. Dan aku bertemu kamu .. yang bertanya-tanya tentang hal itu ..
namun kamu tau sendiri, ketakutanmu, rasa mindermu itu adalah bagian dari Bukan Apa Yang Aku Mau.


Aku akan tetap sabar..
Agar kita berdua di persatukan kelak,
Di dunia sampai Surga ..

Aamiin Allahumma Aamiin ..

Sabtu, 16 Januari 2016

A New Page For New Me - Cerita Tentang Hijrah Perempuan Ini

Bismillahirrahmanirrahim ..


Akhirnya posting lagi, walaupun setelah sekian lama .. karena sudah nggak tau harus di apain lagi ini blog. Setelah 5 Tahun mendedikasinya untuk couple kesayangan akhirnya saya memutuskan untuk membenahi diri, ini mengenai perjanjian saya sama Allah.

Setelah ini saya janji akan posting sesuatu yang lebih bermanfaat untuk diri sendiri, bukan berarti keseharian saya sebagai yang sangat sayang sama yongseo berakhir, hanya saja ada yang lebih penting dari sekedar itu..

Saya Mulai Meniti Jalan Saya Sendiri ..
Hijrah dan Hikmah itu memang bukan sesuatu yang mudah :)

Biar saya ceritakan sedikit apa yang sebenarnya terjadi sama saya sampai banyak yang bilang saya berubah, menghilang dan lebih tertutup.. sebenarnya tidak seperti itu..

Februari tahun lalu, saya mengalami kecelakaan yang cukup fatal kalau saja saya tidak pakai helm waktu itu, mungkin nyawa saya sudah melayang karena percaya tidak percaya tubuh saya terlempar hampir 10 meter jauhnya, Allah maha baik sampai hanya bahu kanan saya yang patah dan bibir bagian atas saja yang harus di jahit. Saya harus melakukan terapi selama 2 minggu sampai alhamdulillah pada akhirnya saya sembuh total dan bisa beraktifitas seperti biasa..

Singkatkah?
Tidak ..

Sebelumnya saya sudah diberi sakit yang cukup parah sejak agustus 2014 sampai hari ini, tapi saya masih suka mengabaikan teguran kasih sayang Allah, sampai Allah harus menegur saya dengan kecelakaan tersebut .. di tengah kesulitan saya saat itu hal yang paling saya inginkan hanya solat dan memohon ampun sebanyak-banyaknya agar Allah menjadikan musibah ini sebagai teguran bukan laknatnya karena saya terlalu sombong dengan apa yang saya punya dan enggan mendekat kepada-Nya.

Ditengah kesulitan untuk bangun karena nyaris seluruh tubuh saya sakit, ditengah susahnya makan karena tangan kanan saya sulit bergerak hal pertama yang saya ingat adalah Allah ..

Rabbi, Ternyata Nikmat Iman dan Nikmat Solat itu tiada banding.. Maaf sering kali Aku Lupa akan semua itu
Dan saat itu juga saya menyadari betapa nikmatnya di beri ujian, karena semua yang kita ingat hanya mati dan Rabbi.. Sudah siap di tanya malaikan Munkar Dan Nakir? Sudah siap di dera siksa api neraka kelak ketika semua amal baik kita tidak cukup dibanding amal buruk kita?

Aku menangis ..
Melihat orang tuaku yang tegar, karena mereka tau Allah yang Maha membantu, Allah-lah yang berkehendak akan semua urusan duniaku ..


Ketika saya di vonis untuk di oprasi karena kerusakan tulang saya cukup parah, saya seperti menemukan titik terang atas rasa sakit yang tiada dua itu .. tapi tidak .. beberapa hari setelahnya dokter memvonis penyakit yang saya derita membuat operasi tidak mungkin di lakukan, bahaya katanya. terlalu beresiko, butuh waktu 2-3 bulan.

Lalu? Apakah aku harus menanggung sakit ini selama itu?

Aku menangis, aku marah .

Tapi seseorang yang senantiasa menemaniku di saat sulit sekaligus guruku, sekaligus sahabatku, sekaligus dia yang datang melamarku berkata dengan santunnya.

Allah itu, bagaimana prasangka Hambanya, jadi berprasangka baiklah .. Pasi Akan ada jalan keluarnya, ikuti alurnya.. Rencana Allah itu pasti indah ..
Kemudian saya ingat dua ayat dalam surat Al-Insyirah Bahwa Di dalam kesulitan itu ada kemudahan, Di dalam Kesulitan Itu Ada Kemudahan .. Malam itu di rumah sakit saya menangis sejadinya bukan karena sedih atau marah atas apa yang terjadi .. Tapi Ujian ini terasa begitu manis. Ujian ini membuat saya sadar bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang dapat kita mintai pertolongan kecuali Allah, manusia hanya sebagai perantaranya..Ujian ini sebagai pintu pembuka hijrah saya menjadi perempuan yang ingin lebih taat pada Rabb-nya.

Sampai pada akhirnya ternyata doa orangtua sayalah yang menyelamatkan saya .. mereka tidak ingin ada satu alatpun yang tertinggal di tubuh saya ketika nanti saya wafat .. ketika tau oprasinya untuk pemasangan pen di tulang saya mereka sedikit keberatan .. pada akhirnya mereka membawa saya ke bengkel tulang yang sudah kesohor hebatnya.

Benar saja, satu kali pertemuan progressnya sudah terlihat, dari yang tidak bisa bergerak sama sekali yang solat harus sambil tidur, sampai bisa duduk dan menggerakan tangan kanan saya pelan-pelan ..
dalam satu minggu saya sudah sembuh total dan minggu berikutnya penyangga tangan saya di lepas .. walaupun masih sedikit linu tapi sudah selesai. rasa sakitnya sudah hilang ..

Saya menangis karena pada akhirnya saya bisa melaksanakan solat dengan posisi normal, bisa sujud dengan khusyuk sambil berterimakasih atas ujian juga kesembuhan saya, setelah itu saya berjanji untuk menjadi perempuan yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya..

Allah menuntut saya, mencintai saya makanya saya masih di beri ujian, naudzubillah kalau sampai Allah mendiamkan saya larut dalam dosa dan masih berfikir tak apa pakai celana jeans, tak apa pakai kaos saja yang penting pakai jilbab. pandangan itu berubah tatkala ujian ini datang saya merasa inilah awal dari saya yang baru .. inilah cara Allah membuat saya lebih dekat denganya ..

dan ..
hadiah yang Allah beri berupa kehadiran dia ..
yang masih harus aku tunggu ..
untuk beberapa bulan lagi saja..

Allahku, terimakasih ..
Atas Ujian Manis, dan Hadiah nya ..