Bismillahirrahmanirrahim ..
Akhirnya posting lagi, walaupun setelah sekian lama .. karena sudah nggak tau harus di apain lagi ini blog. Setelah 5 Tahun mendedikasinya untuk couple kesayangan akhirnya saya memutuskan untuk membenahi diri, ini mengenai perjanjian saya sama Allah.
Setelah ini saya janji akan posting sesuatu yang lebih bermanfaat untuk diri sendiri, bukan berarti keseharian saya sebagai yang sangat sayang sama yongseo berakhir, hanya saja ada yang lebih penting dari sekedar itu..
Biar saya ceritakan sedikit apa yang sebenarnya terjadi sama saya sampai banyak yang bilang saya berubah, menghilang dan lebih tertutup.. sebenarnya tidak seperti itu..
Februari tahun lalu, saya mengalami kecelakaan yang cukup fatal kalau saja saya tidak pakai helm waktu itu, mungkin nyawa saya sudah melayang karena percaya tidak percaya tubuh saya terlempar hampir 10 meter jauhnya, Allah maha baik sampai hanya bahu kanan saya yang patah dan bibir bagian atas saja yang harus di jahit. Saya harus melakukan terapi selama 2 minggu sampai alhamdulillah pada akhirnya saya sembuh total dan bisa beraktifitas seperti biasa..
Singkatkah?
Tidak ..
Sebelumnya saya sudah diberi sakit yang cukup parah sejak agustus 2014 sampai hari ini, tapi saya masih suka mengabaikan teguran kasih sayang Allah, sampai Allah harus menegur saya dengan kecelakaan tersebut .. di tengah kesulitan saya saat itu hal yang paling saya inginkan hanya solat dan memohon ampun sebanyak-banyaknya agar Allah menjadikan musibah ini sebagai teguran bukan laknatnya karena saya terlalu sombong dengan apa yang saya punya dan enggan mendekat kepada-Nya.
Ditengah kesulitan untuk bangun karena nyaris seluruh tubuh saya sakit, ditengah susahnya makan karena tangan kanan saya sulit bergerak hal pertama yang saya ingat adalah Allah ..
Aku menangis ..
Melihat orang tuaku yang tegar, karena mereka tau Allah yang Maha membantu, Allah-lah yang berkehendak akan semua urusan duniaku ..
Ketika saya di vonis untuk di oprasi karena kerusakan tulang saya cukup parah, saya seperti menemukan titik terang atas rasa sakit yang tiada dua itu .. tapi tidak .. beberapa hari setelahnya dokter memvonis penyakit yang saya derita membuat operasi tidak mungkin di lakukan, bahaya katanya. terlalu beresiko, butuh waktu 2-3 bulan.
Aku menangis, aku marah .
Tapi seseorang yang senantiasa menemaniku di saat sulit sekaligus guruku, sekaligus sahabatku, sekaligus dia yang datang melamarku berkata dengan santunnya.
Sampai pada akhirnya ternyata doa orangtua sayalah yang menyelamatkan saya .. mereka tidak ingin ada satu alatpun yang tertinggal di tubuh saya ketika nanti saya wafat .. ketika tau oprasinya untuk pemasangan pen di tulang saya mereka sedikit keberatan .. pada akhirnya mereka membawa saya ke bengkel tulang yang sudah kesohor hebatnya.
Benar saja, satu kali pertemuan progressnya sudah terlihat, dari yang tidak bisa bergerak sama sekali yang solat harus sambil tidur, sampai bisa duduk dan menggerakan tangan kanan saya pelan-pelan ..
dalam satu minggu saya sudah sembuh total dan minggu berikutnya penyangga tangan saya di lepas .. walaupun masih sedikit linu tapi sudah selesai. rasa sakitnya sudah hilang ..
Allah menuntut saya, mencintai saya makanya saya masih di beri ujian, naudzubillah kalau sampai Allah mendiamkan saya larut dalam dosa dan masih berfikir tak apa pakai celana jeans, tak apa pakai kaos saja yang penting pakai jilbab. pandangan itu berubah tatkala ujian ini datang saya merasa inilah awal dari saya yang baru .. inilah cara Allah membuat saya lebih dekat denganya ..
dan ..
hadiah yang Allah beri berupa kehadiran dia ..
yang masih harus aku tunggu ..
untuk beberapa bulan lagi saja..
Allahku, terimakasih ..
Atas Ujian Manis, dan Hadiah nya ..
Akhirnya posting lagi, walaupun setelah sekian lama .. karena sudah nggak tau harus di apain lagi ini blog. Setelah 5 Tahun mendedikasinya untuk couple kesayangan akhirnya saya memutuskan untuk membenahi diri, ini mengenai perjanjian saya sama Allah.
Setelah ini saya janji akan posting sesuatu yang lebih bermanfaat untuk diri sendiri, bukan berarti keseharian saya sebagai yang sangat sayang sama yongseo berakhir, hanya saja ada yang lebih penting dari sekedar itu..
Saya Mulai Meniti Jalan Saya Sendiri ..Hijrah dan Hikmah itu memang bukan sesuatu yang mudah :)
Biar saya ceritakan sedikit apa yang sebenarnya terjadi sama saya sampai banyak yang bilang saya berubah, menghilang dan lebih tertutup.. sebenarnya tidak seperti itu..
Februari tahun lalu, saya mengalami kecelakaan yang cukup fatal kalau saja saya tidak pakai helm waktu itu, mungkin nyawa saya sudah melayang karena percaya tidak percaya tubuh saya terlempar hampir 10 meter jauhnya, Allah maha baik sampai hanya bahu kanan saya yang patah dan bibir bagian atas saja yang harus di jahit. Saya harus melakukan terapi selama 2 minggu sampai alhamdulillah pada akhirnya saya sembuh total dan bisa beraktifitas seperti biasa..
Singkatkah?
Tidak ..
Sebelumnya saya sudah diberi sakit yang cukup parah sejak agustus 2014 sampai hari ini, tapi saya masih suka mengabaikan teguran kasih sayang Allah, sampai Allah harus menegur saya dengan kecelakaan tersebut .. di tengah kesulitan saya saat itu hal yang paling saya inginkan hanya solat dan memohon ampun sebanyak-banyaknya agar Allah menjadikan musibah ini sebagai teguran bukan laknatnya karena saya terlalu sombong dengan apa yang saya punya dan enggan mendekat kepada-Nya.
Ditengah kesulitan untuk bangun karena nyaris seluruh tubuh saya sakit, ditengah susahnya makan karena tangan kanan saya sulit bergerak hal pertama yang saya ingat adalah Allah ..
Rabbi, Ternyata Nikmat Iman dan Nikmat Solat itu tiada banding.. Maaf sering kali Aku Lupa akan semua ituDan saat itu juga saya menyadari betapa nikmatnya di beri ujian, karena semua yang kita ingat hanya mati dan Rabbi.. Sudah siap di tanya malaikan Munkar Dan Nakir? Sudah siap di dera siksa api neraka kelak ketika semua amal baik kita tidak cukup dibanding amal buruk kita?
Aku menangis ..
Melihat orang tuaku yang tegar, karena mereka tau Allah yang Maha membantu, Allah-lah yang berkehendak akan semua urusan duniaku ..
Ketika saya di vonis untuk di oprasi karena kerusakan tulang saya cukup parah, saya seperti menemukan titik terang atas rasa sakit yang tiada dua itu .. tapi tidak .. beberapa hari setelahnya dokter memvonis penyakit yang saya derita membuat operasi tidak mungkin di lakukan, bahaya katanya. terlalu beresiko, butuh waktu 2-3 bulan.
Lalu? Apakah aku harus menanggung sakit ini selama itu?
Aku menangis, aku marah .
Tapi seseorang yang senantiasa menemaniku di saat sulit sekaligus guruku, sekaligus sahabatku, sekaligus dia yang datang melamarku berkata dengan santunnya.
Allah itu, bagaimana prasangka Hambanya, jadi berprasangka baiklah .. Pasi Akan ada jalan keluarnya, ikuti alurnya.. Rencana Allah itu pasti indah ..Kemudian saya ingat dua ayat dalam surat Al-Insyirah Bahwa Di dalam kesulitan itu ada kemudahan, Di dalam Kesulitan Itu Ada Kemudahan .. Malam itu di rumah sakit saya menangis sejadinya bukan karena sedih atau marah atas apa yang terjadi .. Tapi Ujian ini terasa begitu manis. Ujian ini membuat saya sadar bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang dapat kita mintai pertolongan kecuali Allah, manusia hanya sebagai perantaranya..Ujian ini sebagai pintu pembuka hijrah saya menjadi perempuan yang ingin lebih taat pada Rabb-nya.
Sampai pada akhirnya ternyata doa orangtua sayalah yang menyelamatkan saya .. mereka tidak ingin ada satu alatpun yang tertinggal di tubuh saya ketika nanti saya wafat .. ketika tau oprasinya untuk pemasangan pen di tulang saya mereka sedikit keberatan .. pada akhirnya mereka membawa saya ke bengkel tulang yang sudah kesohor hebatnya.
Benar saja, satu kali pertemuan progressnya sudah terlihat, dari yang tidak bisa bergerak sama sekali yang solat harus sambil tidur, sampai bisa duduk dan menggerakan tangan kanan saya pelan-pelan ..
dalam satu minggu saya sudah sembuh total dan minggu berikutnya penyangga tangan saya di lepas .. walaupun masih sedikit linu tapi sudah selesai. rasa sakitnya sudah hilang ..
Saya menangis karena pada akhirnya saya bisa melaksanakan solat dengan posisi normal, bisa sujud dengan khusyuk sambil berterimakasih atas ujian juga kesembuhan saya, setelah itu saya berjanji untuk menjadi perempuan yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya..
Allah menuntut saya, mencintai saya makanya saya masih di beri ujian, naudzubillah kalau sampai Allah mendiamkan saya larut dalam dosa dan masih berfikir tak apa pakai celana jeans, tak apa pakai kaos saja yang penting pakai jilbab. pandangan itu berubah tatkala ujian ini datang saya merasa inilah awal dari saya yang baru .. inilah cara Allah membuat saya lebih dekat denganya ..
dan ..
hadiah yang Allah beri berupa kehadiran dia ..
yang masih harus aku tunggu ..
untuk beberapa bulan lagi saja..
Allahku, terimakasih ..
Atas Ujian Manis, dan Hadiah nya ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar