Minggu, 23 Februari 2014

YongSeo Featuring - No More Tears Formula Chap 9


YongSeo Featuring – No More Tears Formula Chap – 9

Yoona – Where Is The Light?




Aku pernah terambang di batas nyawa
Nyaris mati di telan luka ..
Aku hampir punah di tengah duka ..
Hingga kini segalanya berbalut gulita,

Aku bertanya pada Tuhan,
Aku mencari setitik keadilan,
Namun, dosaku ini, apakah termaafkan?


Yoona begitu santai saat meninggalkan Jonghyun juga Seohyun bersamaan, tidak terbesit dalam benaknya untuk merasa cemburu atau iri pada Seohyun. Tidak lagi.

Yoona – Ketika ia berusia 6 tahun.

Gadis kecil itu tergopoh-gopoh mencoba meraih pagar rumah tetangga di seberangnya, tubuhnya menggigil hebat, musim dingin di Seoul malam itu membuat ia tidak bisa merasakan kulitnya sendiri, tidak ada yang lain yang Yoona pikirkan selain menggapai pintu rumah keluarga Choi.

“ahjumma .. annyeongha—ss-eo..” suaranya terbata dan nyaris habis Yoona terus mencoba menekan bel dan mengetuk-ngetuk pintu rumah itu. Yoona tak tahan lagi, rasanya ia akan mati, kakinya begitu lemas dan suhu tubuhnya semakin dingin. Belum lagi Yoona harus menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Ia tidak bisa lagi .. Yoona Ambruk ..

klik ..

“nuguss—e? Yoona-yaa?!” Mrs. Choi menemukan Yoona yang sudah nyaris pingsan di depan rumahnya, Yoona hanya menggunakan pakaian tipis dan sekujur tubuhnya penuh dengan luka lebam. Tanpa pikir panjang ia menggendong Yoona dan membawanya masuk ke dalam rumah.

Yoona sudah terbungkus hangat dengan selimut tebal, seluruh keluarga berkumpul di ruang tengah, termasuk Choi Siwon juga Choi Seohyun, mereka menatap Yoona iba. Seperti yang mereka ketahui, semenjak Ayah Yoona pergi entah kemana, Ibunya menjadi sangat depresi, mudah terpancing emosi dan Yoona selalu dijadikan bulan-bulannya, hanya untuk melapiaskan amarahanya pada suaminya yang begitu saja pergi dan tidak pernah kembali.

“Omma .. bisakah kita mengajak Yoona tinggal disini?” Seohyun merajuk sambil mengelus-ngelus lembut rambut Yoona yang masih tak sadarkan diri. “omma tidak akan membiarkan Yoona terus di pukuli kan? Iya kan?” lanjutnya masih dengan nada memohon, Seohyun memiliki hati yang paling lembut di atara seluruh keluarganya, tangan-tangan kecilnya tak segan untuk membantu yang membutuhkan, kaki-kaki mungilnya tak gentar untuk berjalan ke tempat-tempat dimana banyak orang membutuhkanya. Mrs. Choi mengangguk.

“tapi, Ibunya yang jahat itu tidak akan mendatangi rumah kita kan Omma?” Tanya Siwon cemas, masih lekat di ingatanya saat Yoona di tarik paksa ketika bermain bersamanya juga Seohyun, Ahjumma itu tidak pernah mengijinkan Yoona untuk keluar rumah, ia mengurungnya sepanjang hari. Miris memang, Siwon dan Seohyun tidak bisa melakukan apapun selain menonton Yoona dengan tangisnya, saat ia tergusur oleh langkah Ibunya yang galak.

“Choi Siwon, anak laki-laki Omma yang paling bisa Omma percaya, boleh Omma bertanya padamu?” Tanya Mrs. Choi tenang, ayah mereka hanya mengamati sambil menahan kantuk. Siwon mengangguk.

“Seberapa besar rasa sayangmu pada Seohyuni?” Ibunya mengusap kepala Siwon lembut, Siwon terlihat berfikir dan menarik nafasnya sejenak, Seohyun mengantisipasi jawaban yang akan keluar dari Oppanya.
“Omma, aku tidak tau. Karena rasa sayang itu tidak punya takaran. Tapi kalau Seohyun menangis, dadaku rasanya sakit sekali.. ketika Seohyun berdarah aku ingin menangis. Apakah itu bisa di ukurkan sebagai rasa sayang?” Tanya anak laki-laki berusia 10 Tahun itu polos.

“aku pun begitu ..” jawab Seohyun setuju “aku menyayangi oppa sebesar ini….” Seohyun menggambarkan bulatan sebesarnya dengan kedua tanganya “besar—besar sekali Omma .. lebih besar dari dunia ini” ucap Seohyun mantap. Ibunya tersenyum dan memeluk kedua anaknya.

“kalau begitu, mulai dari sekarang bisakah kalian menyayangi Yoona sebesar itu? Jika ia sakit, kalian menjaganya, jika ia menangis kalian menghapus airmatanya? Bagaimana? Kalian mengerti?” Siwon menagguk setuju,

“oke!!” Seohyun mengangkat jarinya setuju, kemudian kembali memperhatikan Yoona, mengompres kepalanya dengan kain hangat.

“Nayoung-ah..”
“de, Yeobo ..”
“gomawo..” Mr. Choi meraih pucuk kepala istrinya dan menciumnya “kamu mampu mendidik mereka menjadi seperti itu.. mulai hari ini Yoona akan menjadi tanggung jawab kita juga..” tukasnya singkat.

Sejak hari itu, keluarga Choi mengirim Ibu Yoona ke Panti Rehabilitasi kejiwaan, menurut mereka itu jalan terbaik saat ini, dan memelihara Yoona seperti anaknya sendiri.

Yoona – Saat usianya 14 Tahun.

Janji mereka di tepati.

Siang itu Yoona dan Seohyun menghabiskan waktu di halaman belakang rumah mereka yang luas,  meletakan kepala mereka di atas rumput dan menikmati matahari musim semi yang hangat.

“Seohyun-ah”
“hmm” gumamnya sambil terus menikmati warna langit dan kehangatan sinar matahari
“aku harus bilang apa padamu ya? Sudah delapan tahun berlalu ..” ucapan Yoona menggantung
“waeyo?”
“ani. Hanya saja kamu tidak pernah merasa marah padaku? Karena secara tidak langsung aku sudah memintamu untuk membagi segala yang kamu punya, Orang tuamu .. Oppamu .. hidupmu .. aku hanya merasa bersal—“ 
“Tidak. Sama sekali tidak Yoona-ya .. aku sangat menyayangimu ..  aku tidak keberatan untuk apapun yang sudah ku bagi, aku tidak merasa kekurangan untuk itu semua .. tumbuh dan hidup bersamamu menjadi sangat menyenangkan, aku memiliki tempat berbagi, itu semua sudah cukup .. aku mohon jangan pernah berfikir seperti itu ya ..” Seohyun menatap Yoona yang merebah di sebelahnya “kamu tau tidak? Karena kamu aku memulai untuk meniti mimpiku, meraih cita-citaku, Oppa juga begitu..” dahi Yoona mengerut
“karena aku? Memangnya kalian punya mimpi apa?” 
“saat melihatmu dalam kondisi pada malam itu, kami berbicara pada Omma, Oppa ingin menjadi seorang dokter, dan aku ingin menjadi seorang perawat. Sampai hari ini mimpi kami tetap sama Yoona-ya ..”
“gomawo Seohyun-ah .. Jeongmal gomawo..” tidak ada lagi yang bisa Yoona ungkapkan selain rasa terimakasihnya .. kalau saja malam itu ia tidak lari, mungkin ia akan mati di tangan Ibunya ..


***
Saat menginjak usia remaja, Yoona mulai mengalami tekanan dalam hidupnya, ia merasa tidak di akui, ia mulai merasa berbeda dan di tinggalkan, terlebih ketika teman-teman sebayanya mulai bertanya-tanya tentang identitas keluarganya. Yoona ingin lari dan bersembunyi di satu tempat yang tak terjamah apapun, yang tak terduga siapapun.

“Seohyun-ah sebenarnya Yoona itu siapa kalian sih? Yang aku tau saudaramu Cuma satu, Siwon Oppa kan? Lalu Yoona itu siapa?”

untuk pertamakali dalam hidupnya Yoona merasa asing dan ketakutan, Yoona benar-benar ingin lari, ia tidak tahan dengan diskriminasi yang di lakukan teman-teman nya saat itu. Walaupun Seohyun selalu mencoba untuk melindungi Yoona. Namun rasanya masih sama, Yoona tidak bisa menghadapinya.

“dia adalah saudaraku, kami sudah tinggal bersama sejak usia kami 6 tahun, bisa tidak sih kalian tidak menyudutkan Yoona seperti itu? Memangnya apa salahnya tinggal dengan keluarga sendiri? Apa urusan kalian memangnya?” jelas Seohyun mencoba menyembunyikan yang sebenarnya.

“Mian Seohyun-ah tapi kita hanya penasaran saja, kenapa dia harus tinggal dengan keluargamu?”

Setiap hari mata-mata itu melihat Yoona dengan tatapan enggan, menganggap Yoona bukan bagian dari kelas mereka, berbeda dengan Seohyun, ia menjadi siswa paling cerdas disukai banyak orang dan memiliki banyak teman. Yang Yoona miliki hanya Seohyun. Tapi Seohyun memiliki segalanya.

Tuhan itu, tidak adil kan?

Dan saat usianya menginjak 14 tahun, untuk pertama kali, Yoona merasa iri pada Seohyun.

Aku bisa memeluk orang tua yang sama.
Tapi, rasanya berbeda.

Aku memiliki segalanya yang ia punya.
Tapi hatiku tidak bahagia.

Aku hanya punya Seohyun.
Tapi Seohyun punya segalanya.

Yoona ingat betul bagaimana adilnya orang tua mereka, saat Seohyun di belikan sepede, mereka membelikan speda dengan merk dan model yang sama untuk Yoona. Saat Seohyun di beri uang saku Yoona akan menerima dengan nilai yang sama, bahkan Siwon pun memperlakukan Yoona sama seperti ia memperlakukan Seohyun. Tidak ada yang di beda-bedakan di dalam keluarga Choi, mereka menyayangi Yoona, benar-benar menganggap Yoona sebagai bagian dari keluarga mereka.

Tapi, dunia luar berkata lain. Kenyataanya lebih keji dari pukulan-pukulan yang Yoona terima saat ia masih kecil, sedikit demi sedikit luka itu membekas, dan menjadi besar. Yoona mulai membenci Seohyun yang selalu di puji-puji oleh teman-temanya. Ia mulai risih untuk disandingkan dengan Seohyun. Yoona mulai menyadari meskipun mereka hidup di lingkungan yang sama, dengan keluarga yang sama, kasih sayang yang tak ada beda namun ada sekat yang membatasi mereka untuk melekat, Yoona menyadari itu semua. Bahwa dia bukan siapa-siapa. Dia hanya manusia yang patut di kasih hani karena tidak memiliki keluarga.

Ia menjaga jarak, memisah dan menyendiri.


Yoona – Saat ia berusia 19 Tahun.

Yoona sudah menumpuk dan memupuk impianya, sejak hari dimana ia merasa dunia tidak pernah memihak padanya, saat itu juga Yoona mulai membuat mimpi, mengejarnya dan dalam setahap lagi, meraihnya.

Aku ingin pergi jauh ..

Mimipinya sangat sederhana.

Aku ingin menyelami isi dunia, mencari dimana cahaya itu berada
Aku bertanya sekali lagi pada Tuhan, adakah keadilan itu?
Kini Tuhan menjawabnya lewat sentuhan.
Aku terbang .. Melayang dan terkadang mengambang ..
Aku punya sayap untuk meraihnya ..
Mimpi-mimpi yang tertata di jagat raya.


Yoona selangkah lebih maju, kini saatnya ia melesat lebih jauh, bahkan lebih jauh dari yang ia perkirakan, saatnya Yoona membenahi yang sudah rapi, berbalik dan meraih mimpi. saat usianya genap 19 tahun ia mendapat beasiswa untuk pendidikan menjadi seorang Pramugari. Kini ia punya sayap untuk terbang, dan melupakan segenap dendam.

“aku tidak percaya kamu sudah sebesar ini nak” Mr. Choi menepuk bahu Yoona saat hendak melepas Yoona pergi di stasiun kereta api.

“Omoni – Aboji aku benar-benar berterimakasih pada kalian karena sudah membesarkanku dengan baik, aku berjanji untuk membalas semua kebaikanmu.. maafkan aku jika selama ini merepotkan kalian, aku benar-benar berhutang budi pada kalian semua..” bulir airmatanya jatuh tak tertahan, bagaimanapun Yoona menemukan kehangatan dan kenyamanan di dalam keluarga ini. Yoona sudah menghabiskan banyak tenaga juga harta mereka. Yoona sungguh-sungguh untuk urusan balas budi.

Ia beralih pada Siwon juga Seohyun yang ikut untuk mengantarkan Yoona pergi ke asrama barunya. Seohyun berlari dan memeluk Yoona.

“aku akan menunggumu kembali Yoon. Aku akan sangat merindukanmu, kepergianmu akan memakan waktu yang sangat lama. aku sangat tidak terbiasa dengan itu. Cepat kembali Yoona..”

‘tapi aku bahagia ketika harus terpisah darimu Seohyun-ah. Mian .. semakin lama aku bersamamu semakin sulit untuku menerima kenyataan. Kamu dan aku tidak mungkin bisa bersahabat. Kamu tau kenapa? Biar ku akui. Aku iri akan segalanya yang kamu miliki. Bolehkan kamu memberikanya untuku? Bolehkan kita bertukar posisi?’

“hmm. Aku juga Seohyun-ah. Aku akan merindukanmu.. sampai jumpa ya..” Yoona melepaskan pelukan itu untuk menatap lekat-lekat Oppanya yang tumbuh menjadi laki-laki tampan.
“tidak tugas hari ini pak dokter?” Yoona menatap Siwon dengan tatapan jahilnya.
“aku tidak ingin melewatkan moment penting dalam hidupku .. aigooo nae Dongsaeng-ah” Siwon menaruh tanganya di atas kepala Yoona hanya untuk mengacak-ngacak rambutnya.
“saranghe Yoona-ya..”

ada sesuatu yang aneh di dalam kata itu.

Biar ku urai lagi, bisakan aku mendengarnya sekali lagi Oppa?

Sarang? Untuk beberapa detik Yoona terpaku di tempatnya.

“Yoona Palli wa keretanya sebentar lagi berangkat. Jangan lupa kabari Omma Appamu ini ya .. saranghe..” Yoona membungkuk dan melambai-lambaikan tanganya sambil berjalan menuju pintu masuk kereta.

Yoona melesat jauh. Ia tidak berbalik lagi pada masalalunya, Yoona tidak ingin membuat rasa bencinya tumbuh terus menerus pada Seohyun. Kebaikan Seohyun malah membuat Yoona semakin membencinya. Yoona pergi. Tidak ingin kembali.


***
“tentu saja..” Jawab Yoona malu-malu pada Jungshin juga Eunji rasanya ingin sekali mengatakan pada mereka bahwa kekasihnya adalah hasil berbagi, sama seperti yang telah ia alami bertahun-tahun dalam hidupnya. Bukankan Seohyun tidak pernah merasa keberatan jika ia berbagi dengannya? Bagaimana dengan yang satu ini? Apakah ia akan merasa keberatan?

Aku ingin melihatnya terluka.

Aku ingin dia merasakan apa yang aku rasa.

Aku ingin dia hidup dalam diriku.
Seohyun-ah mian, tapi aku tidak akan menyesal denga apa yang aku lakukan.

Jonghyun milikmu? Ani. Dia memilihku. Bukan kamu.
Silakan miliki raganya, tapi. Hatinya buatku.

Yoona tersenyum lembut pada mereka berdua yang masih penasaran dengan tingkah laku Yoona, tidak ada satu hal pun yang ingin Yoona lakukan saat ini, selain mencoba membuat Seohyun tersakiti, sedikit demi sedikti.

Luka itu mengajariku untuk lupa.
Lupa akan segala rupa malaikat, yang bersayap ataupun tidak.
Duka itu memberiku sebuah topeng.
Ku gunakan untuk menikam.
 Lantas
Tuhan menjawabku dengan perjanjian.
Bahwa tidak ada lain kali dalam kehidupan.


- To Be Continued -


basa basi sang author :

Annyeonghaseo -- aku minta maaf buat yang ternyata masih nunggu kelanjutan FF ini, akhirnya setelah vacum selama berabad-abad (cuma setaun doang kok) aku nerusin cerita ini.
terimakasih banyak loh buat yang setia dan masih datang di blog ini buat baca.

sekali lagi, kalau masih banyak silent reader,
aku bakalan susah buat updatenya, jadi tolong komen nya ya permirsa..
kritik dan saran sangat terbuka
via facebook ataupun twitter kalo gak bisa comment disini.

oh iya dan untuk cerita ini, jujur aku juga belum tau dimana dan kapan endingnya,
dengan kerendahan hati saya mohon masyarakat untuk tetap bersabar hehehe
sekali lagi terimakasih banyak ..

13 komentar:

  1. Wah sneng bgt bcany..^_^ mksh mbak udh mmenuhi prmntaan kmi.hhi... q sllu suka sm karya mbak. Nggak cm NMTF aj tp smwa tlisan2 mbak. Klimat antr klimat ny nyatu bgt. Bcany bkn pnsaran dan nagih.:) d tggu ntuk update slnjutny mbak..hehe...Dian Kartika

    BalasHapus
  2. wah makasih juga ya udah komen disini mbak dian :D
    saya usahakan untuk terus update sampe ending ..
    sekali lagi makasih banyaak ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sm2 mbak, mbak cb buat bku aj mbak. Soalny karya2 mbak bgus. Beneran deh...klo mbak yg nulis saya pst lgsg bli.hhe soalny udh tw hsl karya mbak bgus2. ^^ Dian Kartika

      Hapus
    2. masih belajar kok, semua org juga pasti bisa nulis ff sekali lagi makasih yaa :')

      Hapus
  3. DONE! udah di bca dri chap 1 :)
    bagus, alurnya sulit ditebak sejauh ini..tp ga membosankan ^^sayang bget yah knpa yoona pnya pikiran sperti itu.
    tpi seriusan jonghyn di sini ga cinta sama Seohyun,kupikir dri prilaku n kata2nya dia di awal2 bner2 cinta..oh ya, ada typo di judul Teh "forumula"
    Semangat update ya Neng Ismi.. mkasih sdah merespon requestan kmi :D
    *uqi

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih ukhi unnie :D
      wah gak tau deh nasip NMTF kalo gak ada yang baca dan gak ada yang setia nunggunya..
      bakalah berusaha lebih keras bikin ff yang lebih baik lagi ..

      makasih banyaaak ..

      Hapus
  4. Baru banget kelar nonton wgm yongseo, trus iseng nyari ff-nya, trus nemu blog ini, hihi, suka banget sama semua cerita yg dibuaat :D salam kenal :D Semoga update NMTF jadi cepet, hehe. penasaran abis sama endingnya ntar, semangaaat dear author!

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAI :D
      wah senengnya di 2014 masih nemu shipper baru ..
      selamat datang di dunia yongseo yaaaa semoga suka sama merekanya terus menerus hhe
      makasih juga udah ngikutin ff di blog aku,
      kebetulan masih banyak banget penulis ff yang lebih bagus dari blog ini..
      anyway enjoy yaa new goguma, salam kenal juga

      @ismidisini :D

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  5. HUAAAH makin seru :D
    jadi kepikiran kalo cerita2 unnie dijadiin kdrama terus pemainnya sesuai sama cast yang sudah unnie tentuin
    pasti keren banget nih kdrama, yakin deh ratingnya naik
    semoga pihak kdrama disana bisa bahasa indonesia dan jadiin cerita unnie jadi kdrama amiiin XD

    BalasHapus
  6. Bangus banget ceritanya jadi penasaran kapan nie kelanjutan ceritanya semangat yah

    BalasHapus
  7. Bangus banget ceritanya jadi penasaran kapan nie kelanjutan ceritanya semangat yah

    BalasHapus
  8. The casino in Nevada has a $100 million cash giveaway
    The casino in 화성 출장마사지 Nevada has a $100 million 강릉 출장안마 cash giveaway, which features a variety of slot 사천 출장마사지 machines, table games, table games, bingo, and 의왕 출장마사지 an assortment of 진주 출장안마

    BalasHapus