Jalan yang Berputar part 5
Cast :
1. Jung Yonghwa
2. Seo Joohyun
3. Lee Jonghyun
4. Im Yoon Ah
5. Park Jiyeon
“tada !!” Jonghyun membawakan dua es krim kesukaannya dan Seohyun, setelah beberapa hari berlalu Seohyun terlihat lebih baik dan kembali ceria.
“waaaah, gomawoyo ikan gantengku” dengan senyum lebar dan mata berbinar Seohyun menyabet es krim rasa strawberry itu.
“aku bahagia melihatmu seperti ini lagi”
“jinjjayo?” kemudian Seohyun terkekeh dan senyumannya itu membuat Jonghyun kehabisan kata-
katanya. ‘I want you in my life.. I want you kiss me every day.. I want you in my life..’ Ponsel Seohyun berdering, Seohyun tercengang melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
“ish, mau apa lagi namja sialan ini!!” namun hati Seohyun meronta meminta jemarinya mengangkat telepon itu.
“siapa?”
“nih!!” Seohyun memamerkan ponselnya di depan wajah Jonghyun
“hah setan sialan! Sini biar aku yang angkat!!”
“andwe! Biarkan saja” Seohyun cepat menarik ponselnya lagi, hingga akhirnya berhenti berdering, namun namja itu terus berusaha menghubungi Seohyun, dan Seohyun berusaha terus untuk mengabaikannya.
“Seohyun, langit mulai mendung, lebih baik kita pulang ..”
“ne.. kajja” Seohyun dan Jonghyun meninggalkan kedai es krim itu.
***
Hujan turun deras diluar, Seohyun mengamati langit dengan tampan super imut, dia terus memikirkan kenapa Yonghwa menghubunginya lagi? Belum cukupkan rasa sakit yang ia torehkan beberapa bulan terakhir ini? Seohyun tak habis pikir, tapi hatinya masih tertinggal di Yonghwa, ia tak bisa memaksa dirinya untuk berbohong bahwa dia sudah tidak peduli.
“huft.. Yonghwa oppa, aku membencimu..” ting tong, bel rumah berbunyi
“siapa juga yang bertamu hujan deras begini?” Seohyun melihat ke gerbang rumahnya dari jendela kamarnya di lantai dua.
“mwo? itu!! Apa yang dia lakukan?” Seohyun terkejut saat mengetahui tamu itu adalah Jung Yonghwa, ia segera berlali turun dan mengambil sebuah payung, ibunya sudah siap membuka pintu.
“jjanggeuman amma !! biar aku saja”
“siapa pemuda itu? Pacarmu?”
“a.. ani..” Seohyun cepat membuka pintu dan payungnya, ia berjalan dan membuka gerbang rumah yang setara dengan dadanya. Yonghwa basah kuyup, rambutnya layu dan wajahnya sangat memelas.
“mau apa kamu kesini bodoh !! tidak lihatkah sedang hujan deras?!” Seohyun berteriak untuk mengalahkan suara hujan, Yonghwa menggeleng.
“kamu bodoh-bodoh-bodoh!! Cepat pulang aku tak mau melihatmu lagi!!” Seohyun menangis dan berbalik pergi, Yonghwa menarik tangan Seohyun dan memeluknya, payung Seohyun jatuh dan kini mereka basah kuyup dalam derasnya hujan, Seohyun tak bisa melawan, ia selalu saja kalah jika dihadapkan dengan namja yang satu ini.
“sebenarnya apa yang kamu mau?! Belum puas kamu menghancurkan hatiku hah?! Pergi sana !! kembali pada cinta pertamamu itu, sudah ku bilang aku bukan haltemu Yonghwa!!” Seohyun mendorong tubuh Yonghwa, namun Yonghwa bertahan mendekapnya erat “lepaskan aku!!” Seohyun terus meronta dalam tangisnya, sambil terus memukul lemah dada Yonghwa.
“jika aku melepaskanmu lagi, aku akan semakin terlihat bodoh, aku tak mau kehilanganmu lagi Seohyun..”
“andwe !! lepaskan aku!!” Seohyun kini mendorong tubuh Yonghwa sekuat tenaga, akhirnya ia lepas dari dekapan Yonghwa dan berlari meninggalkan namja itu, Yonghwa tersungkur ke tanah, ia tak cukup cepat untuk menarik Seohyun lagi, air mata Yonghwa mulai meluncur bersama airhujan, ia tak tau harus melakukan apa lagi, kemudian ia tetap duduk di tempatnya mendekap lututnya dan menunduk.
“ini semua memang kesalahanku, aku sudah kehilangan Seohyun, dia sudah tak menantiku lagi.. aaaaaaaa” Yonghwa meneriakan isi hatinya, namun sekencang apapun ia berteriak, hujan malah semakin membekapnya.
“nak.. kamu siapa?” Yonghwa menengadah, wanita itu sangat mirip dengan Seohyun, sepertinya dia ibunya.
“lebih baik kamu masuk dulu, aku tidak tega melihatmu basah kuyup, Seohyun keterlaluan sekali membiarkanmu diluar seperti ini”
“ne ahjuma.. dimana Seohyun?”
“dia di dalam, mari kita masuk dulu..” Yonghwa merasa lega, ini seperti kesempatan terakhirnya untuk mendapatkan hati Seohyun, dia mengikuti langkah ahjuma.
Seohyun menangis di dalam kamar dengan tubuh yang masih basah kuyup, ia benci harus mebohongi hatinya tapi ia tak mau terluka lagi.
Ibu Seohyun memberikan handuk tebal dan secangkir teh hangat untuk Yonghwa, dia kemudian duduk dihadan Yonghwa.
“sebenarnya, apa yang terjadi? Kamu siapa nak?” Yonghwa ragu untuk menjawab, namun akhirnya ia menceritakan semuanya, kejadian yang terjadi selama beberapa bulan terakhir, tentang cintanya pada Jiyeon, tentang rasa butuhnya untuk Seohyun, tentang betapa besar Seohyun mencintainya, dan selang beberapa menit airmata ahjuma akhirnya meleleh. “aku sangat mengerti posisimu nak..”
“jinjjayo ahjuma? Jeongmal kamsahamnida ahjuma, sekarang aku benar-benar tidak tau harus bebuat apa..”
“nak.. Seohyun itu hatinya sangat lembut dan mudah tersentuh.. tapi jika dia sudah merasa terluka, memang sulit untuk mengembalikan kepercayaannya, sekalipun dia memaafkan belum tentu dia bisa melupakan, aku akan membiarkanmu menemuinya, tapi aku tidak menjamin dia bisa membuka hatinya lagi untuk mu..” Yonghwa tertegun dan mendengarkan ahjuma dengan seksama ia menghela nafas kemudian.
“kesempatan ini.. sangat berharga ahjuma, kamsahamnida..”
“ne, lakukan yang terbaik nak, naiklah ke atas tolong perbaiki hati anaku..” Ahjuma tersenyum dan menepuk bahu Yonghwa. Yonghwa meninggalkan ruang tamu dan menaiki satu demi satu anak tangga menuju kamar Seohyun.
‘jebbal.. jika kamu menolaku, aku benar-benar akan hancur dan tak tau lagi harus berbuat apa..’ hatinya terus bergemuruh cemas, ia tiba di depan pintu kamar bercat putih yang di depannya tertera gantungan ‘ Seohyun is Available’ Yonghwa mengetuk pintu kamar Seohyun pelan.
“ani amma, aku sedang tak ingin di ganggu..” suara Seohyun terdengar serak, sepertinya dia belum berhenti menangis, lalu Yonghwa mengetuknya sekali lagi..
“amma.. jebbal biarkan aku sendiri”
“beri aku kesempatan sekali lagi Seohyun” Seohyun tersentak mendengar suara namja itu, dia terperanjat dan melihat keluar jendela, Yonghwa sudah taka da ‘amma membawanya masuk?’ Seohyun kehilangan tenaganya, ia benar-benar lemas. Yonghwa membuka pintu kamar Seohyun yang ternyata tidak dikunci lalu melangkahkan kakinya ke dalam kamar, Seohyun berdiri dan menatap tajam penuh dendam dalam emosi, amarah dan rasa sayang yang berkecamuk di hati dan pikirannya. Yonghwa terus mendekat.
“aku sudah memintamu pergi!!” Seohyun berteriak. Ahjuma hanya mendengartkan dari lantai bawah. Dia benar-benar mengerti akan keadaan ini, dia tak menyalahkan Yonghwa dia juga tak berpihak pada Seohyun, dia hanya ingin putrinya belajar untuk menjadi wanita tegar dan mengerti dari arti sebuah pengorbanan sebelum dia mendapatkan apa yang dia mau. Dia sudah cukup besar dengan segala konflik ini, pikirnya.
“percaya padaku, satu kali lagi.. beri aku kesempatan, sekarang tidak ada lagi dia dalam hatiku, hanya kamu.. semua hanya tentang kamu..jebbal..” Yonghwa berlutut dihadapan Seohyun, berharap hati Seohyun meluluh dan memafkannya.
“selama ini aku sudah mengorbankan hatiku!! Maumu apa Jung Yonghwa?! Selama 4 bulan kamu terus menarik ulur hatiku!! Setiap hari aku bisa merasakan perih saat aku mendengar kisah cintamu dengan Jiyeon!! Apa kamu tau betapa hancurnya hatiku? Hah?! Hari ini kamu datang dan berkata hanya ada aku dihatimu? Dan besok kamu pergi lagi bersama Jiyeon?! Begitu?! Brengsek kau Yonghwa!!”
Yonghwa membiarkan dirinya didera cercaan makian dan amarah Seohyun, dia tau baga ana sakitnya di tarik ulur tapi dia tidak bisa menjelaskan apapun lagi.
“pergilah!! Kembali pada Jiyeon !! Seohyun mendorong Yonghwa yang masih berlutut.
***
“amma? Diatas ada siapa?” Jonghyun tergesa-gesa setelah mendapat pesan singkat dari Seohyun bahwa Seohyun sangat membutuhkannya, ia langsung melesat menembus hujan deras.
“Jung Yonghwa, kamu tau dia kan? Kamu juga tau tentang masalah mereka kan?”
“mwo? .. hmm ..” Jonghyun menarik nafas panjang “ne amma, aku tau semuanya”
“anak nakal!!” wanita yang sudah seperti ibu kandungnya sendiri itu memukul kepala Jonghyun
“kenapa tak bercerita padaku? Kamu tidak menganggapku ibumu hah?” Jonghyun memasang wajah memelas.
“mianhe amma, ah.. aku akan naik ke atas”
“jangan!!”
“we? ayolaaaah?!”
“jangan mengganggunya Jonghyun”
“aniyo. Aku hanya ingin melihat keadaan Seohyun..”
“aish.. kalian itu memang tidak bisa dipisahkan, yasudah sana!”
“gomapta amma” Jonghyun memeluk dan mencium pipi yeoja yang tidak terlihat tua di usianya yang
sudah kepala empat.
“ish kamu itu sudah besar Lee Jonghyun!!” Jonghyun tersenyum jahil dan bergegas ke kamar
Seohyun, diam-diam ia mengendap dan mengintip mereka dari luar.
“aku mengerti kamu memang tak akan mempercayaiku lagi” Yonghwa bangkit, “baik… rasanya usahaku sia-sia, kamu memang tak bisa memaafkanku..” Yonghwa berbalik “tapi.. aku akan terus menunggumu, satu hal yang harus kamu sadari Seohyun, aku sejak awal memang sudah benar-benar menyayangimu, tidak pernah ada niat untuk menyakiti dan mempermainkanmu, tapi.. jika kamu benar-benar tak bisa memaafkanku, aku pergi dan berjanji tak akan berada dihadapanmu lagi, jika itu bisa membuatmu bahagia dan kembali ceria, mianhe, aku sudah lancing masuk ke dalam hidupmu dan menghancurkan hatimu berkali-kali.. selamat tinggal..” Yonghwa melangkah pergi, hujan masih belum reda, hatinya tlah hancur dan dia mengerti ini semua kesalahannya, kebodohannya.
Seohyun tersungkur setelah Yonghwa hilang dari pandangannya, tangisnya semakin pecah, lagi-lagi dia berbohong pada hatinya sebenarnya hatinya ingin berkata iya, aku memaafkan dan mau menerimamu lagi, tapi ia tak mau terjatuh dalam lubang yang sama.
Yonghwa sedikit terkejut saat ia menemukan Jonghyun sedang berada di luar kamar Seohyun, Jonghyun menatap lurus Yonghwa, lalu menepuk bahunya, tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Yonghwa berlalu.
***
annyeong readers yang semakin hari alhamdulillah semakin banyak hehe ..
please mention to my twitter @ismidisini kalau kalian ngga bisa komen di blog ..
i need a comment, dan juga masukan ..
don't be silent reader please ..
oke ?!
thankyuuuuu :)
Mimi, cpt update part selanjutnya! Udah mau mati penasaran ini.. Hahahahahaha..
BalasHapusMi, ini crtnya berputar" n bikin aku benci sm Yong krn dia narik ulur,Hyun ud kya layangan aja!!Kau akan menyesal Yong.. "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ Tp dgn begini, km sukses bikin FF-nya,Mi krn bikin org" ngerasain hal ini jg. ;p Feel-nya dpt! :) Tp masih penasaran nih ma JongHyun, pls jgn mpe JH sbnrnya mendem cinta buat Hyun! Andweeeee..
Oke lha, kita tunggu saja part lanjutannya.. Fighting,Mimi..!!*hugs*
aigoo sekrang yong jga merasa yang lemah.... ismi unn aku berharp nextnya nnti ada jalan keluar untuk mrka krn aku juga gak mau kalau mrka gak bersama :)
BalasHapus