Beautifull Yongseo Life - Ismi Nuraulia Rohimah
Jalan yang Berputar Part 2
Cast :
1. Jung Yonghwa
2. Seo Joohyun
3. Lee Jonghyun
4. Im Yoon Ah
5. Lee Jungshin
Namja itu, Jung Yonghwa.. namja yang berada di posisi nomor satu sebagai orang yang paling dihindari , kendati Seohyun tak membenci Yonghwa, tatap saja bayangan saat pengacuhan masa orientasi itu terus melekat dalam ingatan Seohyun, itu cukup menjadi alasan kuat Seohyun untuk menjaga jarak dengan mahasiswa ilmu komunikasi itu, biarpun akhirnya mereka bertemu di ekstrakulikuler seni musik Seohyun tak pernah ingin berurusan dengan namja yang digandrungi banyak yeoja itu.
Yonghwa duduk disamping tempat tidur rumah sakit, matanya memandang tulus wajah Seohyun, ia mengalunkan tangannya ragu, namun kemudian ia memberanikan diri mengusap lembut dahi Seohyun, Yonghwa mendekatkan bibirnya ke telinga Seohyun dengan halus ia berbisik “Seohyun?“ bisiknya “Bangunlah Seohyun, Jonghyun baik-baik saja, dia menunggumu..” Yonghwa memegangi tangan yeoja cantik berkulit putih itu, Yonghwa menatapnya tenang, namun penuh perhatian. Hingga akhirnya Seohyun sadar dan membuka matanya perlahan, sementara tangan kiri Yonghwa masih mengelus punggung tangan Seohyun dan tangan kanannya sibuk mengelus dahi Seohyun.
“dimana ini?” Seohyun bersuara sangat pelan, Yonghwa tersenyum lega
“Seohyun, kamu sudah sadar? Apa kamu baik-baik saja?” Seohyun melepas tatapan pada namja yang memegangi tangannya dan mengelus dahinya, senyum Yonghwa terekam sempurna, tatapan matanya teringat sangat teduh dan menenangkan, kemudian kehangatan memenuhi rongga hatinya tiba-tiba.
‘hah? Kenapa namja ini ada disisiku? Apa yang sedang dia lakukan? Kemana Jonghyun?’kemudian Seohyun ingat dengan kejadian sebelum ia jatuh pingsan.
“oppa, dimana Jonghyunku?” Yonghwa masih saja tersenyum tentram
‘Yonghwa oppa, jangan tersenyum seperti itu, itu membuat jantungku berdetak terlalu cepat jebbal’
“apa kamu sudah baik-baik saja?” Seohyun mengangguk kemudian bangun
“aw”
“apa kepalamu masih pusing Seohyun? Kalau begitu kamu naik kursi roda saja ya?”
“ne, mianhamnida, merepotkanmu oppa”
“ani..” tanpa ancang-ancang Yonghwa mengangkat tubuh Seohyun dan menaikannya ke atas kursi roda, Seohyun seperti tersengat aliran listrik ribuan volt, ia terlalu kaget dengan perlakuan namja yang sangat dihindarinya itu.
‘Jung Yonghwa! Sebenarnya apa yang ada difikiranmu? Apa kamu tau kamu adalah namja yang paling aku hindari, demi Tuhan , janga seperti ini aku takut sekali Jung Yonghwa..’
“kamu kaget? Mianhe” Yonghwa seolah mengerti dengan bahasa tubuh Seohyun.
“a.. ani.. kamsahamnida oppa”
‘aku tidak menyadari, kamu sangat cantik Seohyun, tapi kamu satu-satunya yeoja yang menghindariku, aku semakin penasaran dan tidak mengerti, sebenarnya apa yang kamu pikirkan tentangku? Mianhae membuatmu kaget dengan semua sikap dan perlakuanku padamu, aku benar-benar ingin tau semua tentang kamu..’ Yonghwa menebar senyumnya lagi, dan lagi-lagi Seohyun takluk dengan senyuman itu.
“kajja, Lee Jonghyun pasti menunggu mu” Yonghwa mendorong kursi roda Seohyun.
***
“dimana Seohyun?” setelah sadar orang yang pertama dicari bukan orangtuanya tetapi Seohyun.
“Jonghyun? Aigoo kamu sudah sadar?”
“aduh, kepalaku sakit sekali..”
“gweonccana?” hanya ada Jungshin yang menemani Jonghyun
“tadi aku kenapa? Kenapa aku bisa ada di rumah sakit ini?”
“tadi kepalamu tertimpa pot gantung di depan kelas, untung saja kamu tidak hilang ingatan, haha oh iya, tadi Seohyun pingsan dan sekarang ia ditemani Yonghwa hyung..”
“apa? Pingsan? Yong? Aww” Jonghyun meringis kesakitan memegangi kepalanya yang dibalut perban.
“sudahlah, jangan dulu banyak bergerak Jonghyun!” Suara kursi roda yang berdecit membuat Jonghyun mengalihkan perhatian.
“Jonghyun!!” Seohyun bangkit dan langsung memeluk Jonghyun yang duduk di tempat tidurnya.
“ku pikir kau sudah mati” lalu Seohyun mulai menangis tapi kali ini tangis bahagia yang tercipta.
“aish, jika aku mati bagaimana denganmu? Kamu kan tidak bisa hidup tanpaku” sementara Seohyun menangis, Jonghyun mengacak-ngacak rambut ikal Seohyun, Jungshin merasakan kebahagiaan mengiringi, namun ia merasa tak seharusnya ia ada diruangan itu.
“hey, Seohyun sudah disini, aku pulang dulu ya, Hyung.. apa kamu ikut dengan ku?” Yonghwa menggeleng “ani.. aku masih harus menjaga Seohyun”
‘mwo? apa yang baru saja dia katakan? Yang sakit itu Jonghyun kenapa Seohyun yang harus dijaga? Aneh..’
“oh yasudah, aku pamit ya, annyeong chingu..”
“ne.. annyeong Jungshin, gomawoya sudah menjaga ikan gantengku.” Seisi ruangan itu terbahak mendengar Seohyun menyebut ‘ikan ganteng’ pada Jonghyun kemudian Jungshin berlalu.
“Hyung, kamsahamnida, tadi kamu yang mengantarkanku ke rumah sakit..”
“ne, cheonmaneo Lee Jonghyun”
“terimakasih juga sudah menjagaku oppa..”
“iya.. sama-sama juga Seohyun..” Yonghwa mengelus kepala Seohyun pelan, Jonghyun terpaku.
‘ada apa dengan Yonghwa? Mengapa dia menatap Seohyun seperti itu?’
Jonghyun mengerti, tanpa harus dijelaskan, ia juga laki-laki dia tau persis apa yang Yonghwa pikirkan, ternyata.. Yonghwa menyukai sahabatnya.
***
Yoona tercengang wajahnya super im ut namun terlihat seperti orang bodoh, Seohyun mewajari karena hanya Yoona yang tidak tau semua tentang masalalunya dengan Yonghwa.
“sudah ya ini sudah sore, lebih baik kita pulang” Jonghyun memotong cerita Seohyun sepertinya Jonghyun mulai merasakan tidak nyaman dengan cerita Seohyun, kemudian Jonghyun bangkit dari duduknya.
“we ? ceritanya masih seru, jangan dulu pulang yaa, jebbal ..”
“ya kalau itu terserah kalian, aku pergi duluan ya, annyeong” balas Jonghyun datar, Yoona menatapi punggung Jonghyun yang berlalu, sekali lagi Jonghyun terlihat sangat karismatik dengan sikapnya.
‘ish, apa yang aku pikirkan? Dia itu ikan sarden yang menyebalkan!! Setampan apapun dia tetap menyebalkan!! Yoona pabo!!’ Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya.
“kamu kenapa Yoona?”
“ani, kamu juga mau pulang Seohyun?”
“ani.. bagaimana kalau ceritanya kita teruskan di kedai es krim saja?”
“yey !! setuju, kajja!!” Yoona menyambut usulan Seohyun dengan kebahagiaan dan penuh semangat.
Yoona dan Seohyun menyusuri pusat kota menuju kedai es krim langganan mereka.
“Seohyun.. tapi selama ini kamu dan Jonghyun sangat dekat, apakah kamu tidak pernah tertarik atau jatuh cinta padakanya?”
“mwo? apa katamu? Haha” Seohyun tergelak dengan pertanyaan bodoh yang keluar dari mulut Yoona “mungkin dunia akan berhenti jika hal itu terjadi, dengarkan aku.. Jonghyun itu sudah seperti belahan jiwa atau saudara kembarku, aku sudah paham betul segala tentangnya, dan tidak pernah walaupun sehari atau sedetik aku jatuh cinta padanya, begitupun sebaliknya Yoona..” lanjut Seohyun menjelaskan.
“jeongmal? Wah sepertinya kalian memang diciptakan untuk menjadi sahabat abadi selamanya ya?”
“ne, begitulah” Seohyun tersenyum bangga, sejenak ia melupakan pedih dihatinya, sebelum ia memulai ceritanya dan mulai menangis lagi.
Seohyun dan Yoona memasuki ruangan dengan interior berwarna pastel terkesan lucu dan sangat manis, memang pas untuk interior kedai es krim .
“kita duduk disana ya ?” Yoona menunjuk meja di pojok ruangan dekat jendela
“kajja” Seohyun setuju
***
just need a comment ..
tinggalkan jejak dan sangat terimakasih untuk membaca :D
part 2 masih bercerita Flashback + awal Yonghwa jatuh cinta.. hmmm baca nextnya untuk melihat alasan mrka putus :)
BalasHapus