Kamis, 06 September 2012

One Shoot - A Night To Remember


A Night To Remeber





            Cast :

            Jung Yonghwa
            Seo Joohyun

 Ost : Say Goodbye - S Club 7
you can download this songs here please listen to this song, its verry great songs ..



            Last Mission –
            Buat satu hari terbaik untuk istrimu ..

            Yonghwa menghela nafas panjang, sesak dan pedih datang bergantian, tak terhindari, terus terpatri. Berharap ini bukan kenyataan. Sayangnya acara ini juga bukan sesuatu yang nyata, kecuali perasaanya. Tak ada yang salah bukan dengan mencintai seseorang yang menjadi bagian dari hidupnya walaupun hanya ‘berpura-pura’ menjadi pasangan sehidup sematinya? Satu tahun habis di lewati. Apakah dia akan berfikir ini semua sudah berakhir dan tak ada lagi yang harus dirasakan selain rasa sakit?

            In the years to come,
            Will you think about these moments that we shared ?
            In the years to come,
            Are you gonna think is over ?
            And how we lived each day with no regrets?

***

            Last mission –
            Buat satu hari terbaik untuk suamimu..

            Perasaanya bercampur aduk antara sedih dan takut, antara bimbang dan menyesal, Seohyun menatapi satu amplop dan satu baris tulisan yang membuat hatinya berdetak tidak teratur. Yang bermain dikepalanya hanyalah ‘ternyata .. kita sudah melewati ratusan hari bersama, sejauh ini sudah bersama..’ bagaimana harus mengatakannya? Mengapa program yang bahkan hanya virtual, mampu menumbuhkan perasaan yang nyata seperti ini? Seohyun menahan dirinya untuk tidak menangis. Hari itu, menjadi salah satu hari paling menyakitkan baginya, namun ia bersyukur, sejauh ini dia melangkah bersama Yonghwa, Yonghwa mampu membuat hidupnya berubah banyak .. ‘kamsahamnida oppa..’

            Maybe, there will be things we wished we never said ..
            In a year from now,
            Maybe we will see each other
            Standing in the same street corner, no regrets ..

***

            Yonghwa merebahkan tubuhnya di bawah sinar lampu yang temaram di dalam kamarnya, ada kesedihan yang terbendung dan tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata apapun, baginya, satu tahun ini sangat berarti, bertemu dengan Seohyun, Seo Joohyun yang bertanya dengan polos ‘apa perbedaan antara suka dan cinta?’ bertemu dengan Seo Joohyun, yang dengan polos mengajarinya menari, sesuatu yang sama sekali Yonghwa benci.
            “setelah satu tahun ini berakhir, apakah kamu akan berfikir perasaanku juga berakhir?” Yonghwa memandangi potret Seohyun yang terpajang sebagai wallpaper ponselnya.
            “aku rindu..” bisiknya, dan tanpa ancang-ancang, airmata itu sudah turun membasahi pipinya.

            To : Hyu~un
            Are you sleeping ?
            Seo Joohyun, I miss you ..

            Yonghwa menghapus deretan airmatanya, menertawakan diri sendiri kemudian, mengapa
Perasaan itu tumbuh menjadi nyata, mengapa bahkan kerinduan itu terasa begitu nyata? Tidak bisakah waktu berjalan lebih lambat? Atau memberinya kesempatan untuk terus menjaga Seohyun? Mengapa berpisah dengan seorang ‘Fake-wife’ sesakit ini?
            “apakah kamu memiliki perasaan yang sama denganku Seohyun-ah?”

            To : Yo~ong Oppa ..
            No oppa, I still awake ..
            Ah jinjja? J

            Seohyun menahan bibirnya dengan telunjuk, pipinya terasa panas, dan pandanganya mulai memudar, matanya dikelabui dengan air. Seohyun mengerjapkan matanya berkali-kali setelah itu, namun airmata itu tidak juga berhenti. Ia merebahkan tubuhnya, memunggungi Hyoyeon yang sudah terlebih dulu lelap dalam mimpinya. Berusaha tidak terdengar sedang terisak menangis, mencoba menahan pedih dan menelanya sendirian.
            ‘mengapa perasaan ini hidup begitu nyata? Mengapa Yong Oppa terasa begitu dekat dan hidup disini..’ Seohyun memegangi dadanya dalam rasa rindu yang luar biasa.
            ‘seharusnya aku mengatakan aku juga merindukanya.. aku berharap ia menemuiku sekarang juga, seandainya aku menanggalkan rasa canggungku untuk satu hari saja, seandainya aku menanggalkan gengsiku padanya sehari saja, aku ingin berlari memeluknya, dan berharap dia mememluku lama.. sampai aku merasa cukup untuk ditinggalkan..’ Seohyun semakin terisak, ia kemudian bangun dan keluar dari kamarnya. Seohyun berlari menuju kamar mandi dan menguncinya. Menyalakan kran air, dan menangis kencang sendirian, berharap tidak ada satu orang pun member yang mendengar suara tangisnya dalam kesepian dan rasa takut ditinggalkan.

            “Oppa.. Yonghwa Oppa..” Seohyun menundukan kepalanya pada lututnya “jinjja.. saranghanda..” bisiknya dalam tangis yang terus meluber dan pedih terus menjalar hebat dalam batinya. Perasaan yang takut dan tidak ingin di tinggalkan.

            To : Hyu~un
            Jangan dulu tidur ya ..
            Temani aku .. nan jeongmal bogosipo ..

            Yonghwa mengangkat tubuhnya dan mengamit satu coat tebal, mengambil topi juga masker dari lemari pakaiannya, menggunakan sarung tangan dan membawa tas gendongnya.
            tengah malam menjadi waktu yang amat berharga dan membuat rasa rindu tak tertahankan, Yonghwa membuka pintu kamarnya dan mengendap-ngendap keluar dari dormnya.

***
            Seohyun menatap wajahnya di cermin, matanya sembab dan memerah ia tersenyum pada bayangnya di cermin.
            “baru menyadari kamu begitu menyayanginya ya?” Seohyun menyentuh bayangnya dengan telunjuk “katakana saja kamu mencintainya.. satu hari lupakan rasa malumu..” Seohyun kemudian menulis di cermin itu dengan jarinya . Y & S .. ia mencuci mukanya dan berharap sisa menangis nya tidak nampak hingga besok pagi. Ia mematikan kembali air keran, berjalan ke kamarnya. Berharap besok perasaannya membaik.
            Sebelum memejamkan matanya ia memeriksa ponselnya yang tadi ia tinggalkan di kamar, dan lima panggilan tak terjawab juga beberapa pesan singkat hingga di ponselnya, buru-buru Seohyun memeriksanya, dan itu semua dari Yonghwa.
           
            From : Yo~ong Oppa
            Jangan dulu tidur ya ..
            Temani aku .. nan jeongmal bogosipo ..

            From : Yo~ong Oppa
            Hyunnie..

           
From : Yo~ong Oppa
            Berharap kamu tidak tertidur ..
            Aku bisa mati kedinginan menunggu mu diluar ..
            Cepat temui aku ..

            Seohyun terperanjat dan buru-buru mengambil sweeternya berlari menuju keluar apartemennya. Berharap Yonghwa masih berada disana, menunggunya.

***
            Yonghwa sudah mondar-mandir  hampir setengah jam setelah ia menepi di depan apartement tempat Seohyun tinggal bersama ke 8 member SNSD yang lain, Yonghwa benar-benar hampir mati kedinginan.
            “chogiyo.. anda siapa?” Yonghwa mengangkat wajahnya saat salah seorang security apartement itu mendatanginya, dan menatapnya curiga.
            Bagaimana tidak dicurigai, ia mengenakan pakaian serba hitam, termasuk topi dan sarung tangan, kecuali maskernya yang berwarna putih bersih. Yonghwa kemudian membuka maskernya, dan terkekeh menyesal pada sang security yang sudah akrab dengannya.
            “oh?! Yonghwa-shi.. apa yang kamu lakukan tengah malam begini? Tsktsk aku kira anda sasaeng fans..”
            “sssst !! ajusshi.. jangan menyebut namaku..”
            “oh arraseo.. tapi.. apa yang kamu lakukan selarut ini disini Yonghwa-shi?”
            “aku sedang menunggu Seohyun..” jawab Yonghwa lirih “ajusshi, jika dia menemuiku, bisa menjadi security kita berdua kan?” security itu mengangkat alisnya tidak mengerti.
            “supaya tidak ada yang mengganggu kami maksudnya, termsuk reporter apalagi fans..”
            “oooh.. arraseo arraseo.. tapi dimana Seohyun?” Yonghwa menemukan seseorang berjalan tergesa-gesa dari dalam apartement yang lampu lobynya cukup gelap
            “itu dia..” lirih Yonghwa, senyumnya mengembang antara bahagia dan duka, pada akhirnya malam ini adalah kesempatan satu-satunya untuk mengatakan apa yang ia rasakan.
           
            Nothing last forever though we want it to
            The road ahead holds different ‘Dream’
            For Me and You ..

            Melihat tubuh yang menjulang tinggi itu tetap menungguinya, membuat perasaan sedihnya kembali meluber, sebelum menginjakan kakinya keluar apartement, Seohyun membalikan tubuhnya, lalu menghapus airmata yang tau-tau keluar, entah untuk rasa bahagia karena Yonghwa masih menungguinya atau karena perasaan sedih karena ini bisa jadi malam terakhir mereka bersama-sama lagi.
            “ehm ehm ..aa ..aaa..” Seohyun memperbaiki suaranya. Kemudian membalikan tubuhnya dan berjalan cepat menghampiri Yonghwa.

            ‘lihat wajahnya yang .. bahkan aku tidak bisa mengatakan apapun.. Seohyun.. neon jinjja yeppota..’
            ‘Oppa .. gomawoyo.. gomawoyo..’  Tubuh Yonghwa terhalangi seorang security apartement, yang akhirnya berbalik ke arah Seohyun dan meninggalkan tubuh Yonghwa disitu sendirian, bergeming dan tak bergerak sama sekali.
Sebelum tubuh mereka berhadapan satu sama lain, banyak kata-kata yang memuja, mengungkap dan berteriak di dalam hati mereka sendiri, namun kemampuan mereka untuk menyuarakan apa yang dikatakan hati tidak sekuat perasaan rindu mereka satu sama lain.
            Dan mulut mereka tertutup rapat saat mata mereka saling bertemu, tubuh mereka hanya berjarak sepuluh senti satu sama lain, tak ada satu katapun yang bisa mereka ucapkan, Yonghwa mengulurkan tanganya, dan tatapan matanya semakin semu, mereka berdua sama-sama tau, tak banyak waktu yang tersisa untuk bersama-sama menghabiskan waktu berdua seperti ini lagi.
            Seohyun meletakan telapak tangannya di tangan Yonghwa, kemudian Yonghwa menggenggamnya erat. Membawa tubuh Seohyun ikut melangkah bersamanya tanpa mengatakan satu kata pun.
            “Oppa..” dalam langkahnya yang lambat Seohyun mulai berbicara
            “hm..” suara Yonghwa bergetar, mereka berdua tau, jika mereka saling berbicara satu sama lain, yang keluar bukanlah isi hati mereka, namun airmata.
            Langkah mereka berhenti di taman bermain yang letaknya tidak jauh dari apartement Seohyun. Yonghwa mendorong tubuh Seohyun untuk duduk di kursi ayunan, kemudian Yonghwa mendorong ayunan itu pelan dari belakang.
            Mereka tidak mengatakan apapun, hanya perasaan satu sama lain yang mengerti, mereka tidak harus mengatakan apapun untuk mengucapkan suatu perpisahan, karena itu .. pedih .. menyakitkan..
            “Oppa.. kemaneo..” suara Seohyun lembut. Kemudian Yonghwa menghentikan dorongannya. “ada apa tengah malam begini datang ke apartementku?” Yonghwa berjalan pelan ke bagian depan ayunan, dan berjongkok menyamakan tingginya dengan Seohyun. Yonghwa mengelus rambut Seohyun pelan.
            “saranghanda..” bisiknya sambil mentap mata Seohyun lurus-lurus, berharap Seohyun mengerti apa yang ia rasakan, berharap mereka memiliki perasaan yang sama satu sama lain, berharap perpisahan ini terjadi hanya pada acara ini, bukan di dunia nyata.
            Jantung Seohyun bergetar cepat, tanpa disadari airmata mengalir dari matanya, tatapan mata Yonghwa begitu lembut dan merajam hatinya, dengan cepat Seohyun memeluk tubuh Yonghwa.
            “na do Oppa.. saranghamnida..” bisik Seohyun dalam peluknya, Yonghwa membalas pelukan itu dan mendekap Seohyun erat.
            “kita akan segera berpisah.. terimakasih untuk satu tahun yang indah Joohyun-ah..”
            “aku yang harus berterimakasih pada Oppa..” Seohyun melepaskan pelukanya dan memegangi wajah Yonghwa.
            “Seohyun, Seo Joohyun.. ini hanya acara virtual yang bahkan tidak nyata bukan?” Seohyun mengagguk “tapi perasaanku kepadamu tumbuh begitu saja, nyata dan tidak rela melepaskanmu.. aku sangat menyayangimu..” Yonghwa memegangi telapak tangan Seohyun yang masih menempel di wajahnya. Sementara airmata Seohyun terus mengalir.
            “mari kita buat perpisahan yang juga virtual dengan indah oppa.. karena aku juga sangat menyayangimu.. sangat sulit untuk mengatakan perpisahan padamu.. tapi mungkin berpisah seperti itu, akan membawa kita pada takdir yang lain.. kita memang harus berpisah oppa ..” Seohyun terisak

            Sometimes good bye though it hurts in your heart
            Is the only one way for destiny ..
            Sometimes good bye though it hurts is the only way
            For you and me ..

            “Joohyun, tidak akan ada lagi jalan-jalan bersama bebas di muka umum, tak akan bisa lagi aku memandangi mu dari jarak sedekat ini.. aku pasti akan sangat merindukanmu..”

            Though it’s the hardest thing to say
            I miss you loving in every way
            So say goodbye, but don’t you cry ..
            Because true love NEVER DIES ..

            Untuk menit yang berlalu mereka hanya saling menatap satu sama lain, menyadari tidak akan ada kesempatan lagi untuk saling memandangi satu sama lain.
            “shooting untuk episode terakhir yongseo kapan oppa?”
            “tiga hari lagi hyunnie.. waeyo ..”
            “aniyo.. aku pasti akan sangat merindukan semua hal yang pernah kita lewati.. mission card, event, surprise.. bertemu dengan member cnblue.. menghabiskan satu hari penuh bersamamu..aku..” Seohyun terhenti dan kembali menangis.. Yonghwa menghapus airmata Seohyun dengan jarinya.
            “maafkan aku .. maafkan aku jika selama ini sering mengecewakanmu..” Seohyun menggeleng, baginya tidak ada yang perlu dimaafkan atau memaafkan untuk dua orang yang sama-sama saling mencintai.
            Yonghwa menatap Seohyun dalam, untuk pertama kalinya Yonghwa mendekatkan wajahnya pada wajah Seohyun.
            Seohyun menutup kedua matanya dalam tangis, membiarkan Yonghwa melakukan apapun yang akan membuat mereka sama-sama bahagia untuk berpisah, untuk pertama kalinya Seohyun melepaskan ketakutan, ia bersedia untuk Yonghwa.
            Yonghwa mendaratkan bibirnya di bibir Seohyun lembut, melepaskan rasa cintanya yang tak harus di pendam lagi.. Seohyun membalas ciuman itu. ya mereka saling mencintai. Bukan di dalam program reality show.. namun dikehidupan nyata.

***
            Yonghwa menuntun Seohyun kembali ke apartementnya, mereka tidak punya waktu panjang untuk melepaskan perasaan mereka satu sama lain.
            “Setelah hari ini, kisah ini akan kita jaga baik-baik, tidak untuk di perlihatkan pada orang lain.. tapi untuk kita simpan sendiri, begitu bukan Oppa?”
            “hm..” Yonghwa mengangguk “kita harus memikirkan fans, karir kita, kehidupan pribadi kita, Joohyun.. jika orang lain mengatakan aku memiliki hubungan dengan perempuan lain selain mu, itu hanya obrolan kosong .. aku harap setelah hari ini berakhir kita berdua kuat menghadapi apapun yang ada di depan kita ..” mereka berhenti sekejap hanya untuk menatap satu sama lain.
            “aku akan memberikan kepercayaanku seutuhnya padamu oppa..”

            Each and every end always written in the stars
            If only I could stop the world, I’d make this last ..

            Yonghwa kembali menenggelamkan Seohyun dalam pelukanya, satu tahun berlalu begitu cepat, gadis ini, gadis yang teramat polos dan amat Yonghwa cintai, sungguh-sungguh tanpa ada satu sekatpun yang menghalangi, tanpa ada perasaan lain yang mengikat, Yonghwa hanya mencintainya.
            “aku harap, setelah program ini usai, Oppa dan aku akan tetap banyak bertemu, walau itu sulit, aku ingin setiap aku merindukan oppa, atau membutuhkan oppa, oppa ada untuku..”

            And when you need my arms to run into
            I will come to you ..
            Nothing will change the way I feel ..

            Yonghwa melepaskan pelukanya dan mengangguk, perasaan mereka bercampur aduk antara bahagia saling memiliki di dunia nyata, dan sedih karena setelah ini mereka akan banyak di beri jarak dan waktu. Airmata ini entah untuk bersedih karena berpisah, atau karena bahagia yang terdera ..

            “selamat tinggal Seohyun-ah..” Yonghwa mengecup kening Seohyun pelan, diiringi airmata deras dari Seohyun
            “saranghe Oppa..” jawab Seohyun lirih
            “nado sarangheo ..” Yongwha mengamit lengan Seohyun dan kembali menuntunya menuju apartement.
            Tidak ada kata yang mereka ucapkan setelah itu, mereka hanya sibuk berbicara dari hati ke hati, banyak harapan yang tidak bisa terucapkan banyak perasaan yang belum cukup untuk di ungkapkan, dan mereka berharap shooting di episode terakhir nanti akan lebih mudah dan tidak ada airmata yang jatuh..

            Satu yang jelas, hari ini mereka terpisah, tapi hati mereka saling memiliki. Kendati tidak ada waktu untuk meluapkan cinta mereka satu sama lain saat ini, namun ketika waktunya tiba, mereka akan mereda untuk saling mencintai satu sama lain lagi. Bukan untuk sebuah acara, namun untuk kehidupan mereka.

            Sometimes good bye though it hurts in your heart
            Is the only one way for you destiny ..
            Sometimes good bye though it hurts is the only way
            For you and me ..

            Though it’s the hardest thing to say
            I miss you loving in every way
            So say goodbye, but don’t you cry ..
            Because true love NEVER DIES ..


            Yonghwa menyaksikan punggung Seohyun yang semakin menjauh dan menghilang di balik tembok apartement, kemudian ia melenggang pelan dari tempat itu. tidak ada kesepakatan untuk saling memiliki, hanya ada kesepakatan untuk mempercayai satu sama lain, dan menjaga perasaan satu sama lain, tidak ada kesepakatan untuk menjalin, yang ada hanyalah kesepakatan untuk membuat memori yang indah di episode terakhir, juga untuk menjaga kenangan indah itu dalam hati, tidak memudarkannya dan melupaknan segalanya begitu saja. Membuat semuanya terasa indah hingga mereka menua kemudian mati bersama. Seperti apa yang pernah Seohyun katakan sebelumnya.
Malam ini adalah malam untuk mengingat apa yang pernah terjadi satu sama lain, karena mereka sama, sama-sama tidak ingin dilupakan, dan karena satu. Perasaan mereka nyata, walau acara itu, tidak.

            So say goodbye, but don’t you cry ..
            Because the true love is never dies ..



leave a comment juseyo ..



1 komentar:

  1. =") so sweet banget ya. berharap itu cerita beneran terjadi pas last episode.nya yongseo.
    i love this couple so much. dan saya juga percaya jika mereka memeang ditakdirkan bersama maka mereka akan tetap bersama apapun yg terjadi. hihihi^^

    sory telat banget, ini tulisan udh di tahun 2012 ak baru komen skrg. kkk~ maklum saya masih jadi traine.ny Kpopers =D. dan pasangan ini yang telah membuka mata hati dan perasaan saya mengenai dunia per.korea.an

    @DenokDanik

    BalasHapus