A
Night To Remeber
Cast :
Jung Yonghwa
Seo Joohyun
Ost : Say Goodbye - S Club 7
you can download this songs here please listen to this song, its verry great songs ..
you can download this songs here please listen to this song, its verry great songs ..
Last
Mission –
Buat
satu hari terbaik untuk istrimu ..
Yonghwa menghela nafas panjang,
sesak dan pedih datang bergantian, tak terhindari, terus terpatri. Berharap ini
bukan kenyataan. Sayangnya acara ini juga bukan sesuatu yang nyata, kecuali perasaanya.
Tak ada yang salah bukan dengan mencintai seseorang yang menjadi bagian dari
hidupnya walaupun hanya ‘berpura-pura’ menjadi pasangan sehidup sematinya? Satu
tahun habis di lewati. Apakah dia akan berfikir ini semua sudah berakhir dan
tak ada lagi yang harus dirasakan selain rasa sakit?
In
the years to come,
Will
you think about these moments that we shared ?
In
the years to come,
Are
you gonna think is over ?
And
how we lived each day with no regrets?
***
Last
mission –
Buat
satu hari terbaik untuk suamimu..
Perasaanya bercampur aduk antara
sedih dan takut, antara bimbang dan menyesal, Seohyun menatapi satu amplop dan
satu baris tulisan yang membuat hatinya berdetak tidak teratur. Yang bermain
dikepalanya hanyalah ‘ternyata .. kita sudah melewati ratusan hari bersama,
sejauh ini sudah bersama..’ bagaimana harus mengatakannya? Mengapa program yang
bahkan hanya virtual, mampu menumbuhkan perasaan yang nyata seperti ini?
Seohyun menahan dirinya untuk tidak menangis. Hari itu, menjadi salah satu hari
paling menyakitkan baginya, namun ia bersyukur, sejauh ini dia melangkah
bersama Yonghwa, Yonghwa mampu membuat hidupnya berubah banyak .. ‘kamsahamnida oppa..’
Maybe,
there will be things we wished we never said ..
In
a year from now,
Maybe
we will see each other
Standing
in the same street corner, no regrets ..
***
Yonghwa merebahkan tubuhnya di bawah
sinar lampu yang temaram di dalam kamarnya, ada kesedihan yang terbendung dan
tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata apapun, baginya, satu tahun ini sangat
berarti, bertemu dengan Seohyun, Seo Joohyun yang bertanya dengan polos ‘apa
perbedaan antara suka dan cinta?’ bertemu dengan Seo Joohyun, yang dengan polos
mengajarinya menari, sesuatu yang sama sekali Yonghwa benci.
“setelah satu tahun ini berakhir,
apakah kamu akan berfikir perasaanku juga berakhir?” Yonghwa memandangi potret
Seohyun yang terpajang sebagai wallpaper ponselnya.
“aku rindu..” bisiknya, dan tanpa
ancang-ancang, airmata itu sudah turun membasahi pipinya.
To : Hyu~un
Are you sleeping ?
Seo Joohyun, I miss you ..
Yonghwa
menghapus deretan airmatanya, menertawakan diri sendiri kemudian, mengapa
Perasaan
itu tumbuh menjadi nyata, mengapa bahkan kerinduan itu terasa begitu nyata?
Tidak bisakah waktu berjalan lebih lambat? Atau memberinya kesempatan untuk
terus menjaga Seohyun? Mengapa berpisah dengan seorang ‘Fake-wife’ sesakit ini?
“apakah kamu memiliki perasaan yang
sama denganku Seohyun-ah?”
To
: Yo~ong Oppa ..
No
oppa, I still awake ..
Ah
jinjja? J
Seohyun menahan bibirnya dengan
telunjuk, pipinya terasa panas, dan pandanganya mulai memudar, matanya
dikelabui dengan air. Seohyun mengerjapkan matanya berkali-kali setelah itu,
namun airmata itu tidak juga berhenti. Ia merebahkan tubuhnya, memunggungi
Hyoyeon yang sudah terlebih dulu lelap dalam mimpinya. Berusaha tidak terdengar
sedang terisak menangis, mencoba menahan pedih dan menelanya sendirian.
‘mengapa
perasaan ini hidup begitu nyata? Mengapa Yong Oppa terasa begitu dekat dan
hidup disini..’ Seohyun memegangi dadanya dalam rasa rindu yang luar biasa.
‘seharusnya
aku mengatakan aku juga merindukanya.. aku berharap ia menemuiku sekarang juga,
seandainya aku menanggalkan rasa canggungku untuk satu hari saja, seandainya
aku menanggalkan gengsiku padanya sehari saja, aku ingin berlari memeluknya,
dan berharap dia mememluku lama.. sampai aku merasa cukup untuk ditinggalkan..’
Seohyun semakin terisak, ia kemudian bangun dan keluar dari kamarnya. Seohyun
berlari menuju kamar mandi dan menguncinya. Menyalakan kran air, dan menangis
kencang sendirian, berharap tidak ada satu orang pun member yang mendengar
suara tangisnya dalam kesepian dan rasa takut ditinggalkan.
“Oppa.. Yonghwa Oppa..” Seohyun
menundukan kepalanya pada lututnya “jinjja.. saranghanda..” bisiknya dalam
tangis yang terus meluber dan pedih terus menjalar hebat dalam batinya.
Perasaan yang takut dan tidak ingin di tinggalkan.
To
: Hyu~un
Jangan
dulu tidur ya ..
Temani
aku .. nan jeongmal bogosipo ..
Yonghwa mengangkat tubuhnya dan
mengamit satu coat tebal, mengambil topi juga masker dari lemari pakaiannya,
menggunakan sarung tangan dan membawa tas gendongnya.
tengah malam menjadi waktu yang amat
berharga dan membuat rasa rindu tak tertahankan, Yonghwa membuka pintu kamarnya
dan mengendap-ngendap keluar dari dormnya.
***
Seohyun menatap wajahnya di cermin,
matanya sembab dan memerah ia tersenyum pada bayangnya di cermin.
“baru menyadari kamu begitu
menyayanginya ya?” Seohyun menyentuh bayangnya dengan telunjuk “katakana saja
kamu mencintainya.. satu hari lupakan rasa malumu..” Seohyun kemudian menulis
di cermin itu dengan jarinya . Y & S .. ia mencuci mukanya dan berharap
sisa menangis nya tidak nampak hingga besok pagi. Ia mematikan kembali air
keran, berjalan ke kamarnya. Berharap besok perasaannya membaik.
Sebelum memejamkan matanya ia
memeriksa ponselnya yang tadi ia tinggalkan di kamar, dan lima panggilan tak
terjawab juga beberapa pesan singkat hingga di ponselnya, buru-buru Seohyun
memeriksanya, dan itu semua dari Yonghwa.
From
: Yo~ong Oppa
Jangan
dulu tidur ya ..
Temani
aku .. nan jeongmal bogosipo ..
From
: Yo~ong Oppa
Hyunnie..
From : Yo~ong Oppa
Berharap
kamu tidak tertidur ..
Aku
bisa mati kedinginan menunggu mu diluar ..
Cepat
temui aku ..
Seohyun terperanjat dan buru-buru
mengambil sweeternya berlari menuju keluar apartemennya. Berharap Yonghwa masih
berada disana, menunggunya.
***
Yonghwa sudah mondar-mandir hampir setengah jam setelah ia menepi di
depan apartement tempat Seohyun tinggal bersama ke 8 member SNSD yang lain,
Yonghwa benar-benar hampir mati kedinginan.
“chogiyo.. anda siapa?” Yonghwa
mengangkat wajahnya saat salah seorang security apartement itu mendatanginya,
dan menatapnya curiga.
Bagaimana tidak dicurigai, ia
mengenakan pakaian serba hitam, termasuk topi dan sarung tangan, kecuali
maskernya yang berwarna putih bersih. Yonghwa kemudian membuka maskernya, dan
terkekeh menyesal pada sang security yang sudah akrab dengannya.
“oh?! Yonghwa-shi.. apa yang kamu
lakukan tengah malam begini? Tsktsk aku kira anda sasaeng fans..”
“sssst !! ajusshi.. jangan menyebut
namaku..”
“oh arraseo.. tapi.. apa yang kamu
lakukan selarut ini disini Yonghwa-shi?”
“aku sedang menunggu Seohyun..”
jawab Yonghwa lirih “ajusshi, jika dia menemuiku, bisa menjadi security kita
berdua kan?” security itu mengangkat alisnya tidak mengerti.
“supaya tidak ada yang mengganggu
kami maksudnya, termsuk reporter apalagi fans..”
“oooh.. arraseo arraseo.. tapi
dimana Seohyun?” Yonghwa menemukan seseorang berjalan tergesa-gesa dari dalam
apartement yang lampu lobynya cukup gelap
“itu dia..” lirih Yonghwa, senyumnya
mengembang antara bahagia dan duka, pada akhirnya malam ini adalah kesempatan
satu-satunya untuk mengatakan apa yang ia rasakan.
Nothing
last forever though we want it to
The
road ahead holds different ‘Dream’
For
Me and You ..
Melihat tubuh yang menjulang tinggi
itu tetap menungguinya, membuat perasaan sedihnya kembali meluber, sebelum
menginjakan kakinya keluar apartement, Seohyun membalikan tubuhnya, lalu
menghapus airmata yang tau-tau keluar, entah untuk rasa bahagia karena Yonghwa
masih menungguinya atau karena perasaan sedih karena ini bisa jadi malam terakhir
mereka bersama-sama lagi.
“ehm ehm ..aa ..aaa..” Seohyun
memperbaiki suaranya. Kemudian membalikan tubuhnya dan berjalan cepat
menghampiri Yonghwa.
‘lihat
wajahnya yang .. bahkan aku tidak bisa mengatakan apapun.. Seohyun.. neon
jinjja yeppota..’
‘Oppa
.. gomawoyo.. gomawoyo..’ Tubuh Yonghwa terhalangi seorang security
apartement, yang akhirnya berbalik ke arah Seohyun dan meninggalkan tubuh
Yonghwa disitu sendirian, bergeming dan tak bergerak sama sekali.
Sebelum
tubuh mereka berhadapan satu sama lain, banyak kata-kata yang memuja,
mengungkap dan berteriak di dalam hati mereka sendiri, namun kemampuan mereka
untuk menyuarakan apa yang dikatakan hati tidak sekuat perasaan rindu mereka
satu sama lain.
Dan mulut mereka tertutup rapat saat
mata mereka saling bertemu, tubuh mereka hanya berjarak sepuluh senti satu sama
lain, tak ada satu katapun yang bisa mereka ucapkan, Yonghwa mengulurkan
tanganya, dan tatapan matanya semakin semu, mereka berdua sama-sama tau, tak
banyak waktu yang tersisa untuk bersama-sama menghabiskan waktu berdua seperti
ini lagi.
Seohyun meletakan telapak tangannya
di tangan Yonghwa, kemudian Yonghwa menggenggamnya erat. Membawa tubuh Seohyun
ikut melangkah bersamanya tanpa mengatakan satu kata pun.
“Oppa..” dalam langkahnya yang lambat
Seohyun mulai berbicara
“hm..” suara Yonghwa bergetar,
mereka berdua tau, jika mereka saling berbicara satu sama lain, yang keluar
bukanlah isi hati mereka, namun airmata.
Langkah mereka berhenti di taman
bermain yang letaknya tidak jauh dari apartement Seohyun. Yonghwa mendorong
tubuh Seohyun untuk duduk di kursi ayunan, kemudian Yonghwa mendorong ayunan
itu pelan dari belakang.
Mereka tidak mengatakan apapun,
hanya perasaan satu sama lain yang mengerti, mereka tidak harus mengatakan
apapun untuk mengucapkan suatu perpisahan, karena itu .. pedih .. menyakitkan..
“Oppa.. kemaneo..” suara Seohyun
lembut. Kemudian Yonghwa menghentikan dorongannya. “ada apa tengah malam begini
datang ke apartementku?” Yonghwa berjalan pelan ke bagian depan ayunan, dan
berjongkok menyamakan tingginya dengan Seohyun. Yonghwa mengelus rambut Seohyun
pelan.
“saranghanda..” bisiknya sambil
mentap mata Seohyun lurus-lurus, berharap Seohyun mengerti apa yang ia rasakan,
berharap mereka memiliki perasaan yang sama satu sama lain, berharap perpisahan
ini terjadi hanya pada acara ini, bukan di dunia nyata.
Jantung Seohyun bergetar cepat,
tanpa disadari airmata mengalir dari matanya, tatapan mata Yonghwa begitu
lembut dan merajam hatinya, dengan cepat Seohyun memeluk tubuh Yonghwa.
“na do Oppa.. saranghamnida..” bisik
Seohyun dalam peluknya, Yonghwa membalas pelukan itu dan mendekap Seohyun erat.
“kita akan segera berpisah..
terimakasih untuk satu tahun yang indah Joohyun-ah..”
“aku yang harus berterimakasih pada Oppa..” Seohyun melepaskan pelukanya dan memegangi wajah Yonghwa.
“aku yang harus berterimakasih pada Oppa..” Seohyun melepaskan pelukanya dan memegangi wajah Yonghwa.
“Seohyun, Seo Joohyun.. ini hanya
acara virtual yang bahkan tidak nyata bukan?” Seohyun mengagguk “tapi
perasaanku kepadamu tumbuh begitu saja, nyata dan tidak rela melepaskanmu.. aku
sangat menyayangimu..” Yonghwa memegangi telapak tangan Seohyun yang masih
menempel di wajahnya. Sementara airmata Seohyun terus mengalir.
“mari kita buat perpisahan yang juga
virtual dengan indah oppa.. karena aku juga sangat menyayangimu.. sangat sulit
untuk mengatakan perpisahan padamu.. tapi mungkin berpisah seperti itu, akan
membawa kita pada takdir yang lain.. kita memang harus berpisah oppa ..”
Seohyun terisak
Sometimes
good bye though it hurts in your heart
Is
the only one way for destiny ..
Sometimes
good bye though it hurts is the only way
For
you and me ..
“Joohyun, tidak akan ada lagi
jalan-jalan bersama bebas di muka umum, tak akan bisa lagi aku memandangi mu
dari jarak sedekat ini.. aku pasti akan sangat merindukanmu..”
Though
it’s the hardest thing to say
I
miss you loving in every way
So
say goodbye, but don’t you cry ..
Because
true love NEVER DIES ..
Untuk menit yang berlalu mereka
hanya saling menatap satu sama lain, menyadari tidak akan ada kesempatan lagi
untuk saling memandangi satu sama lain.
“shooting untuk episode terakhir
yongseo kapan oppa?”
“tiga hari lagi hyunnie.. waeyo ..”
“aniyo.. aku pasti akan sangat
merindukan semua hal yang pernah kita lewati.. mission card, event, surprise..
bertemu dengan member cnblue.. menghabiskan satu hari penuh bersamamu..aku..”
Seohyun terhenti dan kembali menangis.. Yonghwa menghapus airmata Seohyun
dengan jarinya.
“maafkan aku .. maafkan aku jika
selama ini sering mengecewakanmu..” Seohyun menggeleng, baginya tidak ada yang
perlu dimaafkan atau memaafkan untuk dua orang yang sama-sama saling mencintai.
Yonghwa menatap Seohyun dalam, untuk
pertama kalinya Yonghwa mendekatkan wajahnya pada wajah Seohyun.
Seohyun menutup kedua matanya dalam
tangis, membiarkan Yonghwa melakukan apapun yang akan membuat mereka sama-sama
bahagia untuk berpisah, untuk pertama kalinya Seohyun melepaskan ketakutan, ia
bersedia untuk Yonghwa.
Yonghwa mendaratkan bibirnya di
bibir Seohyun lembut, melepaskan rasa cintanya yang tak harus di pendam lagi.. Seohyun
membalas ciuman itu. ya mereka saling mencintai. Bukan di dalam program reality
show.. namun dikehidupan nyata.
***
Yonghwa menuntun Seohyun kembali ke
apartementnya, mereka tidak punya waktu panjang untuk melepaskan perasaan
mereka satu sama lain.
“Setelah hari ini, kisah ini akan
kita jaga baik-baik, tidak untuk di perlihatkan pada orang lain.. tapi untuk
kita simpan sendiri, begitu bukan Oppa?”
“hm..” Yonghwa mengangguk “kita
harus memikirkan fans, karir kita, kehidupan pribadi kita, Joohyun.. jika orang
lain mengatakan aku memiliki hubungan dengan perempuan lain selain mu, itu
hanya obrolan kosong .. aku harap setelah hari ini berakhir kita berdua kuat
menghadapi apapun yang ada di depan kita ..” mereka berhenti sekejap hanya
untuk menatap satu sama lain.
“aku akan memberikan kepercayaanku
seutuhnya padamu oppa..”
Each
and every end always written in the stars
If
only I could stop the world, I’d make this last ..
Yonghwa
kembali menenggelamkan Seohyun dalam pelukanya, satu tahun berlalu begitu
cepat, gadis ini, gadis yang teramat polos dan amat Yonghwa cintai,
sungguh-sungguh tanpa ada satu sekatpun yang menghalangi, tanpa ada perasaan
lain yang mengikat, Yonghwa hanya mencintainya.
“aku harap, setelah program ini
usai, Oppa dan aku akan tetap banyak bertemu, walau itu sulit, aku ingin setiap
aku merindukan oppa, atau membutuhkan oppa, oppa ada untuku..”
And
when you need my arms to run into
I
will come to you ..
Nothing
will change the way I feel ..
Yonghwa melepaskan pelukanya dan
mengangguk, perasaan mereka bercampur aduk antara bahagia saling memiliki di
dunia nyata, dan sedih karena setelah ini mereka akan banyak di beri jarak dan
waktu. Airmata ini entah untuk bersedih karena berpisah, atau karena bahagia
yang terdera ..
“selamat tinggal Seohyun-ah..”
Yonghwa mengecup kening Seohyun pelan, diiringi airmata deras dari Seohyun
“saranghe Oppa..” jawab Seohyun
lirih
“nado sarangheo ..” Yongwha mengamit
lengan Seohyun dan kembali menuntunya menuju apartement.
Tidak ada kata yang mereka ucapkan
setelah itu, mereka hanya sibuk berbicara dari hati ke hati, banyak harapan
yang tidak bisa terucapkan banyak perasaan yang belum cukup untuk di ungkapkan,
dan mereka berharap shooting di episode terakhir nanti akan lebih mudah dan
tidak ada airmata yang jatuh..
Satu yang jelas, hari ini mereka
terpisah, tapi hati mereka saling memiliki. Kendati tidak ada waktu untuk
meluapkan cinta mereka satu sama lain saat ini, namun ketika waktunya tiba,
mereka akan mereda untuk saling mencintai satu sama lain lagi. Bukan untuk
sebuah acara, namun untuk kehidupan mereka.
Sometimes
good bye though it hurts in your heart
Is
the only one way for you destiny ..
Sometimes
good bye though it hurts is the only way
For
you and me ..
Though
it’s the hardest thing to say
I
miss you loving in every way
So
say goodbye, but don’t you cry ..
Because
true love NEVER DIES ..
Yonghwa menyaksikan punggung Seohyun
yang semakin menjauh dan menghilang di balik tembok apartement, kemudian ia
melenggang pelan dari tempat itu. tidak ada kesepakatan untuk saling memiliki,
hanya ada kesepakatan untuk mempercayai satu sama lain, dan menjaga perasaan
satu sama lain, tidak ada kesepakatan untuk menjalin, yang ada hanyalah
kesepakatan untuk membuat memori yang indah di episode terakhir, juga untuk
menjaga kenangan indah itu dalam hati, tidak memudarkannya dan melupaknan
segalanya begitu saja. Membuat semuanya terasa indah hingga mereka menua
kemudian mati bersama. Seperti apa yang pernah Seohyun katakan sebelumnya.
Malam
ini adalah malam untuk mengingat apa yang pernah terjadi satu sama lain, karena
mereka sama, sama-sama tidak ingin dilupakan, dan karena satu. Perasaan mereka
nyata, walau acara itu, tidak.
So
say goodbye, but don’t you cry ..
Because
the true love is never dies ..
leave a comment juseyo ..
=") so sweet banget ya. berharap itu cerita beneran terjadi pas last episode.nya yongseo.
BalasHapusi love this couple so much. dan saya juga percaya jika mereka memeang ditakdirkan bersama maka mereka akan tetap bersama apapun yg terjadi. hihihi^^
sory telat banget, ini tulisan udh di tahun 2012 ak baru komen skrg. kkk~ maklum saya masih jadi traine.ny Kpopers =D. dan pasangan ini yang telah membuka mata hati dan perasaan saya mengenai dunia per.korea.an
@DenokDanik