Beautifull Yongseo Life - Ismi Nuraulia Rohimah
Jalan yang Berputar part 3
cast :
1. Jung Yonghwa
2. Seo Joohyun
3. Lee Jonghyun
4. Im Yoon Ah
5. Park Jiyeon (T-Ara)
Butuh waktu satu minggu untuk memulihkan kesehatan Jonghyun, dia termasuk orang yang cepat sembuh sekalipun sakit parah, Seohyun setiap hari sepulang kuliah bergegas menjenguk dan merawat Jonghyun di rumah sakit, dia benar-benar tak bisa hidup tanpa Jonghyun, satu mingggu tidak bertemu di kampus membuat Seohyun hampir mati bosan, terkadang ia membolos kuliah dan langsung kabur seharian, tanpa menyadari dia adalah murid paling diperhatikan di fakultas sastra karna IPK nya yang luarbiasa, dan hari ini Jonghyun sudah bisa kuliah seperti biasa, Seohyun bahagia tiada banding.
“yeaaaah, ikan gantenku welcome back to the real world” Seohyun merangkul sahabatnya dan membuka tangannya lebar-lebar di depan gedung kampus, sebagai penyambutan khusus untuk sahabatnya.
“aish, dasar kau ini, sudahlah lets go!” Jonghyun tersenyum dan merangkul balik bahu Seohyun.
Yonghwa mengamati mereka dri kejauhan, dia menghela nafas, tak bisa dijelaskan dengan rentetan kalimat berdasar kata tak mampudi cerna dengan logika bahagia yang tercipta ketika Yonghwa menemukan wajah yeoja dengan senyum ceria yang selalu menawan dan mata indahnya, Dunia berhenti, Yonghwa mengerti, semoga Seohyun menanti.
“Jonghyun-ah setelah mata kuliahku selesai aku menunggumu di taman kampusmu ya, oke!! Kita kan masih harus bertukar hadiah..”
“arraseo, sudah cepat masuk kelas sana!” Jonghyun mendorong punggung Seohyun
“annyeong yebo~”
“ hahaha sepertinya kamu benar-benar merindukanku, annyeong yeoja gila!” Seohyun berlari sambil melambai dan tertawa lepas ‘ish jangan membuat ekspresi seperti itu Seohyun, aku bisa mati lemas, aaah dasar kau itu’ Jonghyun selalu terpaku menikmati keindahan ciptaan tuhan yang satu itu. Yonghwa masih mengamati ‘apakah Jonghyun? Ah… ani dia kan sahabat Seohyun..’ kemudian ia memutuskan untuk pergi.
Jam pulang kuliah Seohyun
Seohyun menggengam erat tali tas punggung berwarna biru kesayangannya, ia berjalan memutar di taman kampus fakultas ekonomi yang diimpit fakultas sastra dan fakultas ilmu komunikasi, kemudian Seohyun mengeluarkan kotak yang di bungkus plastik transparan berisi jam tangan hadiah untuk Lee Jonghyun.
“Jonghyun pasti menyukai hadiahku..” Seohyun tersenyum cerah, namun kemudian pandangan matanya kabur, kepalanya terasa berat hingga akhirnya ia jatuh pingsan.
***
“ah.. aigo.. dimana aku?”
“Seohyun?” Seohyun membuka matanya pelan
“pusing sekali..” Seohyun meringis pelan ia tak bisa mengenali seseorang yang berada di dekatnya kemudian orang itu memberi Seohyun segelas air putih.
“kamsahamnida..” Seohyun terperanjat kaget sejenak, saat ia menyadari lagi-lagi Jung Yonghwa ada disisinya saat ia jatuh pingsan
“Oppa?”
“apa kamu sudah baikan? Atau kepalamu masih pusing Seohyun?”
“aku dimana oppa?”
“mian, aku membawamu pulang ke rumahku, aku tidak tau dimana rumahmu dan tidak tau harus membawamu kemana, tadi kamu pingsan di taman kampus, mungkin kamu terlalu lelah ya? Satu minggu terakhir dari pagi hingga malam mengurusi Lee Jonghyun di rumah sakit”
“Hmm.. mungkin begitu oppa, oppa.. maaf merepotkanmu lagi.. dimana Jonghyun” Yonghwa berdiri dan mendekati Seohyun yang duduk di tempat tidur miliknya
“ne, aku sangat bahagia bisa menjagamu seperti ini, bahkan aku tak berharap Jonghyun menjemputmu datang kemari ” Yonghwa memeluk pelan tubuh Seohyun
‘ommo!! Apa-apaan ini? Kyaaaa Oppa apa yang kamu lakukan?’ saking kagetnya Seohyun hanya bisa diam dan tidak bereaksi apa-apa lagi-lagi Yonghwa telak membuat pendiriannya runtuh, laki-laki yang satu semester terakhir menjadi seorang yang dihindari malah terasa sedekat ini, hingga detak jantungnya dapat terpatri dengan pasti.
“oppa.. apa yang..” belum sempat Seohyun melanjutkan kata-katanya Yonghwa beringsut melepas dekapan, dengan pelan ia mengantarkan bibirnya mengecup bibir Seohyun lembut.
“Hyu..” Jonghyun tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang
“Lee Jonghyun? “ Yonghwa melepas kecupannya dan berbalik ke arah pintu kamarnya,Yonghwa melepas senyum santai seolah tidak terjadi sesuatu yang mengejutkan
“Jo-Jo-Jonghyun?” airmuka Jonghyun berubah seketika, ada hening yang menggantung menyesakan di kamar itu, kemudian Jonghyun melangkah mendekati Seohyun dan Yonghwa.
“bagaimana keadaanmu? Sudah baikan?” Jonghyun bertanya datar tanpa ada intonasi kekhawatiran.
“Hyung, kamsahamnida, lagi-lagi kamu yang menolong Seohyun..” Jonghyun menatap sinis pada Yonghwa.
“aniya.. aku bahagia bisa melindungi dan menjaga sahabatmu Jonghyun..”
“kalau begitu aku membawa Seohyun pulang, dia sepertinya sudah membaik, sekali lagi Kamsahamnida Hyung..”
“baiklah, hati-hati ya Seohyun, jaga dirimu baik-baik” Yonghwa menepuk lembut kepala Seohyun
“ne, gomawo oppa” Seohyun tersenyum tulus, kali ini ia benar-benar berterimakasih.
***
“wah ! Seohyuniiii beruntung sekali kamu .. ooooh Yonghwa oppa sangat romantic aigooo aku jadi iri kepadamu, aku juga mau diperlakukan seperti itu.. wah kamu pasti jeongmal jeongmal jeongmal henbokeso .. bahagia kan?” Yoona betul-betul ramai seolah ia baru menemukan kisah yang seperti itu, ia terus melumat sendok demi sendok es krim banana splitnya.
“ne.. tapi itu adalah awal dari semua rasa sakit ..” Seohyun tersenyum getir, diiringi rentetan airmata yang keluar menerus dan perlahan.
“padahal ceritamu itu sangat indah, kamu malah menangis, ya Seohyun-ah ..” Seohyun kemudian tersenyum “ini masih jam 4 sore, masih mau mendengar ceritaku?”
“ne !!” Yoona mengangguk kencang.
***
Sejak hari itu, Seohyun tidak bisa melupakan kejadian di rumah Yonghwa, jika mengingatnya jantungnya terasa ditekan namun ada bahagia dibalik rasa sesak yang melanda, Seohyun sering menyempatkan waktu untuk sekedar melihat Yonghwa lewat di depan gedung kampusnya, atau sengaja lewat ke gedung kampus Yonghwa, Seohyun mengklaim bahwa Yonghwa adalah sang ‘Superman’ di hidupnya.
“ya!! Singa betina!”
“ikan ganteeeeng !!” Seohyun melambaikan tangan penuh semangat pada Jonghyun
“ah, jeongmal bagoshippyeo, aku sangaaaaaaaaaaat merindukanmu Jonghyun”
“kamu sudah sembuh singa betina?”
“ne, ini semua berkat Supermanku! Haha”
“mwo? Superman?”
“kemari!” Seohyun kemudian membisikan satu nama di kuping Jonghyun “Yonghwa Oppa” Seohyun
tersipu sambil menggigit-gigit bibirnya, sedangkan Jonghyun terpaku dan terus menatap lurus ke depan.
“Ya!! Kamu kenapa Jonghyun?!” kemudian Jonghyun tertawa kencang
“kamu betul-betul jatuh cinta pada namja yang paling kamu benci? Wah?” ekspresi datarnya
berubah menjadi meledek seketika “ternyata dunia memang berputar ya?”
“kamu !! rese sekali Lee Jonghyun!” Seohyun memukul keras pundak Dongahe
“eeeh, nyatanya memang begitu bukan? Lain kali sebelum bicara, berfikirlah dulu chagi (sayang)”
“ah.. kamu cemburu kan yebo?” tatapan Seohyun menggoda sambil terus mendorong-dorong tubuh Jonghyun dengan tubuhnya
“aiish!! Singa betina jangan bertingkah seperti ini, nanti orang-orang menyangka kita couple sungguhan!” Seohyun cengengesan sambil menggaruk kepalanya malu-malu
“betul juga, nanti kita terus-terusan menjadi jomblo karna dianggap pacaran”
“ah yasudah kalau kamu sudah mengerti, kajja kita ke kelas masing-masing”
“ne arra !!” mereka bangkit dan pergi ke ruang kelas masing-masing
Hati Seohyun masih berbunga-bunga karna kejadian satu minggu yang lalu, langkahnya mantap sambil mendengarkan lagu kesayangannya lewat earphone yang setiap hari terpasang di kedua telinganya.
“ah!! Yonghwa oppa?!” desisinya saat menemukan sosok namja yang kian cemerlang mengisi ruang hatinya, dan senyum Seohyun mengembang seketika. “sedang apa ya dia di kampus fakultas sastra? Apa dia sedang mencariku?” Seohyun tersipu sambil melepaskan kedua earphone dari kupingnya, dan senyuman itu kemudian pudar perlahan.
“gweonccana Jiyeon-ah?”
“ne, nega gweonccanae Yong..”
“arra, nanti kalau jam kuliahmu sudah selesai, langsung hubungi aku ya, aku menunggumu, ingat kan kita punya janji dinner malam ini?” Jiyeon tersenyum lebar
Rasanya Seohyun mendapat tamparan yang sangat kencang, hatinya dengan cepat berganti mus , awan mendung menggantung dan hujan badai siap melanda, Seohyun melemah, apa yang baru saja dilihatnya membuat tubuhnya terasa sangat lemas. Jiyeon adalah seniornya, dia juga merupakan mahasiswa fakultas sastra, bagi semua mahasiswa Jiyeon adalah yeoja sempurna.. Jiyeon dikenal karena dia sangat cantik, dengan IQ dan IPK yang tinggi, dia aktif di berbagai program Universitas, pribadinya yang sangat mengaggumkan betul-betul membuat namja manapun berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan perhatian Jiyeon, walau sedikit. Dan jika diperhatikan dengan jeli, Jiyeon sangat sepadan dengan Yonghwa, Yonghwa adalah Jiyeon versi namja.
“ne, arraseo nanti aku akan menghubungimu Yong, sudah ya annyeong Yong..” Senyum Yong mengembang dia terlihat sangat bahagia setelah ia mengacak rambut Jiyeon, Yong berlalu dan berjalan tepat ke arah Seohyun berdiri, Seohyun kaget namun dengan cepat ia menyambar tumpukan Koran yang tersedia di meja-meja lorong kelas yang biasa digunakan alas duduk oleh para mahasiswa refleks ia menutupi wajahnya dengan koran itu, hingga Yonghwa tak menyadari keberadaannya dan melenggang berlalu tak mempedulikan apapun.
‘Mungkin aku salah berharap
Aku terlalu tinggi menilaimu..
Bahkan rasa sakit ini membuatku
Tak bisa mempercayai apa kata hatiku..’
Seohyun menahan tangis,ia mengingat lagi kejadian dua minggu lalu di rumah sakit, saat Yong membelai tangan dan dahinya lembut, kemudian mengangkat tubuhnya ke kursi roda.
“ani!! Pabo Seohyun !! kamu terlalu percaya diri, dia tak mungkin menyukaimu bodoh !” Seohyun memukul kepalanya sendiri dan tersenyum getir. Kemudian ia melanjutkan langkahnya walau tubuhnya tak punya kekuatan untuk menyanggupi keinginan hatinya, saat ia berada di depan pintu kelas Jiyeon, dia mengamati yeoja berparas cantik itu.‘Jiyeon itu sempurna, mungkin benar yang Yong suka bukan aku.. tapi dia..’
Seperti langit dan bumi, dan bumipun masih harus digali jika harus membandingkan Jiyeon dan Seohyun, berpendar sejagat raya ibarat Jiyeon adalah matahari tapi Seohyun adalah bulan, saat gelap baru terlihat, dan tak ayal kadang tak dipedulikan banyak orang, berbeda dengan matahari, dia menjadi sumber kekuatan dan sumber perhatian, tanpa matahari apa jadinya seisi bima sakti? Itulah apa yang ada di dalam fikiran Seohyun.
Seohyun kemudian mengingat-ngingat lagi kejadian satu minggu yang lalu, saat Yong mendekap tubuhnya erat, saat perlahan ia mencium bibir kecilnya, dada Seohyun terasa sangat sesak ‘mungkin aku salah berharap.. semua perlakuan itu hanya bentuk perhatian dan rasa kasihan.. tak lebih..’
“mengapa disaat baru kurasakan bahagia?” Seohyun menghela nafas kemudian mulai menangis “secepat inikah kebahagiaan itu sirna? Tuhan beri aku kekuatan untuk tetap bertahan dan percaya aku kuat .. aku kuat..” Seohyun menekan-nekan dadanya berharap ia mendapat kekuatan untuk menerima semua kenyataan ia berlari kencang memutuskan untuk tidak mengikuti mata kuliah apapun hari ini, ia berlari mencari Jonghyun, sesungguhnya yang dia butuh hanya Jonghyun.
***
“aku tidak mengerti, apa maksudnya selama ini ? kenapa dia bersikap begitu baik padaku dan seolah dia menyukaiku? Padahal hatinya untuk Jiyeon!! Tega sekali dia mempermainkanku” Seohyun menangis terisak penuh emosi di hadapan Jonghyun yang akhirnya terpaksa ikut membolos karna tak tega melihat sahabatnya menangis
“hah..” Jonghyun menghela nafas “banyak hal yang masih harus kamu pelajari tentang namja Seohyun, kamu itu terlalu polos” Jonghyun menarik kepala Seohyun dan membiarkan Seohyun menangis kencang dalam dekapannya. “lagi pula, mengajak Jiyeon dinner belum tentu Yong menyukai Jiyeon kan? Kamu itu terlalu kaget dan takut, jangan selalu berfikir negatif Seohyun.. masih ada kesempatan.. trust me..” Seohyun mengangkat wajahnya.
“jinjja?” Jonghyun mengangguk pelan sambil tersenyum pada Seohyun
“aku akan membantumu mendapatkan cinta dan kebahagiaanmu Seohyun..”
“huaaaaa, kamu terliahat sangat tampan Jonghyun, gomawo, jeongmal gomawo sarangheo Jonghyun” akhirnya Seohyun tertawa lepas sambil menghapus jejak airmata di pipinya.
***
Yoona mendapati dirinya larut dalam kisah cinta Seohyun, yang tak ia sadari adalah ada rasa kagum yang mencuat-cuat dalam hatinya pada Jonghyun..
‘ternyata Jonghyun adalah namja yang benar-benar penyayang.. dia melindungi dan menjaga Seohyun denga sangat baik.. tapi kenapa dihadapanku dia selalu bersikap jahil dan menyebalkan? Berbeda sekali dengan apa yang diceritakan Seohyun..’
“kamu pasti tidak menyangka kan? Jonghyun ternyata begitu lembut?”
“ne, dia itu kasar dan menyebalkan sekali padaku” Seohyun tergelak
“ya! Jonghyun itu namja yang sangat romantis Yoona, tapi entah mengapa seumur hidupnya ia tidak
pernah memiliki yeojachingu”
“mwo? tidak pernah?”
“hmm” anggukan Seohyun membenarkan
“padahal dia sangat tampan kan Yoona?”
“ne, sangat.. opps” Yoona respek menutup mulutnya‘mwo? apa yang aku katakana barusan? Yoona bodoh sekali kamu!!’
“ B I N G G O !! kamu menyukai Jonghyunku !!” Seohyun tertawa kencang, Yoona salah tingkah
dan tidak tau harus menjawab apa, ia tidak bisa mengelak tapi enggan untuk mengakui, ia masih belum bisa memastikan apa yang sebenarnya ia rasakan..
“ish kamu !! ah lalu bagaimana kelanjutan kisahmu itu?”
“kenapa kamu mengalihkan pembicaraan? Jadi benar kamu menyukai Jonghyun?”
“jebbal jangan menggodaku seperti itu Seohyun..”
“ne, arra mianhe..” Yoona tertunduk malu tapi Seohyun tersenyum penuh kemenangan, Yoona sama
sekali tidak menyadari apa yang terjadi pada hatinya.
***
“kenapa rasanya dia menghindariku lagi ya? Apakah sesuatu yang salah terjadi?” Yonghwa terus bertanya-tanya pada hatinya ia merasa Seohyun memang menjauhi dan menghindarinya.
“ya!! Seohyun-shi !!” Yonghwa berteriak kencang saat menemukan yeoja yang sedari tadi bermain-main dikepalanya, tapi Seohyun terus melenggang tak mempedulikan suara yang memanggilnya.
‘kalau tidak begini aku akan semakin menyayanginya, dan semakin aku menyayanginya akan terasa semakin sakit menerima semua kenyataan yang terjadi, aniyo.. andwe aku tidak boleh memperdulikannya sama sekali’
“Seohyun-shi” Yonghwa menarik bahu Seohyun..
“ye, annyeong sunbae!!” Seohyun merubah airmukanya secepat jet.
“ne, annyeong, kemana saja kamu? Aku baru melihatmu lagi lewat ke kampus ini” Yonghwa bahagia
bukan main saat ia akhirnya bisa menemukan wajah yeoja berparas anggun dan menawan itu.
“oh, aku ada di gedung fakultas sastra oppa, sudah ya aku ada jam kuliah, bye..”
“janggeuman!!” Yonghwa menarik tangan Seohyun kali ini
“pulang kuliah aku tunggu di depan gedung kampusmu oke? Yasudah sampai ketemu”
“o.. oppa!!” giliran Yonghwa yang melenggang tak mempedulikan suara yang memanggilnya, ia
benar-benar tidak mau Seohyun menghindarinya lagi.
‘apa yang dia mau? Apa Jiyeon oenni belum cukup? kumohon jangan membuat posisiku menjadi sulit.. setidaknya aku harus sadar diri, aku terlalu rendah utnuk disandingkan denganmu Yonghwa !! tidak bisakah kamu mengerti?’
Geram Seohyun menjerit dalam hatinya, dia benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya Yonghwa pikirkan..
“sepertinya hubungan Yonghwa Oppa dengan Jiyeon memang sudah benar-benar dekat ya? Hampir setiap hari Yonghwa oppa mengantar jemput Jiyeon”
“jinjjayo? Ommo hancurlah harapanku” diam-diam Seohyun mendengarkan pembicaraan Yeoja yang berjalan di dekatnya, hatinya kian remuk, sekarang Seohyun benar-benar berada di posisi yang rumit. Kedatangan Yonghwa dihidupnya benar-benar tidak sesuai dengan harapannya.
***
Yonghwa menyambut kedatangan Seohyun dengan senyum bagahia, ada rasa tentram yang berdesir dihati Seohyun melihat senyuman itu, Seohyun tidak bisa berpura-pura, dia memang jatuh cinta pada namja yang mempermainkannya itu.
“kajja Seohyun..” Seohyun menghentikan langkahnya, ia meragu kemudian..
“jjanggeuman Oppa..”
“kenapa lagi Seohyun?”
“dimana Jiyeon-shi?”
“Y.. Jiyeon ?” Yonghwa terkejut dengan pertanyaan itu.
“ne, Jiyeon ? Park Jiyeon ?” Yonghwa mengerutkan alisnya hingga kedua alisnya bertemu ditengah.
“aku tidak tau Seohyun, mungkin saja dirumahnya” jawab Yong berusaha santai
“kamu membuat posisiku sulit Oppa..”
“apa maksudmu Seohyun?”
“seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu Oppa, apa maksudmu memperlakukanku seperti
ini?” Seohyun tak bisa menahan gejolak dalam hatinya, ia tak bisa lagi memendam amarahnya, semuanya akhirnya meledak sore itu “Oppa, kamu sadar bukan? Perlakuanmu kepadaku bisa membuatku jatuh cinta kepadamu? Aku sudah tau, kamu bersikap sama seperti ini kepada Jiyeon apa maumu sunbae?!!” Seohyun mengeluarkan semua emosi dan amarahnya dadanya turun naik dan airmatanya deras terurai.
“itu.. mianhe Seohyun..” Yonghwa tak mampu menatap mata Seohyun, bahkan untuk mengangkat kepalanyapun ia merasa tak kuat..
“apa maumu sebenarnya Jung Yonghwa !! hah ?!!” Seohyun semakin gusar ia menanti jawaban dari namja yang seutuhnya telah memenuhi ruang hatinya..
“apa kamu akan tetap berada disampingku dan sedekat ini jika aku menjelaskan semuanya padamu Seohyun?”
‘jih, dasar namja babo !! kamu sudah membuat hatiku hancur dan kali ini akan membuatku gila hah? Sialan kau !!’
“mianhe, aku memang menyukai Jiyeon sejak lama, bahkan aku menyayanginya Seohyun..” rasanya seperti naik keudara namun terdampar di ruang sepi yang menyakitkan, kemudian jatuh terhempas, sulit berjalan tersendat bernafas tak ada cahaya dan tak tau arah kembali ke bumi, tak bisa menarik hati untuk berhenti mencinta namun di jalan ini tak Seohyun temukan bahagia.
“lalu untuk apa kamu memperlakukanku seperti ini?! Seolah akulah yang kamu inginkan!! Seolah hanya aku satu-satunya yeoja yang kamu sayangi hah ?!! bahkan kamu sama sekali tak menyukaiku !!” Seohyun menangis kencang kepalanya tertunduk, ia geram pada dirinya sendiri, akan segala kebodohan yang mau mempercayakan hatinya pada Yonghwa secepat ini, dan kini yang Seohyun dapatkan hanyalah rasa sakit dan penyesalan luar biasa.
“aku ingin menjelaskannya padamu Seohyun, tapi tidak disini, ayo masuk ke mobilku”
“shirreo !! aku hanya butuh jawaban !! cepat katakan apa alasanmu memperlakukanku seperti ini hah?!!”
“shirreo !! kamu masuk mobilku dulu” Yonghwa menarik paksa tangan Seohyun, Seohyun tak bisa menjelaskan keadaan hatinya, kali ini ia benar-benar jatuh dalam jurang dilema dan kegalauan tingkat dewasa, hatinya benar-benar remuk mendengar perkataan Yonghwa tadi, namun hati Seohyun telah habis untuk mencintainya, dia sudah tidak bisa menarik perasaannya, sudah tidak bisa membawa kembali hatinya.
Yong menutup pintu mobil dan membawa Seohyun pergi dari kampus, Seohyun tak ingin terlihat lemah dimata Yonghwa, ia tak ingin Yonghwa besar kepala karena berhasil membuatnya jatuh cinta dan terluka, Seohyun menghentikan tangisnya, ia hanya sedikit terisak menunggu sisa bekas tangisan terhenti seluruhnya, mobil itu melesat sangat kencang, dan Seohyun sama sekali tidak tau kemana ia akan dibawa, kemudian ponsel Yonghwa bordering..
“yeobseo? Ne.. Jiyeon?” hati Seohyun benar-benar hancur mendengar nama itu disebut, Yong baru saja memporak-porandakan hatinya sekarang berani-beraninya dia mengangkat telepon dari yeoja yang Yong tau dengan sedikit saja menyebut namanya hati Seohyun akan hancur.
“ne, arraso.. aku segera kesana, tunggu aku..”
‘Tuhaaaan !! apa yang setan ini perbuat?! Apakah dia tidak mengerti kata-katanya tadi cukup membuatku sakit !! apa yang dia mau?! Tidak bisakah dia mengerti sedikit tentang perasaanku?’
“Seohyun, aku akan mengantarkanmu pulang, mianhe.”
“benar kan? Jiyeon ?! yak !! apa maksud semua ini Jung Yonghwa?!”
“mianata, tapi dia benar-benar sedang membutuhkanku Seohyun, aku akan menjelaskannya padamu.. tapi nanti..” mobil suv itu berhenti di depan rumah Seohyun..
“Oppa..” lirih Seohyun, suaranya sangat lembut dan sangat kontras dengan suaranya yang sedari tadi berteriak dan memaki “oppa.. apapun alasanmu, jebbal jangan datang lagi mencariku.. jangan pernah mendekatiku lagi, sebelum aku benar-benar menyayang u lebih baik kamu segera menjauh.. aku tak ingin sakit lagi.. segini saja sudah cukup oppa.. aku bukan halte bis, selagi kamu menunggu Jiyeon kamu singgah disini” Seohyun meletakan tangannya didada “kemudian setelah Jiyeon datang, kamu beranjak pergi.. jebbal oppa.. tolong hargai perasaanku sebagai seorang yeoja yang menyayang u tulus..” Seohyun kemudian tersenyum penuh kepedihan, ia menatap mata Yonghwa dalam, kendati sebenarnya hatinya pun perih mengatakan hal itu, tapi ia tak ingin semakin jauh mencintai Yong, karna Yong akan semakin dalam menyakiti hatinya, Seohyun menyadari Jiyeon bukanlah yeoja sembarangan, dia bahkan tak berani membandingkan dirinya dengan Jiyeon, Jiyeon terlalu tinggi dan ia sangat rendah, dia bukan apa-apa dan bukan sesuatu yang bisa dibanggakan.
“shirreo ! dengarkan aku dulu Seohyun.. aku bahkan menyayangimu, bukan hanya sekedar ingin mempermainkanmu, hanya saja Jiyeon..” Yonghwa menghela nafasnya “Jiyeon itu, cinta pertamaku..”
“jebbal oppa, aku tidak ingin terus begini.. baik, aku setelah aku keluar dari mobil ini, anggap saja tidak pernah ada yang terjadi diantara kita.. dan tolong jangan membawaku kedalam segitiga.. kamsahamnida oppa..” pintanya lembut namun penuh ketegasan dan ketegaran yang menjadi kekuatan yang datang tanpa diduga, Seohyun membuka pintu dan keluar dari mobil suv berwarna hitam metallic milik Yong, Yonghwa tidak menahannya, ia tak punya cukup kekuatan untuk melawan ketegaran dan permintaan yang cukup membuatnya mengerti, selama ini dirinya salah..
‘mianhe Seohyun, aku membuat posisimu sulit.. tapi aku masih harus mengejar cinta pertamaku, akupun tak mau kehilanganmu.. sejak kedatanganmu dihidupku aku memiliki semangat baru untuk tetap bertahan mencinta walau banyak didera, kamu memberi warna baru.. kekuatan baru.. tapi.. mianhe.. aku benar-benar tak bisa berhenti mencintai Jiyeon, tapi aku jua tak cukup kuat jika tanpa kamu..’
***
Yoona terisak, airmatanya melebur dengan perasaan Seohyun..
“Oh.. tega sekali dia Seohyun..” Seohyun membuang pandangan ke luar jendela, masalalunya terasa kian nyata menggenggam hatinya lagi, meremukan dan menghancurkan sekaligus.
“tapi kamu cukup kuat Seohyun, jika aku menjadi dirimu, mungkin aku akan menangis seminggu tanpa henti dan mencoba bunuh diri”
“ya!! Aku bukan tipe yeoja yang seperti itu!”
“hehehe, mianhe, jika aku menjadi kamu, sudah ku katakan bukan?”
“oh, jadi jika ikan ganteng menyukai yeoja lain, kamu akan bunuh diri? Begitu?”
“ya!! Aku tidak menyukai Jonghyun!”
“memang siapa yang bilang kamu menyukai Jonghyun? Eeeh kamu saja yang merasa” Seohyun tergelak
“es krim kita sudah habis sekarang aku lapar” Yoona mencoba mengalihkan pembicaraan
“haaaah, aigooo baiklah, cerita dilanjut di kedai ramen.
“okeee, kajja chingu..”
***
ayodong yang mampir komen, gak seru nih ah hahah
ff ny pemainnya asik teh.... :)
BalasHapuscritany jg bkin org trtarik...
wah kok udah baca part 3 lagi? yang part I sama 2 udah put ? hehehe
BalasHapusAku msih bingung dengan perasaan yong?????
BalasHapussebnrnya dia suka yong tpi knp dia juga tdk mau mlepas jiyeon???
please part slnjutnya mmbuat lbh jelas :D