Beautifull Yongseo Life - Ismi Nuraulia Rohimah
Jalan yang Berputar part 4
cast :
1. Jung Yonghwa
2. Seo Joohyun
3. Lee Jonghyun
4. Im Yoon Ah
5. Park Jiyeon
Seohyun harus pandai berakting dan mengatur emosinya, kini kabar kedekatan Jiyeon dan Yonghwa kian merebak, Seohyun mengumpulkan sisa-sisa tenaganya untuk mulai melupakan semua tentang Yonghwa tapi tidak untuk membencinya, karna membenci Yonghwa ibaratkan berjalan di lautan berombak, semakin mencoba untuk berjalan ke tengah lautan, sekuat tenaga ombak akan menghempasmu ke tepian pantai, sama sekali hal yang sia-sia, Seohyun sadar ia tak akan bisa.
“singa betina!!” Seohyun mengangkat kepalanya dan memandang lurus sahabatnya yang sedang berjalan ke arahnya.
“wooo, kamu tambah kurus yebo..” Seohyun tak menanggapi malah terus berjalan
“jangan mengabaikanku Seohyun, kamu tak akan bisa..”
“Jonghyun”
“ne ?”
“aku ingin mati”
“mwo?”
“aku lelah”
Jonghyun menarik Seohyun dan menatapnya penuh dengan rasa ketidak percayaan atas apa yang baru saja keluar dari mulutnya, ini bukan Seohyun yang ia kenal kemudian Jonghyun membawanya ke tempat yang lebih sepi dia tau sahabatnya tidak dalam keadaan baik, dan ritual yang selanjutnya akan terjadi adalah : Jonghyun akan menarik Seohyun dalam dekapnya dan membiarkan Seohyun menangis sejadi-jadinya, mendengarkan semua caci maki dan amarah serta keluh kesah Seohyun pada keadaan dan orang-orang yang dia benci, dan Jonghyun akan menenangkan Seohyun hingga tersenyum lagi.. tapi kali ini berbeda. Untuk rentetan ritual yang terakhir, Jonghyun tak kuasa melakukannya.
“Seohyun-ah !! kamu tidak pernah menangis karena namja!! Kenapa harus karna Yonghwa?! Bahkan aku tak pernah membuatmu menangis, sejak dia datang di hidupmu dia terlalu leluasa memporak-porandakan hat u, aku akan menghajarnya !”
“Jangan !! jangan Jonghyun jebbal !!” Seohyun memeluk erat lutut Jonghyun setelah ia melorot dari pelukan sahabatnya itu, tapi Jonghyun betul-betul kalap atas perlakuan Yonghwa pada Seohyun.
“kalau kamu masih menyayangiku sebagai sahabatmu, tolong biarkan aku yang menyelesaikan ini semua” Seohyun memohon pada Jonghyun.
Jonghyun mengalah, Seohyun adalah orang yang paling Jonghyun dengar, sejak orangtuanya sibuk dengan karir, usaha, dan pekerjaan, sedari kecil Jonghyun lebih sering diperhatikan oleh Seohyun dan keluarganya, jadi Jonghyun tidak bisa membiarkan Seohyun terluka atau tidak mendengerkan permintaan Seohyun..
“haaaah” Jonghyun menarik nafasnya yang terasa sangat berat “ne.. arraseo.. tapi kamu jangan menangisinya lagi ya?” Jonghyun mengangkat tubuh Seohyun, memeluknya dan mengelus rambut panjangnya, Seohyun mengangguk. “ne, aku tidak akan menangisinya lagi..”
***
Yonghwa terus mencoba menghubungi nomor ponsel Seohyun, tapi taka da jawaban sama sekali, ia menyadari dirinya memang jahat, tapi dirinya sendiri tak bisa menjelaskan apa yang sebenarnya dia mau, hanya saja, tanpa Seohyun dia merasa kosong.. dia lemah..
“Jiyeon!!”
“hai !! waeyo Yonghwa?”
“bisa bicara dengaku, berdua sebentar?”
“tentu.. tapi nanti saja ya dirumahku.. oke?”
“tidak.. aku ingin sekarang juga..”
“pentingkah?”
“ne” lalu Yonghwa dan Jiyeon bergegas pergi dari kampus
“Jiyeon, apakah kamu akan terus menolak cintaku?”
“mwo? kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?”
“apakah satu tahun belum cukup? Aku mengejarmu dan mengharapkan cintamu selama ini, tapi
kamu terus mengabaikanku dan menganggapku hanya teman biasa? Lalu apa lagi yang harus aku lakukan
untuk mendapatkan hatimu?”
“Yong..” suara Jiyeon lirih penuh penyesalan, Jiyeon sebenarnya menyimpan satu tempat khusus diahtinya untuk Yonghwa, tapi Jiyeon merasa Yong belum cukup pantas untuk menjadi kekasihnya, selama satu tahun Yong mengikuti dan mengbulkan semua keinginan Jiyeon, tapi Jiyeon malah seperti mempemainkannya.
“mianhe Yong, bukan begitu maksudku..”
“lalu apa? Jika kamu terus bersikap begini, aku menyerah, diluar sana ada Seohyun, dia satu-
satunya yeoja yang tulus dan mau menerimaku apa-adanya, bagaimanapun keadaanku, dia tidak pernah menuntutku melakukan segala macam hal yang bahkan mustahil untuk dilakukan..pikirkan baik-baik Jiyeon, jika kamu terus seperti ini, aku benar-benar akan berhenti dari permainanmu ini.” Yong berlalu, Jiyeon tak bergeming, ia tak mau kehilangan Yonghwa, tapi.. jika ia menerima cinta Yong, maka semua namja yang mengejarnya dan menyukainya akan menjauh.
Yonghwa merasa sudah melakukan keputusan yang tepat untuk beranjak dari Jiyeon, sejak kejadian di mobil itu ia benar-benar merasakan Seohyun sangat berarti, ia ingin memiliki Seohyun sepenuhnya, ia hanya ingin Seohyun, hanya membutuhkan Seohyun.
***
“yaa!! Seo Joo hyun”
‘mau apa lagi namja itu? Belum cukupkah tiga bulan terakhir dia membuatku menderita? Ayo Seohyun mantapkan langkahmu, dan jangan hiraukan dia’
“ Seohyun!!”
“isssh !! MWO ? mau apa lagi kau !!” Seohyun berbalik dan meneriaki Yonghwa
“haaah..” Yonghwa malah tersenyum lega
“nega jeongmal bagoshipyeo lebih baik kamu berteriak dan marah-marah daripada mengabaikanku”
“tak usah bertele-tele katakan saja apa maumu?!”
“ani.. aku hanya ingin..” Yonghwa menatap mata Seohyun lurus-lurus dengan cepat ia menarik
kepala Seohyun, merapatkan bibirnya pada bibir Seohyun, menciumnya penuh perasaan, Seohyun terkejut, matanya melotot hampir keluar dari cangkangnya, saat ia menyadari dirinya sedang dicium Seohyun mulai menangis, dia marah pada dirinya sendiri dia tidak bisa menghindari Yonghwa, dia masih sangat menyayangi namja ini, padahal dia tau, dia akan tersakiti lagi, namun hatinya benar-benar telah berhenti, berhenti di Yonghwa.
Yonghwa menarik bibirnya pelan, dia menatap mata Seohyun yang berlinangan airmata, Seohyun mematung, ia sama sekali tidak tau harus berbuat apa, Yonghwa menarik kedua tangan Seohyun dan menggenggamnya..
“saranghe.. Seohyun..” Seohyun menatap haru namja yang sangat ia sayangi ia tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja Yonghwa katakan
“aku.. tidak akan membuatmu terluka lagi.. biarkan aku membuktikannya padamu.. beri aku kesempatan..”
“bagaimana aku bisa mempercayaimu oppa? Kamu terlalu sering membuat hatiku hancur”
“beri aku kesempatan untuk membuktikannya ya? Aku akan melupakan Jiyeon, aku sudah
memutuskan untuk berhenti mengejarnya.. jebbal..” Seohyun tak punya kekuatan untuk berkata tidak.. ia mengangguk kendati sebenarnya hatinya ragu.
“gomawo, Seohyun..” Yong mendekap tubuh Seohyun.
Jonghyun memandang mereka dari kejauhan, ia melega, “semoga kamu bisa membahagiakannya Jung Yonghwa.. jangan sakiti dia lagi..” Jonghyun tersenyum tentram “kejarlah kebahagiaanmu Seohyun..” bisiknya pelan.
***
“ommo !! itu sangat-sangat-sangaaaaaaat rumit Seohyun, cukkae akhirnya hari itu hati Yong betul-betul menjadi milikmu” Yoona bertepuk tangan, ia benar-benar larut dalam cerita Seohyun tanpa menyadari kejadian itu sudah berakhir dan tak bisa terulang lagi.
“ya!! Kamu itu sok tau sekali Yoona”
“mwo? lalu bagimana?”
“habiskan dulu ramen mu!”
“aniyoo.. sambil lanjutkan ceritamu!”
***
Jonghyun sedang merebahkan tubuhnya di halaman belakang rumahnya, menatap langit dan
menikmati hembusan angin, ia memejamkan matanya, yang terlihat dalam bayangnya adalah mata bundar singa betina yang amat ia sayangi, kemudian senyum Seohyun yang selama 18 tahun menghiasi harinya..
“chagiiiyaaa!!” Jonghyun membuka matanya ia terkejut saat mata besar dan senyum Seohyun yang baru saja terbayang kini berada tepat di depan wajahnya.
“yaa!! Kamu mengagetkanku”
“haha, mianhe Jonghyun”
“apa itu?”
“ini makan untuk kita, haaah sudah lama juga ya kita tidak mengahabiskan waktu untuk menatap langit di halaman belakang rumahmu?” Seohyun turut merebahkan tubuhnya di hamparan rumput, Jonghyun menatap yeoja cantik yang tidur disebelahnya.
“kamu terlihat sangat bahagia Seohyun..”
“jinjja ? apa aku terlihat sangat bahagia chagi?”
“ne” Yonghwa tersenyum tulus
“Yonghwa oppa..”
“oh.. arraseo.. aku menonton Drama tadi siang di kampus”
“mwo? kamu serius?”
“ne” Jonghyun tergelak, tak lama ponsel Seohyun berdering
“hah? Yonghwa oppa? Mau apa ya dia menelpon?”
“yopseo oppa?, ne.. oh.. arraseo..” Seohyun menutup telponnya
“waeyo?” Jonghyun penasaran
“mm.. kamu tau kan besok ada acara kampus?”
“hah? Yang mana?”
“eeeh pabbo !! itu acara sehat 1000 langkah untuk amal?”
“oh..ye, lalu?”
“dia mengajaku jalan bersama..” Seohyun tersenyum lebar dan berjingkrak-jingkrak kegirangan, dan Jonghyun benar-benar menikmati pemandangan itu, dia selalu turut bahagia jika Seohyun tertawa lepas dan menikmati hidupnya dengan baik.
***
“andai kamu mau mengerti sebentar dan sedikit lagi tentang perasaanku Yong..”
“aku selalu mengertikanmu Jiyeon, hanya kamu yang tidak bisa menerimaku apa adanya”
“mianata.. aku sebenarnya menyayangimu Yong..”
“jangan membohongiku Jiyeon, aku tak ingin kamu menarik ulur hatiku.. aku sudah memutuskan untuk berhenti mengejarmu, aku sudah benar-benar ingin melupakanmu, Seohyun, dia satu-satunya yeoja yang mencintaiku tulus, dan mau menerima segala kekuranganku, aku sudah memilih..” Yonghwa beranjak, tapi Jiyeon dengan cepat menarik tubuh Yonghwa dan memeluknya dari belakang.
“kumohon.. jangan pergi.. beri aku kesempatan membuka hati untukmu, jebbal.. jangan pergi..” Yonghwa menahan langkahnya, ini benar-benar keadaan yang rumit, ia berbalik pelan, dan membalas pelukan Jiyeon.. “arraseo Jiyeon, aku akan bertahan sekali lagi..”
***
Seohyun ditemani Jonghyun menunggu kedatangan Yonghwa, acaranya sudah hampir dimulai, saat Seohyun menebar pandangan mencari sosok namja tampan berkulit putih berwajah polos itu, ia menemukan Jiyeon ‘cantik sekalii.. oenni nemu yeppo .. pantas saja Yonghwa tak bisa berpaling darinya, hmm apa benar dia sudah memilihku? Jiyeon? Aaah dia sangat cantik.. ish d ana pula namja babo itu!!’
“perhatian kepada seluruh mahasiswa peserta sehat 1000 langkah untuk segera bersiap di garis start”
“mana Yonghwa?”
“mal molla.. hmm yasudahlah, mungkin dia lupa dengan janjinya” Seohyun tak bisa menyembunyikan
kekecewaannya
“itu ada Minhyuk sunbae, coba kita tanya padanya” saat Jonghyun hendak melangkah mendekati
Minhyuk, Seohyun menahannya.
“sudahlah, tidak perlu.. kita jalan berdua saja..” Jonghyun kebingungan
“ya sudah lah, tapi jangan menekuk wajahmu seperti itu Seohyun..” Seohyun memaksa sudut
bibirnya untuk tersenyum, namun tetap saja tak ada satupun senyuman yang terbit.
“aish.. aku harus berbuat apa lagi?”
“nothing..” lalu acara itu dimulai, Jonghyun dan Seohyun berjalan bersama, tak lama Minhyuk yang teman baiknya Yonghwa mendekati Jonghyun, Jonghyun juga cukup akrab dengan Minhyuk karena dia adalah senior di eskul bela diri karate.
“annyeong Lee Jonghyun” Minhyuk menepuk bahu Jonghyun refleks Seohyun tersenyum menyambutnya
“Hyung !” Jonghyun menyambutnya, lalu kemudian mereka bersalaman
“mana soulmate mu Hyung?”
“soulmate? Yonghwa maksudmu?”
“ne”
“ah.. biasa.. dia di belakang, jalan dengan Jiyeon” Jonghyun dan Seohyun sama-sama terkejut, hingga tak ada sepatah katapun yang keluar setelah jawaban dari Minhyuk terlontar.
‘kenapa aku malah menanyakan Yonghwa? Aiiish pabo.. Seohyun.. mianhe..’ Senyum Jonghyun menghilang dan ada awan mendung menggantung dalam hati Seohyun.
“sudah ya! Aku jalan duluan, annyeong saeng!”
“ne hyung, annyeong..”
Jonghyun melirik yeoja disebelahnya, Seohyun tak mengucap kata apapun, cepat-cepat ia memasang earphone dan memutar music dari mp3 playernya.
“ani.. aku tak mendengar apapun barusan.. ani..” Seohyun menggeleng-gelengkan kepalanya dan berusaha tersenyum.
Jonghyun merasa menyesal, ia sangat prihatin dengan keadaan Seohyun, ini.. entah untuk keberapa kalinya Seohyun ditarik ulur oleh Yonghwa, baru saja kemarin Seohyun tersenyum dan Yonghwa mengatakan bahwa dia telah memilih untuk melupakan Jiyeon, hari ini.. nyatanya Yonghwa kembali pada dekapan Jiyeon. Jonghyun ikut tersenyum getir dan menggenggam tangan Seohyun erat.
“ne, kamu tidak mendengar apapun barusan” Seohyun menatap belahan mata Jonghyun, namun dia tak menemukan sebentuk kekuatan apapun, walau sedikit.. kali ini hatinya benar-benar hancur, saat dia mulai percaya cinta Yonghwa akhirnya menjadi miliknya, bahwa hanya dia yang Yonghwa sayangi, saat itu juga dia terlihat bodoh karena mau dibohongi namja itu untuk kedua kalinya.
‘seharusnya aku menyadari tempatku berdiri, semestinya aku tau jalan untuk pulang dan kembali, namun hasratku padamu membutakan segala cahaya yang mampu membuatku berhenti peduli, demi Tuhan langkahku malah kian menderu, kendati aku taukau akan terus melukaiku, aku tersesat dan tak punya siasat untuk kembali, aku berjalan dalam gelap dan tak bisa bersiap menyambut dekap.. aku lelah..’
Hanya rentetan kal at itu yang berdesir dalam hati Seohyun, bahkan untuk menangispun ia tak punya cukup daya, dia merasa dipermainkan, namun hatinya tak bisa membenci, entah apa alasannya, ia hanya ingin dimengerti dia tidak bisa kembali dan berpura-pura tidak mengenal Yonghwa lagi, hatinya terlalu jauh, terlalu dalam mencintai sosok itu.
***
Jonghyun kehilangan cahayanya, sinar Seohyun benar-benar memudar, pribadinya yang cerita dan aktif belakangan ini malah terlihat murung dan tertutup. Satu-satunya alasan yang membuat Seohyun begitu adalah cinta. Cintanya pada Yonghwa. Seperti pagi ini, Jonghyun memandang sahabatnya yang menaikan kedua kakinya di ayunan yang berada di balkon kamar Seohyun, ayunan berbentuk setengah lingkaran itu selalu jadi tempat perenungan Seohyun.
“ya!! Dua jam aku disini dan kamu mengabaikanku Seohyun!!” Jonghyun mulai gemas dan membuka suara, namun saat ia menatap wajah sendu Seohyun ia terhenti, sementara Seohyun masih membuang pandangannya pada objek yang tak menentu, tatapan lurus dan kosong, ia masih memeluk lututnya, dan menempatkan wajahnya rapi diatasnya, rambutnya yang biasanya tergerai panjang sengaja dikepang dan sedikit berantakan, pipi dan matanya memerah karena terlalu sering menangis.
‘Seohyun aku tidak pernah melihatmu secantik ini.. Jonghyun terpaku dan terkagum-kagum sekaligus, seumur hidupnya Seohyun tak pernah menampakan betapa cantiknya dia di hadapan Jonghyun, entah memang Jonghyun yang tak menyadari bahwa sahabatnya itu bisa membuat jantungnya berdetak cepat bahkan terlalu cepat karena keindahannya yang tertutup rapat kini terlihat jelas? Entahlah, Jonghyun benar-benar tidak bisa mengalihkan perhatiannya walau sedetik.
“mianhe..” hanya itu yang tertutur dari mulut Seohyun, Jonghyun kemudian mendekat dan memluk Seohyun erat..
***
Yonghwa menatap tajam menembus kelamnya mata Jiyeon, Jiyeon membiarkan Yonghwa menatapanya seperti itu.
“apa yang sebenarnya kamu mau Park Jiyeon?!”
“aku hanya ingin kamu berkorban lebih untuku..” Jiyeon melengos membuang pandangannya dan menjawab emosi Yonghwa dengan santai.
“kamu betul-betul mempermainkanku!!” Yonghwa mengerang “sekalipun aku berkorban nyawa untukmu, kamu memang tak akan pernah mau jadi kekasihku kan? Hah?!!” Jiyeon tak menjawab, ia tau kali ini atraksi tarik ulurnya sudah keterlaluan.
“jawab aku Jiyeon!!”
“mianhe..” bugg !! Yonghwa memukul tembok dan nyaris saja pukulannya itu mengenai wajah Jiyeon, Yonghwa melenggang pergi, membawa kepingan hatinya yang remuk tak berbentuk, ia tak membutuhkan penjelasan apapun lagi, Jiyeon memang betul-betul mempermainkannya.
‘harusnya aku sadari, kendati memang benar aku mati, cintaknya tak akan pernah ku miliki, aku meninggalkan dia yang tulus mencintaiku dan mengejar seseorang yang sebenarnya menikam hatiku perlahan, rasa sesal terus menyala di hati Yonghwa ‘apakah kamu masih menantiku Seohyun? Apakah kamu mau memaafkanku? Tolong jangan beranjak, tetaplah ditempatmu, aku ingin mendekapmu dan membuatmu merasa dimliki,, kumohon.. jangan berhenti mencintaiku..’
Mungkin Yonghwa egois, tapi ia membutuhkan tempat untuk kembali, agar hatinya tertata utuh,ia percaya Seohyun sanggup, ia tau Seohyun bisa, Yonghwa menyesali semuanya, kenapa ia melepas Seohyun hanya karena Jiyeon menariknya lagi? “pabo Yonghwa!” dia berteriak Kencang.
***

suka deh baca ff yongseo yang bikin `hati deg2an` kya` gini.
BalasHapuskalo bisa cpt post part selanjutnya ya eon
heeee
gomawo yaa .. nanti aku post part 5 nya :)
Hapus