Beautifull Yongseo Life present
Jalan yang Berputar Part I
cast :
1. Jung Yonghwa
2. Seo Joo Hyun
3. Lee Jonghyun
4. Im YoonA
Seohyun nenar menatap langkah demi langkah namja yang selalu menjadi pusat perhatian
seisi kampus itu, dia kian sempurna dimatanya, dan tak bisa terelakan, Seohyun terus
mengikuti langkah demi langkah namja itu dengan kedua bola matanya, rasa sesak kemudian mendera, dadanya terasa sangat berat, namja itu kini menggandeng tangan seorang yeoja cantik yang sama-sama selalu menjadi pusat perhatian.
“jih..” desis Seohyun sambil mengalihkan pandangannya dari dua orang yang tengah berjalan tegak di lorong kelas, Seohyun memasang kedua earphone di telinganya, kemudian pergi berlalu dari plataran taman kampus yang terasa sangat sejuk di siang yang menyengat.
Aku mengitari bayang luas yang rasanya kian semu
Hati meronta kemudian meminta
Kebohongan adalah syarat menjadi kuat..
Berbohonglah, kamu akan kuat,
Kendati hatimu tidak.
Dalam langkah cepatnya, Seohyun terpejam ia memegangi tali tas punggungnya erat. ‘ I always fine..’ desisinya dalam hati.
“jangan berbohong Seohyun” seseorang melepaskan earphone di telinga kanan Seohyun dan membisikan tiga kata itu.
“ish ! kenpa kamu selalu datang tiba-tiba Lee Jonghyun!”
“ya !! aku sudah mengejarmu dan memanggil-manggil namamu dari tadi, tapi benda ini membuatmu tuli!!” Jonghyun menahan langkahnya dan mengangkat earphone yang di pengang sedari tadi ke wajah Seohyun, Seohyun pun berhenti dan menengadah ke arah sahabatnya
“Seohyun, kamu masih tidak bisa terima ?” alis Jonghyun terangkat bertanya sinis pada Seohyun.
“apa maksudmu ?!” Seohyun mulai merajang Jonghyun dengan suara tinggi, dan bendungan airmata yang sedari tadi siap membuncah akhirnya meluncur juga.
“aissh.. kamu itu, luarannya saja yang terlihat kuat, ternyata masih terlalu sensitif untuk masalah ini” Jonghyun menggaruk kepalanya “sudahlah, berhenti menangisinya Seohyun..” Jonghyun merajuk sambil menepuk-nepuk bahu Seohyun.
“ya !! Lee Jonghyun !! kamu membuat Seohyun menangis lagi” suara kencang itu membuat perhatian Jonghyun dan Seohyun teralihkan, yeoja bertubuh mungil itu berlari menghampiri mereka berdua.
“Jonghyun ! mati kau!” Im Yoon Ah memukul kepala Jonghyun dengan gulungan kertas yang ia bawa.
“Ya!! Apa-apaan kamu ini Yoona!!” Jonghyun mencengkram tangan Yoona demi menghentikan serangan betubi-tubi dari perempuan mungil itu.
Senyum Seohyun terbit bersamaan dengan adegan konyol itu, Im Yoon Ah juga merupakan sahabat Seohyun, tapi Jonghyun tidak ingin menganggapnya sahabat entah untuk alasan apa, begitupun Yoona, Jonghyun dan Yoona bagaikan kutub magnet yang sama, sekuat apapun berusaha menyatukan kutub yang sama, mereka tidak akan pernah bersatu, mereka sama. Sama-sama keras kepala.
“ah ! Seohyun kamu mentertawakanku? Sahabatmu yang satu ini tidak tau apa-apa malah langsung menyerangku ! ish dasar kamu monster!!” Jonghyun meneriaki Yoona tepat di depan wajahnya. Yoona balik menatapnya dengan kesal.
“Yak ! sudahlah, jika kalian bertengkar terus suatu saat kalian akan jatuh cinta!!”
“mwo ? A N D W E !” Jonghyun dan Yoona menatap Seohyun bersamaan, Seohyun tersenyum senang, kemudian menggandeng tangan kedua sahabatnya itu.
“kamu mau membawa kami kemana Seohyun?” Yoona bertanya sambil terus mengikuti langkah Seohyun “ke tempat yang lebih tenang, aku akan bercerita padamu Yoona, mengapa aku menangis”
***
Sesuatu membawaku terbang dan bermain di masa lalu
Bahagia sekaligus duka mengiringi setiap ceritanya
Belahan dunia tahu
Waktu itu, kendati langit runtuh
Cintanya padaku tak akan..
Akupun begitu ..
“Sunbae? Yonghwa sunbae? Jadi dia mantan kekasihmu?” air muka Yoona betulan kaget, dia mahasiswa pindahan dan baru resmi menjadi sahabat Seohyun dua bulan terakhir, sedangkan Jonghyun memasang muka datar, baginya cerita Seohyun dan Yonghwa sudah basi, bagai pasir yang tertiup angin, tanpa bekas, seharusnya seperti itu.
“ne" Seohyun mengangguk.. dua tahun dia menjadi bagian hidupku Yoona”
“mwo? d-d-ua tahun?”
“mm, bolehkan aku bercerita padamu Yoona? Sejujurnya aku membutuhkan sarana dan alasan untuk menangis, mungkin dengan bercerita padamu, aku akan melega..” Jonghyun melirik pilu ke arah Seohyun, ia tahu ini akan membuat tangis Seohyun pecah. Sementara Yoona mengangguk penuh semangat sambil menggenggam tangan Seohyun, dan bibir mungil Seohyun mulai bertutur, menuntun Im Yoon Ah dan Lee Jonghyun bermain bersamanya ke masalalu.
***
“entah mengapa sejak pertama kali melihatnya, aku sudah punya firasat lain, aku tidak bisa menjelaskan perasaan canggung, aneh dan benci yang bercampur aduk, entah mengapa Jung Yonghwa menjadi sangat biasa dimataku, sementara banyak mahasiswa baru yang menggilainya, ia sangat tampan, sangat pintar, juga memiliki karisma dan wibawa yang luar biasa, waktu itu, dua orang sunbae membawaku dan Jonghyun berkeliling kampus sebagai masa perkenalan, namja itu tiba-tiba berjalan di sisiku, dengan tatapan dingin dan lurus yang tak bisa terbaca dan tertebak apa maunya, aku dan Jonghyun tetap mengikuti langkah para senior, hari itu aku sama sekali tidak mengira, bahwa akhirnya Jung Yonghwalah yang meruntuhkan hatiku.
***
“Seohyun.. ada apa dengan namja itu?” Jonghyun berbisik pelan sambil terus membuntuti sunbae yang mengajak mereka berkeliling kampus.
“molla, aku sama sekali tidak tau, sudah jangan hiraukan dia” Jonghyun mengangguk dan namja bernama Jung Yonghwa itu akhirnya berhenti mengikuti Seohyun dan Jonghyun.
Sejak hari pertama itu, Seohyun tidak pernah melihat namja berpostur tinggi dan berkulit putih itu, dia kemudian menjalani masa orientasi untuk mahasiswa angkatan baru, untuk pertama kali seumur hidupnya, Seohyun dipisahkan dari Jonghyun, mereka berbeda fakultas, juga berbeda kelompok di masa orientasi ini, tapi ini semua merupakan kesepakatan mereka berdua, Seohyun dan Jonghyun setia menjadi sepasang sahabat sejak delapan belas tahun yang lalu, satu taman kanak-kanak, satu sekolah dasar, satu sekolah menengah pertama dan tentu satu sekolah menengah atas, dan secara ajaib mereka selalu satu kelas dan memutuskan untuk duduk di bangku yang sama. Setelah mereka lulus kemudian mereka sepakat masuk universitas yang sama, tapi fakultas yang berbeda, dan inilah pertama kalinya mereka dipisahkan.
“Jonghyun!” Seohyun lantang memanggil sahabatnya dari kejauhan, Jonghyun dengan tatapan khasnya yang terlihat sangat tampan segera menemukan sumber suara yang sudah tak asing lagi dari pendengarannya.
“waeyo Seohyun?”
“tadaaa!!” Seohyun seketika memamerkan buku panduan mahasiswa baru berukuran A4 yang berisi tanda tangan para senior di kampus barunya, tradisi yang sebenarnya sudah sangat kuno ini masih berjalan di kampus baru mereka.
“mwo? punyamu sudah hampir selesai?”
“ne, tentu saja, mana sini punyamu? Coba kulihat !” Jonghyun dengan malas menyerahkan buku miliknya.
“mwo? satu, dua, tiga, empat .. lima ? lima? Yak !! kamu selama ini mencari para sunbae tidak hah?”
“Seohyun-ah .. kamu sudah menjadi sahabatku delapan belas tahun, sejak aku dan kamu dilahirkan, dan kamu sendiri tau kan? Aku paling malas melakukan hal seperti ini!”
“aish.. terserah kamu sajalah!” Seohyun menyerahkan kembali kertas milik Jonghyun, dan berbalik meninggalkannya.
“oh !! itu Yonghwa sunbae” cepat-cepat Seohyun mengejarnya saat ia menemukan sunbae yang tanda tangannya belum tertera di buku panduan mahasiswa baru, Yonghwa berhenti dan duduk di bangku taman setelah beberapa mahasiswa lain memenggil dan meminta tanda tangannya, auranya memang terasa sangat berbeda, Seohyun mengantri di barisan paling akhir, yeoja-yeoja lain yang akhirnya mendapatkan tanda tangan dari Yonghwa terlihat sangat bahagia.
‘apa sebenarnya keistimewaan Yonghwa? Dia tidak lebih menawan dari Kyuhyun oppa’ Seohyun berbicara pada hatinya sendiri, membanding-bandingkan Yonghwa dengan senior yang ia kagumi, Cho Kyuhyun.
Biasanya saat pencarian tanda tangan, para senior bekerja sama untuk mengerjai mahasiswa baru habis-habisan, entah itu hafalas visi misi universitas atau berkeliling lapangan sambil berteriak ‘sunbae sarangheo’ tetapi Yonghwa sama sekali tidak melakukan hal itu,ia hanya duduk dan fokus menandatangani setumpukan buku panduan mahasiswa baru, saat Seohyun akhirnya berada di hadapannya Yonghwa berucap “aku tidak akan memintamu melakukan hal konyol apapun, hanya saja tolong jaga nama baik Universitas ini” suaranya sangat dingin dan datar, tanpa menatap wajah Seohyun walau sedetik, dia segera berlalu, Seohyun menatapi punggung namja itu “cih.. sombongnya orang itu !! angkuh sekali dia!” wajah Seohyun berubah kesal “waaaah, Yonghwa oppa memang cool sekali” Seohyun berpaling menatap yeoja yang kegirangan dengan tingkah menyebalkan Yonghwa, Seohyun melongo ‘apanya yang cool? Dia itu sangat sombong, hah bodoh sekali kalian ! malah menjadi penggemarnya’
***
“wah Yonghwa oppa memang cool! Seandainya aku masuk Universitas ini dari awal aku akan berfikiran sama dengan mahasiswa lain” mata Yoona berbinar penuh semangat sekaligus rasa penasaran dengan kelanjutan cerita Seohyun.
“ ya! Berarti kamu bukan perempuan special!” Jonghyun melengos dan menyela percakapan itu
“apa hubungannya? Hah kamu pasti iri karna kamu tidak se cool Yonghwa oppa”
“eh.. kamu rupanya meremehkanku, aku punya banyak sekali fans, kakak tingkat, teman satu tingkat juga adik tingkat, untuk apa aku iri? Seohyun bahkan termasuk kedalam fansku. Atau jangan-jangan kamu juga?” Seohyun mematung dia hanya menonton adegan konyol lagi, inilah yang selalu terjadi jika mereka dipertemukan.
“ish, narsis sekali kamu? Hah!! Sekali pun laki-laki di dunia ini Cuma kamu aku tidak akan pernah mau menjadi fansmu, hingga ke tujuh turunanku kelak!” Yoona menjulurkan lidahnya.
Kata-kata yang baru saja Yoona ucapkan membuat jantung Seohyun seperti terserang kilat dan petir, kata-kata itu menghujam jantungnya hingga ia membatu..
“stop Yoona!” Seohyun kemudian menangis
“oh? Waeyo Seohyun? Mianhe, apa ada yang salah?” Yoona menatap Seohyun cemas dan penuh kebingungan, dan Jonghyun menangkap sesuatu, sinyal dari masalalu Seohyun, sesuatu yang tak usang walau lekang, tak pantang walau diterjang, hidup menerus biarpun mati dibuang, tersedia biarpun binasa, masalalu adalah hal serupa, tak usang, tak pantang, hidup dan tersedia, kendati lekang, diterjang, mati dan binasa.
“jih.. kamu betulan babo Yoona” Jonghyun yang duduk diatas pohon menatap sinis pada Yoona, sedangkan Yoona tak tahu mengapa Seohyun malah menangis kencang, ia menyesal dan kebingungan
“Seohyun-ah, mianhe ..”
“gwencana..” jawab Seohyun berusaha setenang mungkin
“apa yang salah Seohyun?” suasana berubah menjadi sedikit tegang
“biar aku yang bercerita” tukas Jonghyun
***
“mengapa wajahmu kusut sekali Seohyun?”
bugg !! Seohyun meletakan kencang BPMB miliknya diatas meja, kemudian memasang wajah kesal yang terlalu imut dimata Jonghyun.
“waeyo? Eeeh, jangan berakting terlalu imut seperti itu Seohyun, aku tak sanggup melihatnya, itu terlalu cute” canda Jonghyun
“Jonghyun-ah aku sedang kesal, kamu malah bercanda”
“yee, ada apa?”
“aku benci sekali pada namja sombong! Kamu juga tau persis bagaimana sifatku yang satu itu” suara lengkingan khas dari mulut Seohyun akhirnya menggetarkan gendang telinga Jonghyun.
“ish! Bicaralah sewajarnya, kamu ingin aku tuli dan tak bisa mendengar keluhanmu lagi hah?” Jonghyun mengusap-ngusap telinganya “siapa maksudmu?” lanjutnya
“Jung Yonghwa!!”
“mwo? Jung Yonghwa hyung?”
“ne, aku benci sekali padanya!”
“hahaha, dengarkan aku Seohyun, Yonghwa Hyung itu tutor kelompoku, dia bahkan sunbae yang paling digemari, aku tidak mengerti, ada apa denganmu? Mengapa kamu malah membencinya?"
“hah? Tidak mungkin! Masa namja menyebalkan dan super sombong seperti dia bisa banyak fansnya?” kemudian dengan emosi yang masih Seohyun menceritakan tentang sikap sombong dan pengacuhan luar biasa yang dilakukan oleh Yonghwa.
“hahaha sial sekali kamu Seohyun!”
“waaaaaa!!” Seohyun mencekik dan menggetar-getarkan tubuh Jonghyun yang begitu puas mentertawakannya.
“ya! Itu hal sepele, bagaimana kamu bisa semarah ini haha” Jonghyun masih terbahak sambil membiarkan dirinya dianiaya oleh sahabatnya.
“ampuuun, dengarkan aku dulu Hyu..”
“shirreo !”
“jebbal.. dengarkan aku dulu!”
“apa !!” Seohyun mengepalkan tangannya, matanya melotot tanda mengancam
“dia senior yang paling banyak fansnya, yeoja manapun tak akan menolak jika diajak kencan olehnya, sejauh ini yang kutau hanya 5 yeoja yang berani mendekati dan menyatakan perasaanya pada Yonghwa, bagaimana denganmu? Apa kamu berani mendekatinya? Bertaruhlah dengaku, kau kan memang jagonya menaklukan hati namja!” Jonghyun mengangkat wajahnya, menantang Seohyun, wajah Seohyun memerah seperti kepiting rebus, ia hampir saja memukul Jonghyun, namun cepat Jonghyun menghindar, dia sudah terlalu hapal prilaku sahabatnya yang terkadang jauh dari kata normal.
“shirreo !! kalaupun di dunia ini Cuma dia satu-satunya pria, aku tak akan menjadi fansnya!! Apalagi mendekatinya!! Andweyo!”
“ya ya ya !! jangan bicara seperti itu, nanti kamu juga yang celaka!” Seohyun pergi meninggalkan Jonghyun tanpa menghiraukan perkataannya
“ish dia sudah besar tapi tak berubah-berubah juga”
***
Yoona masih mengamati wajah polos Jonghyun yang sedari tadi bercerita tentang Seohyun dan Yonghwa, saat bibir merah Jonghyun berhenti bertutur, perlahan Yoona mengalihkan pandangannya pada Seohyun yang masih tertunduk menangis.
“Seohyun, mianhe, aku sama sekali tidak tau ..”
“haha sangat lucu bukan? Kamu mengulangi ucapanku dua tahun yang lalu, kamu memang betulan sahabatku Yoona” tawa Seohyun terasa sangat memilukan, malah membuat hati Yoona terasa remuk dan tersayat, penyesalan melebur dalam hati Yoona, Jonghyun beringsut dari pohon dan mendekati sahabatnya dan Yoona, dia tau persis perasaan cemas dan penyesalan Yoona, Jonghyun mengusap kepala Seohyun pelan setelah itu ia menempatkan kedua tangannya di bahu Yoona.
“Im Yoona, mungkin saja yang terjadi pada Seohyun akan terjadi juga padamu” tubuh Yoona menegang, seluruh sel dan otot ditubuhnya mengeras, “hati-hati” Jonghyun membisikan kata-kata itu tepat di telinga kanan Im Yoona membuatnya bisa merasakan hembusan nafas dari mulut Jonghyun serta merta membuat jantung Yoona berdebar lebih kencang dari biasanya.
“a .. a..”
“ya!! Kenapa kamu jadi gugup ? hm aku sudah bilang hati-hati kan ? baru saja kukatakan kamu sudah celaka”
“andwe !! aniyo..” Yoona mengelak dan menangkis lengan Jonghyun yang masih saja melekat di pundaknya.
“Lee Jonghyun kamu jangan membuat Yoona mati ditempat seperti itu! Dasar kamu babo!!”
“haha, aku hanya mengerjainya, kenapa dia setegang itu?” Yoona menggembungkan pipinya sambil menatap lesu ke arah Jonghyun
“memangnya apa yang terjadi padamu Seohyun?”
“aduh, Yoona otakmu perlu diganti agar kamu bisa berfikir lebih cepat”
“diam saja kamu Jonghyun!!”
“yasudah aku diam” Jonghyun memeluk kedua lututnya, Yoona tiba-tiba membisu, namja yang dibalut jeans hitam dan cardigan berwarna biru berplat putih itu tiba-tiba terlihat terlalu menawan, terlalu tampan, wajahnya yang terlalu polos dan bibirnya merona merah membuat Yoona merasakan sesuatu yang kian menyesakan dadanya. ‘apa yang sebenarnya terjadi padaku?’
“ya! Jangan sama-sama diam kalian kenapa?”
“oh.. ani, coba jelaskan padaku memangnya setelah kamu berkata seperti tadi, apa yang terjadi?”
***
Satu semester sudah dilalui dengan sempurna, dan untuk pertama kalinya Seohyun tak harus dipermalukan oleh Jonghyun, seumur hidupnya nilai Seohyun selalu dibawah Jonghyun, kedudukan Jonghyun sebagai orang nomor satu di kelas selalu membuat guru-guru curiga pada Seohyun.
“mendapatkan peringkat ke dua mungkin karena kamu duduk dengan Lee Jonghyun kan Seohyun-shi?” Seohyun selalu muak dengan pertanyaan sekaligus pernyataan yang merendahkannya itu, padahal tempat ke dua susah payah ia raih hasil kerja keras sendiri, kini ia terbebaskan, dia dan Jonghyun mendapat IPK paling tinggi di fakultas masing-masing.
Hari itu panas terik sangat menyengat, kulit putih Seohyun berubah merah saking panasnya cuaca hari itu, Seohyun berputar dan terus mencari Jonghyun di kampus fakultas ekonomi.
“dimana si ikan ganteng itu?” Seohyun dari kecil selalu memanggil Jonghyun begitu, entah apa alasannya, Seohyun kemudian menyerah dan beristirahat di lorong kelas.
‘nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi’
“ih! Kemana perginya makhluk itu? Seohyun dan Jonghyun berjanji saling bertukar hadiah karna keberhasilan mereka, namun satu jam mencari, Jonghyun tak terlihat batang hidungnya.
“ Seohyun-shi” seorang namja memanggil Seohyun, nafasnya tersengal-sengal, sepertinya ia baru selesai balap lari ribuan kilo pikir Seohyun.
“ne, ada apa?”
“Lee Jonghyun..” namja itu menunjuk-nunjuk ke arah yang tak jelas, Yoona mengamati wajah namja itu dengan seksama, ia merasakan firasat buruk
“dimana dia?”
“dia.. dia.. kecelakaan dan sekarang ada di rumah sakit”
“mwo? tidak mungkin!!” kemudian tanpa aba-aba airmata mulai keluar deras dari mata Seohyun
“tenganglah, lebih baik cepat menyusulnya ke rumah sakit, kajja agashi, tadi dia
dibawa oleh Yonghwa sunbae” Seohyun berlalu cepat dan namja bernama Lee Jungshin mengikuti langkah cepatnya.
“Jonghyun babo!!” Seohyun menghapus deretan airmata sambil terus berlari panik berharap Jonghyun baik-baik saja, bagi Seohyun, Jonghyun adalah belahan jiwanya, jika Jonghyun terluka ia akan sangat menderita.
“tolong tenang Seohyun shi. Jangan terus menangis, Jonghyun akan baik-baik saja” di dalam taxi JungShin mencoba menenangkan Seohyun, tapi kepanikan membuat tangis Seohyun semakin menjadi, tak lama taxi menepi di rumah sakit dan Seohyun melesat kencang ke meja informasi.
“suster, dimana pasien bernama Lee Jonghyun?”
“Lee Jonghyun, dia masih di UGD agashi, silakan anda menunggu” Seohyun melemah, semua tenaganya serasa habis terkuras, ia melorot jatuh ke lantai berderai airmata.
“Seohyun-shi, kamu baik-baik saja?” Seohyun tak menjawab dia hanya terus menangis kencang, Jungshin mondar-mandir kebingungan, ia sama sekali tidak tau harus berubuat apa.
“jangan menangis lagi Seohyun, Lee Jonghyun baik-baik saja” Seohyun mengangkat wajahnya, seseorang ikut jongkok di hadapannya, kemudian mengusap kepalanya lembut.
“kamu?” Seohyun hampir mati kaget melihat sosok namja yang jongkok di hadapannya. ‘mungkin semua kejadian ini adalah mimpi, semua ini tak mungkin terjadi..’
“ayo bangun..” namja itu menarik tubuh Seohyun pelan ‘ini bukan mimpi? Jonghyun? Apa kamu baik-baik saja? Dan kenapa dengan orang ini?’
“Seohyun-shi?” saat Seohyun berdiri ia benar-benar hilang keseimbangan, pandangannya mulai kabur dan akhirnya ia pingsan dalam dekapan seseorang.
***
“Jonghyun, jadi kamu pernah kecelakaan? Pantas saja kamu seperti orang yang separuh nyawanya hilang, atau.. Z O M B I E” Yoona meledek Jonghyun habis-habisan, Jonghyun tak menjawab hanya menunjuk Yoona dan mengepalkan tangannya, Yoona hanya menjulurkan lidahnya dan kembali memusatkan perhatiannya pada Seohyun.
“sudah kubilang, jika kalian bertengkar terus , suatu saat kalian akan jatuh cinta” hening, tak ada suara yang keluar, Jonghyun membisu Yoona lesu, “Seohyun, ayo lanjutkan ceritamu!” tatapan Seohyun berubah seperti menangkap sesuatu yang aneh, dia tersenyum seperti menyembunyikan sesuatu.
***
Anyeong :D
welcome to my blog, my own blog ..
bagi siapapun yang udah baca ff ini, please coment
dan tinggalkan jejak.. thanks before

Mi, mianhe,dear.. Aku baru sempet baca nih, pdhl dr prtm dikau kasi link pgn lgsg baca,ud ga sabar. "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮..
BalasHapusAku slalu suka karya Mimi, crtnya slalu bgs n ga kebayang dpt inspirasi dari mana.. ;p Kata-katanya pun indah, jd bacanya ga bosen krn bnyk permainan kata di dlmnya.. Ini yang bikin aku suka sm karya" Mimi, walopun sblm"nya karya Mimi slalu berakhir tragis tp ending-nya slalu keren. Cuma mg" yg ini ga tragis.. ;)
FF ini keren,Mi aku suka JongHyun jd sobatnya Hyun, krn mnrtku mrk itu cocok utk berbagi, Jong Hyun keliatannya cool tp dia wise n apa adanya, sdgkan Hyun tertutup but kind, mrk bisa mengisi satu sm lain jdnya. Tp kl urusan Yoona, mianhe, aku lebi suka pairing JH sama Tiffany,dear.. ;p Dan crtnya masih gantung bikin penasaran, jd pgn lgsg ke part selanjutnya d.. ^^
Terus berkarya ya,Mi.. Fighting!! *hugs*
annyeong.
BalasHapussudah setahun lebih semenjak ff ini di post sepertinya.
keke~ mian saya juga baru tau kena demam korean nih. hehe,, masih trainee ini dan baru tau juga soal ff. dan yg membuka mata hati dan pikiran saya soal korean adalah ... jeng..jeng... YongSeo couple ini. hihi~
saya juga baru tau soal YongSeo dari sunbae saya awal tahun ini. makanya saya telat sekali untuk soal hal2 yg berbau korea. hehe =D
*mian
ceritanya lumayan kok.
membaca kmbali FF ini membuat flashback saat masa2 mnjadi MABA.. ahahhaha mengejar tanda tangan senior :D sesuatu yang wajib terjadi :) aku dlu pernh bca ff ini tapi aku lupa crtanya makanya aku akan mengulang untuk membacanya :) FIGHTING ISMI unn
BalasHapus