Beautifull Yongseo Life - Ismi Nuraulia.R
Jalan yang berputar Ending
Cast :
1. Jung Yonghwa
2. Seo Joohyun
3. Lee Jonghyun
4. Im Yoon Ah
5. Park Jiyeon
6. Park Minji
Ahjuma menatap lesu Yonghwa yang turun dengan airmata
yang masih menetes, dia tahu gadis kecilnya tak akan mudah memaafkan Jung
Yonghwa..
“ahjuma.. mianhamnida, aku sudah menyakiti anakmu” ahjuma menghela nafas.. dia
menepuk bahu Yonghwa
“nak.. jika kamu menemukan yeoja yang benar-benar kamu cintai, jangan lakukan
hal yang sama, aku tidak bisa membantu lebih, jika itu keputusan Seohyun aku
tidak bisa apa-apa”
“ne ahjuma, ini semua sudah sangat cukup.. kamsahamnida sudah memberiku
kesempatan untuk menemui anakmu, aku pamit..”
“hujannya masih sangat deras nak..”
“gweonccana ahjuma, diam disinipun tak akan mengubah apapun, sekali lagi
terimakasih” Yonghwa membungkuk dan segera pergi dari rumah Seohyun.
***
“kamu hanya membohongi dirimu sendiri, kenapa harus bohong sih?” Jonghyun
menatap Yeoja yang tersungkur di lantai dari atas ranjang milik Seohyun.
“aku hanya tak mau terluka lagi”
“lalu kamu pikir menghindarinya akan membuat lukamu habis? Dengar, dia
sungguh-sungguh meminta maaf padamu, kurang sungguh-sungguh apalagi sih? Hujan
deras begini dia mau datang hanya untuk meminta maaf?” Seohyun tertegun
seketika “ya.. kita tidak pernah diajarkan amma untuk menjadi seorang pembohong
dan pendendam, jika kamu mencintainya jangan berbohong, itu hanya akan
menyakiti hatimu sendiri!!”
“lalu aku harus bagaimana Jonghyun? Hah ottokajeo hah ?!” emosi Seohyun kembali
menggelegar
“kejar dia..” tutur Jonghyun lembut, bangkit dan menunjuk keluar rumah, dada
Seohyun naik turun dalam tangisnya yang sederas hujan, Jonghyun benar..
berbohong dan menghindar hanya akan membuat lukanya tambah dalam tanpa pikir
panjang Seohyun berlari kencang, mengejar cintanya dan menggapai apa yang ia
mau.
“kejarlah kebahagiaanmu itu Seohyun..” Jonghyun tersenyum lega ..
Ibunya terkejut saat melihat Seohyun berlari kencang keluar rumah, diikuti
dengan langkah ringan Jonghyun yang tersenyum bangga.
“aku hebat ya ? bisa membuatnya berubah fikiran..” ahjuma menatap Jonghyun
dengan rasa kagum dan bangga luar biasa, lalu ia mengacungkan kedua jempolnya.
***
Langkah Yonghwa gontai beriringan dengan hatinya yang remuk redam ia meremas
dadanya ‘aku memang bodoh saat sesuatu yang besar berada diatas
puncak gunung aku terus mengejar mendaki walau terjatuh hingga terluka,
ternyata yang kutemukan hanyalah bongkahan batu besar yang memberatkan, tapi
aku tak menghiraukan benda kecil yang berkilauan di depan mata, aku kehilangan
mutiaraku, sesuatu yang kecil namun sangat berharga’
“ya!! Jung Yonghwa!!” Yonghwa mengangkat kepalanya dan membalikan badannya ke
arah suara yang memanggilnya.
“Seohyun..?” ia setengah tidak percaya
“kamu pikir kamu bisa meninggalkanku begitu saja hah?” Yonghwa kebingungan dan
masih tidak mengerti dengan keadaan ini Seohyun berlari di tengah hujan,
kemudian membiarkan tubuhnya berhenti untuk memeluk Yonghwa erat.
“jangan tinggalkan aku lagi Yonghwa.. mianhe, tadi aku benar-benar
emosi.. jeongmal.. sarangheo..” Yonghwa merasakan jantungnya bergetar hebat,
ini semua tak bisa dipercaya ia tersenyum lega setelah beberapa detik merasakan
mati seketika, lalu ia membalas dekapan Seohyun..
“ne, aku tak akan meninggalkanmu lagi Seohyun, aku tak mau kehilangan seseorang
yang sangat berharga di hidupku..” Yonghwa melepas pelukannya, lalu memegangi
kedua belah pipi Seohyun menatap matanya dalam-dalam..
“sarangheo Seohyun..” tiga kata itu.. sangat tulus terlontar dari
mata dan bibir Yonghwa, Seohyun tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bahagia
yang tak pernah terkira akan datang seperti ini, Yonghwa menarik Seohyun
lembut, lalu menciumnya, di tengah hujan deras, di sore yang terasa terlalu
indah..
“mwo? anaku dicium? “ ahjuma dan Jonghyun menyaksikan adegan demi adegan dari
dalam rumah.
“ah kamu itu amma, Seohyun sudah besar tak usah kaget seperti itu, romantis
bukan?” Jonghyun merangkul ahjuma sambil tersenyum puas bangga akan dirinya
sendiri
“ya!! Aigoo, putriku ternyata memang sudah besar..” rasa haru di batin sang ibu
terus mendera saat menyadari betapa putri kecilnya sudah beranjak dewasa “tapi
benar, adegan ini persis seperti di film-film bahkan sangat romantis, aaaah aku
jadi merindukan suamiku” Jonghyun tak menjawab ‘akhirnya kamu
mendapatkan kebahagiaanmu Seohyun..’
***
Yoona menangis tersedu, selain karena cerita romantis Seohyun, juga karena
ramen yang ia pesan sangat pedas.
“hmm, itu adalah hari paling indah yang pernah aku alami seumur hidupku”
Seohyun bernafas lega sambil terus mengusap airmata yang mengalir dari kedua
belah matanya.
“wah, aku benar-benar tidak menyangka kisahmu dengan Yonghwa Oppa serumit dan
seindah itu..” Yoona ikut menyeka airmatanya, Seohyun terbahak melihat ekspresi
Yoona yang sangat lucu.
“ceritanya masih belum selesai, tapi hari sudah mulai gelap, besok saja aku
lanjutkan ceritaku ya?”
“ne.. arraseo..” Yoona sedari tadi hanya mengangguk setuju.
***
Klakson sepeda motor Jonghyun memecah sepi di pagi buta, Seohyun masih terbalut
dalam selimut ditemani mimpi indahnya dan dia tidak menghiraukan kegaduhan
apapun yang terjadi di dalam maupun di luar rumahnya. Jonghyun menerobos masuk
ke rumah bercat serba putih itu.
“amma, mana Seohyun? Jonghyun menghampiri ahjuma yang tengah sibuk membaca majalah
dan menyeruput segelas teh hangat
“kamu seperti tidak mengenal dia saja Jonghyun”
“aish, hari ini dia ada jadwal pagi amma!!”
“yah, bangunkan saja olehmulah, amaa tak mau ambil repot”
“ish.. yasudah aku naik dulu”
“ne” Ahjum mengalihkan perhatiannya dari
majalah yang ia baca, Jonghyun terlihat sangat tampan dan segar, menggunakan
kaos berwarna putih dilapisi jaket kulit dan jeans berwarna hitam, “sudah
seperti leader genk motor saja..” batin sang ahjuma.
Jonghyun tak melepas sepatunya juga sarung tangannya bahkandia membawa serta
helmnya, ia membuka pintu kamar yang bertuliskan ‘Seohyun is
available’ itu cepat.
“ya!! Seohyun kamu ada jadwal kuliah pagi, cepat bangun!!” Seohyun
hanya bergumam tak jelas, Jonghyun meletakan helmnya dan menarik selimut
Seohyun.
“ya!! Cepat bangun”
“aigoo, jangan mengganggu tidur indahku yebo”
“ish cepat bangun bodoh !!” Jonghyun menggetar-getarkan tubuh Seohyun, mata
Seohyun masih saja tertutup rapat, Jonghyun terpaksa naik ke tempat tidur dan
menarik kedua lengan Seohyun, dengan lemah Seohyun bangkit namun…..
“up..” Jonghyun melongo saat mata bundar Seohyun yang masih terpejam tepat
berada di depan matanya, mereka resmi berciuman, lengan Seohyun masih dipegan
kencang oleh Jonghyun, karena jika tidak ia akan jatuh ambruk ke lantai, dan
saat Seohyun membuka mata ia tak kalah terkejut, mereka spontan melepaskan
diri.
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” mereka berteriak histeris bersamaan dan
menggosok-gosok bibir mereka, saat mata mereka kembali bertemu
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” mereka kembali berteriak.
Amma berlari dari bawah, penasaran denga apa yang terjadi di lantai atas
“ya!! Ada apa dengan kalian?” Seohyun dan Jonghyun terperanjat saat amma
tiba-tiba menghampiri mereka, Seohyun dan Jonghyun sama-sama beraksi bisu denan
wajah yang sama-sama hampir menangis.
“eeeeh orang tua bertanya malah sama-sama diam yasudahlah, Seohyun cepat
mandi!! Jonghyun bilang kamu ada jadwal pagi” amma menarik lengan Seohyun,
tubuhnya betulan lesu.
“aku menunggu dibawah ya..” Jonghyun membuka suara sambil melengos berusaha
terlihat santai.
Seohyun menangguk.
***
Seohyun dan Jonghyun sama-sama diam sepanjang jalan menuju kampus, mereka
sama-sama malu dan canggung.
“kenapa kamu diam Seohyun?”
“apa yang sebenarnya kamu lakukan tadi Jonghyun?”
“ish jangan menyangka yang tidak-tidak!!”
“huaaaaa, kenpa kamu menciumku?!” Seohyun berteriak-teriak sambil memukuli
punggung Jonghyun
“jangan berteriak bodoh!! Nanti satu kampus heboh mendengar apa yang baru saja
kamu katakan!!” sepeda motor Jonghyun sudah memasuki pelataran kampus
“ngggggg” Seohyun mengerang seperti anak kucing yang kelaparan kemudian turun dari
sepeda motor besar keluaran terbaru milik manusia paling ganteng yang memilih
hidup menjomblo itu.
“ ya ya ya !! jangan membuat ekspresi seperti itu!! Semuanya tidak sengaja
Seohyun, lupakan saja dan anggap tidak pernah terjadi, arra ?!”
“ne, arraseo” Seohyun mengangguk lemah
Yoona mengamati sahabat dan sahabat dari sahabatnya itu dari kejauhan, hatinya
berdetak kencang ketika Jonghyun membuka helmnya dan merapihkan potongan
rambutnya, ia Nampak begitu segar dan bercahaya.
‘aigoo,
Seohyun benar, sahabatnya yang satu itu memang tampan sekali..’ “hah
?! apa yang aku pikirkan? Makhluk itu sangat menyebalkan ish!! Yoona pabo !!”
Yoona memukul-mukul kepalanya.
“ya!! Im Yoona!” Seohyun memanggilnya sambil berjalan berasama Jonghyun
menghampirinya.
“annyeong” Yoona tersenyum lebar saat mereka sudah mendekat
“pagi-pagi bertemu dengan mu pasti aku akan sial!”
“ya!! Ikan sarden siapa yang ingin bertemu denganmu?”
“kalian itu setiap bertemu tidak bisakah untuk sedikit akur?”
“tidak!” mereka menjawab serentak
“kalian harus ingat apa kataku kemarin”
“ya! Andweyo itu tidak mungkin” lagi-lagi mereka menjawab bersamaan lalu mereka
saling menatap tajam Seohyun terbahak
“sepertinya kalian jodoh” Seohyun berkata ringan sambil meninggalkan kedua
sahabatnya.
“Seohyun, tunggu aku!” Yoona mengikuti langkah Seohyun sambil menjulurkan lidah
pada Jonghyun, dan Jonghyun hanya mendelik dan berpaling.
‘makhluk
itu sebenarnya sangat manis, namun sayang sikapnya seperti monster’
Langkah Seohyun tiba-tiba berhenti saat ia menemukan wajah tampan seorang namja
yang bernama Jung Yonghwa, ia membalikan badan dan berjalan ke lain arah, Yoona
kebingungan namun sedetik kemudia ia menyadari namja yang sekarang berdiri
tepat dihadapannya adalah namja yang paling Seohyun hindari.
“annyeonghaseo sunbae..” Yoona menebar senyum yang canggung
“annyeonghaseo” balasnya datar, kemudian Yoona berbalik, saat ia akan memanggil
Seohyun tiba-tiba “ Seo joo hyun” Jung Yonghwa memanggilnya lebih dulu,
Yoona mematung di tempatnya, sedangkan Yonghwa mengambil langkah seribu
mengejar punggung Seohyun.
“wah, apa yang akan terjadi ya?”
“kita tonton saja”
“ya kita tonton saja.. eh mwo?!” Yoona terkejut saat melihat namja yang kini
menempatkan sikutnya di bahu Yoona
“apa yang kamu lakukan disini Jonghyun?”
“tidak ada” jawabnya santai. “hanya ingin menonton mereka” telunjuk
Jonghyun mengarah pada Yonghwa yang kini meraih tangan Seohyun. Lagi-lagi
jantung Yoona berdebar lebih kencang saat namja ini berada di dekatnya,
bahkan ini terlalu dekat.
“santai saja Yoona, aku tak akan menciumu” Jonghyun menyadari perubahan
bahasa tubuh Yoona.
“ya!! Singkirkan tanganmu itu” Yoona menagkis sikut Jonghyun, dan
Jonghyun tak melawan kini mereka memfokuskan konsentrasi pada Yonghwa dan Seohyun.
***
Seohyun menghela nafas sebelum membalikan badanya pada namja yang sudah resmi
menjadi
mantan kekasihnya enam bulan lalu.
“ne sunbae? Ada yang bisa aku bantu?” Yonghwa mematung, ekspersi wajah Seohyun
sangat asing dan tak dikenalnya sama sekali ekspresi itu tidak pernah terlihat
dan bukan Seohyun yang ia kenal, hingga ia tidak bisa meneruskan kata-katanya.
“kalau tidak ada, aku permisi ya, annyeonghaseo” Seohyun melepaskan genggaman
tangan Yonghwa pelan, lalu berlalu meninggalkannya ‘seharusnya dia
sadar, sekarang dia sudah punya kekasih yang sempurna’ Seohyun
menahan sesak dalam dadanya, Yonghwa memandangi punggung kelam yeoja yang masih
kokoh mengisi hatinya, kendati sudah ada penggantinya, namun ingatan dan perasaan
Yonghwa tak pernah berpaling atau berhenti tercurah untuk Seohyun.
Andai
kau sadar arti pelitamu
Tak akan kau garisi jarakmu dengan aku
Karena kita Satu
Andai kau tau*
(dikutip dari novel dewi lestari ‘Petir’)
Yonghwa tersendat, ia tak pernah mengerti mengapa Seohyun pergi dari hidupnya.
***
Tak ada yang bisa mengalahkan pesona langit siang menjelang sore, panasnya tak
menyengat malah cenderung menjadi penghangat, Lee Jonghyun memakai kacamata
hitam sambil merebahkan tubuhnya diatas rumput, ingatannya tentang seorang
yeoja yang sangat ia cintai terus berputar seperti sebuah film di otaknya.
‘aku
memutuskan untuk sendiri seumur hidupku ini
Karena senyumu mengikuti langkahku
Karena tawamu mengunci hatiku
Karena kamu tlah membawa cintaku
Dan tak mengizinkanku membawanya kembali
Andai kamu tau
Cahayamu tak pernah redup dalam hati ini..
Seseorang menjatuhkan tasnya dan duduk bersila disebelah
Jonghyun, Jonghyun membuka kacamatanya dan menoleh.
“Yonghwa? Sedang apa kau disini?”
“bolehkah aku bertanya padamu?
“apa? Masalah Seohyun?”
“ne, bisakah kamu menjelaskan padaku, mengapa enam bulan yang alu dia
meninggalkan dan memutuskanku?”
“cobalah tanya padanya langsung”
“seandainya aku bisa, sudah aku lakukan sejak dulu, dia tak mau mendengarkanku,
kamu pasti tau
kan? Dia menghindariku, hanya kamu orang yang paling dekat
dengan Seohyun”
“baiklah.. aku akan mengatakannya padamu”
***
Waktu itu hujan turun sama derasnya seperti saat Yonghwa meminta Seohyun
memaafkannya dan mau menjadi kekasihnya, Seohyun sedang berbincang bahagia via
telepon dengan namja yang sudah dua tahun menjadi kekasihnya, mereka masih
sangatlah mersra, hingga seseorang datang bertamu ke rumahnya, dia gadis
berusia dini, ekitar tiga atau empat belas tahunan, membawa sebuah diary
berwarna pink yang basah terkena hujan, Seohyun kebingungan hingga akhirnya gadis
cantik itu menjelaskan.
“Oenni, kamu tau kan, Yonghwa Oppa itu sangat dekat dengan Oenniku?”
“astaga.. Noen Jiyeon dongsaeng?”
“ne, jika kamu yeoja baik-baik dan pengertian, jebbal tinggalkanlah Yonghwa
Oppa demi Oenniku..”
Hati Seohyun benar-benar sakit mendengar permintaan dari gadis berwajah polos
itu, dia belum mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi, dan akhirnya gadis
itu menyerahkan buku harian milik Jiyeon.
Lembar demi lembar habis dibaca oleh Seohyun, tak terasa sudut matanya dihiasi
oleh air, Jiyeon menderita penyakit liver salah satu halaman dibuku harian itu
tertulis:
Aku
memutuskan untuk meninggalkanmu, bukan karena aku tak mencintaimu, aku
memutuskan untuk mengabaikanmu bukan karena aku tak mempedulikanmu, Yonghwa aku
hanya tak ingin kamu menangis saat aku harus pergi dari pandanganmu, aku hanya
tak ingin kamu menderita karena cinta sesaat yang akan terjadi ketika kamu
disampingku, kamu adalah hal terhebat yang pernah kutemui, kamu adalah
penyemangatku, aku sangat mencintaimu..
Seohyun tak bisa menahan airmatanya, begitupun dengan Minji.
“Oenni, dua tahun terakhir, kakaku tak mempunyai semangat untuk sembuh, kakaku
merasa tak ada guna lagi untuk hidup, Oenni.. hanya kamulah satu-satunya yang
bisa menyelamatkan kakaku, jebbal..” Minji berlutut dihadapan Seohyun yang
duduk di sofa, Seohyun mengangkat tubuh Minji.
“ne, arraseo, mian karna kedatanganku membuat hidup kakakmu begini” Seohyun
memeluk minji hangat.
“jeongmal gomawoyo Oenni, jinjja jinjja gomawo..”
“ne Minji, Cheonmaneo” bisik Seohyun penuh kepedihan.
***
Seohyun menatap layar ponselnya
yang berisi pesan singkat untuk mengakhiri hubungannya dengan Yonghwa, rasanya
seperti dipaksa membuang cinta saat hati masih ingin bersama, pedih.
“bukan salahmu nak, kamu akan menjadi perempuan hebat jika kamu bijaksana
mengambil keputusan” Ibunya mendekap Seohyun dari belakang seolah mengerti apa
yang putrinya butuhkan.
“ne amma, sepertimu.. yang merelakan appa menikah dengan yeoja lain karena
ingin memiliki keturunan laki-laki” mereka menangis bersama sekarang.
“kau kuat sekali amma, aku bangga bisa menjadi putrimu” Seohyun mencium tangan
ibunya kemudian memeluknya erat. Kini ia mengerti pengorbanannya itu belum
seberapa disbanding pengorbanan ibunya, Seohyun kemudian menekan tombol send
penuh keyakinan.
‘mianhe Yonghwa, ini demi
kebaikan kita semua..’
***
Yoona terkejut saat mendengarkan cerita Jonghyun, dia diam-diam menyusup dan
menguping dari belakang pohon besar.
“sebegitu besarnya pengorbanan Seohyun.. dia.. luar biasa..” desis Yoona
mengalun tulus.
Yonghwa menunduk dan menahan
perih di dalam batinnya.
“sudah jelas bukan?” Jonghyun mengusiknya “sekarang jalani saja hari-harimu
dengan Jiyeon, dia lebih membutuhkanmu, sejujurnya sampai hari ini Seohyun
tidak pernah berhenti mencintaimu, dan itu melukai ku.. melukai perasaanku..”
Yonghwa terperanjat, Yoona juga, ia masih menahan posisinya dibalik pohon
rindang.
“apa maksudmu?”
“aku mencintai Seohyun..” tegas Jonghyun, Yonghwa mematung, dia tidak bisa
menjelaskan perasaannya saat ini, dan kata-kata yang di keluar dari mulut
Jonghyun berhasil membuat hati Yoona remuk redam, saat itu pula Yoona
menyadari, ia sudah jatuh cinta pada Jonghyun, namun cintanya bertepuk sebelah
tangan, ya.. Jonghyun mencintai Seohyun, hanya Seohyun.
‘seharusnya
aku tau sejak awal, sikap heroic Jonghyun pada Seohyun bukan karena sekedar
teman atau sahabat, dia mencintai Seohyun.. kenapa aku begitu bodoh membiarkan
hatiku jatuh cinta padanya? Dan kenapa aku menyadari hal ini disaat yang tidak
tepat? Tuhan.. bantu aku..’ Yoona tersenyum getir ia merasa dirinya
bodoh.
***
Yonghwa menarik lengan Jiyeon keras, membuat Jiyeon meringis kesakitan
“chagiya.. lepaskan aku.. awww sakit” Yonghwa tak menghiraukan rengekan itu, ia
membawa Jiyeon ke ruang dokter special penyakit dalam, Jiyeon terkejut kaget
dan berusaha menghindari ruangan itu, namun Yonghwa terus menyeretnya hingga
Jiyeon tak punya pilihan lain selain masuk, Jiyeon menjalani beberapa tahap
pemeriksaan liver dan ginjal satu jam kemudian hasilnya keluar.
“ Jiyeon-shi?” Jiyeon masih menunduk dan emosi Yonghwa masih menyala,
tanpa berbicara sepatah katapun.
“bagaimana hasilnya dok?”
“sejauh ini, tekanan darahnya sangat baik, kadar kalori, hemoglobin dan pompa
hari juga sangat baik, apalagi dengan ginjal tak ada satupun masalah atau
penyakit pada Jiyeon-shi anda bahkan sangat bugar, sepertinya anda rajin
berolah raga ya?” Jiyeon memaksakan senyumnya.
“ne, kamsahamnida dokter” Yonghwa membawa hasil lab, ia berjalan cepat meninggalkan
Jiyeon. Jiyeon menangis mengejar kekasihnya.
“Oppa, jebbal, dengarkan aku..” Yonghwa berhenti
“kau!! Taga-teganya membuatku berpisah dengan Seohyun?! Bakhan kau memanfaatkan
pembantumu untuk membohongi Seohyun!! Ya!! Kau itu benar-benar picik Jiyeon !
dengarkan akku, mulai saat ini kita putus dan jangan pernah mengganggu hidupku
lagi”
“Oppa, jjanggeuman!! Jangan pergi!” namun Yonghwa tak ingin mendengar apapun
lagi dari mulut Jiyeon, ia benar-benar membencinya.
***
Jonghyun masih menghabiskan waktunya di taman kampus sambil menunggu Seohyun datang, tak lama orang yang ia tunggu datang
membawa es krim dan Im Yoon Ah.
“tada!! Es krim coklat kesukaanmu chagi”
“gomawo chagi”
“Yoona, aku dan Jonghyun memang sering seperti ini, jangan kaget ya..”
“ne, arra”
“oh iya, aku mau menceritakan episode terakhir padamu” Yoona menegang, tak
mungkin ia jujur pada Seohyun kalau dia sudah mendengarnya.
“mwo? episode terakhir? Jadi kemarin kalian melanjut ceritanya?”
“ne” Seohyun tersenyum bangga
“kajja kajja kajja cepat ceritakan padaku!!” Yoona berusaha terlihat wajar dan
bersemangat. Saat Seohyun bersiap dengan cerita pilunya, seseorang memanggil
namanya.
“ Seohyun” cepat ia menarik tangan Seohyun. “ada yang ingin ku bicarakan,
ikut denganku’ belum sempat Seohyun menjawab Yonghwa sudah menarik
lengannya erat. Jonghyun dan Yoona mematung tak lama mereka mengikuti langkah
kedua orang itu.
***
“kenapa kamu melakukan ini Yonghwa?” mata Seohyun berkaca-kaca saat melihat
hasil pemeriksaan Jiyeon.
“aku hanya ingin membuatmu kembali padaku, jujur enam bulan pun rasanya tak
cukup, aku tak
mampu, aku tak bisa melupakanmu walaupun Jiyeon ada didekatku,
bahkan dia sudah membohongiku, membohongimu, dan membuat kita berpisah,
kumhon.. kembalilah padaku ..aku masih sangat mencintaimu.. sekarang tak ada
alasan lagi untuk mu meninggalkanku, jebbal..” Yonghwa menggenggam kedua tangan
Seohyun, menatap matanya dalam, memohon dengan sepenuh hati, seperti apa yang
dilakukannya dua setengah tahun yang lalu.
Seohyun luluh, ia menghambur dalam pelukan Yonghwa
“Oppa, mianhe..” sekarang Seohyun merasa memang tak ada alasan baginya untuk
berkata tidak. Semua kesalah pahaman ini sudah tertera jelas maksudnya, hatinya
tlah berlabuh dan tak akan runtuh, Yonghwa membalas dekapan itu, bersamaan
dengan kicauan burung di senja hari, akhirnya mereka kembali, bersatu dalam
cinta yang belum dan tak pernah usai. Yonghwa mengecup pelan kening Seohyun
“jangan tinggalkan aku lagi Hyunnie..”
“ne, tentu saja Yonghwa-ya..”
***
Jonghyun terpaku di tempatnya, Yoona tak tau harus berbaur dengan siapa?
Setangah dari hatinya ikut bahagia dengan Seohyun, setengahnya lagi ikut remuk
bersama namja yang ia cintai Lee Jonghyun. Ia tau hati Jonghyun pasti sangat
sakit.
Mata Jonghyun berkaca-kaca, dalam senyumnya yang tentram, Yoona bisa merasakan
kepedihan Jonghyun, ia menatap sendu namja itu.
“aku bahagia sekali melihat mereka kembali”
“jangan berbohong Jonghyun” lirih Yoona, Jonghyun mengalihkan pandangannya pada
Yeoja yang berdiri tepat disisinya.
“aku mendengar semuanya, kamu tak perlu berbohong padaku, lebih baik lepaskan
saja semua sedihmu, sakitmu, padaku.. aku berjanji tak akan mengatakan ini pada
siapapun, jangan berpura-pura, itu hanya akan membuatmu sakit” Jonghyun menatap
Yoona yang setinggi bahunya tak percaya.
“mwoya?”
kemudian ia terbahak dan memegangi tangan Yoona lalu mengajaknya menjauh dari
pasangan yang sedang berbahagia itu, sambil berjalan pelan ia mulai bertutur
“Yoona-yah..
ternyata jebakanku untukmu tidak sia-sia..” Jonghyun terkekeh
“mwoya? Apa maksudmu?” Yoona
menghentikan langkahnya dan melepaskan genggaman tangan Jonghyun, merasa
dirinya di bohongi.
Jonghyun berbalik dan menatap
Yoona lurus-lurus
“aku tau tadi
kamu bersembunyi di balik pohon, apa kamu tau aku mengatakan aku mencintai
Seohyun hanya untuk membuat semangat Yonghwa untuk mendapatkan Seohyun kembali,
dan tentu saja untuk menemukan kebenaran dari dirimu, selama ini kamu
terus-terusan bersikap kasar dan menyebalkan dihadapanku, tak ada satupun yeoja
yang seperti itu.. sebenarnya kamu itu kenapa?”
“aku?” Yoona melengos menghindari
mata Jonghyun yang menerobos masuk ke dalam matanya. “aku hanya.. hanya tidak
suka saja padamu..” Yoona membalikan badanya dan terus menggigit-gigit bibirnya
gugup.
“kereo? Kamu betul-betul tidak
menyukaiku?” Langkah Jonghyun pelan mendekati tubuh Yoona yang
membelakanginya.. “tapi aku menyukaimu Yoona, sejak lama.. lama sekali..” lalu
jonghyun menempatkan lengannya di bahu Yoona, membalikan wajah Yoona yang masih
menunduk kaku dan tidak mengerti dengan apa yang Jonghyun ucapkan.
“apa maksudmu..?” suara Yoona nyaris
tak terdengar. Jonghyun mengangkat dagu Yoona dan menatapnya lagi, menghela
nafas sebelum melanjutkan
“Yoona, waktu usiaku sepuluh tahun,
aku sempat tinggal di Daegu.. untuk berlibur, hari itu orang tuaku tidak mau
menemaniku untuk berkeliling di Daegu, hingga aku memutuskan untuk
berjalan-jalan sendiri..” Yoona tercengang, ia menutup mulutnya tidak percaya. Lalu
ia mengingat apa yang terjadi beberapa tahun lalu di kotanya, sebelum Yoona pindah
ke Seoul dia tinggal di Daegu.
***
Seorang anak laki-laki terlihat
ketakutan di dalam keramaian Duryu Park, Daegu saat itu hari sudah mulai gelap.
“amma, cangkemaneo..” gadis
perempuan itu melepaskan tangannya saat melihat anak laki-laki yang gemetar dan
hanya berjongkok di tempatnya.
“chogi..” Jonghyun mengangkat
kepalanya dan mendapati gadis cantik bermata bundar sedang melihat ke arahnya. “kenapa
kamu hanya diam disini.. apa kamu tersesat..” Jonghyun yang ketakutan hanya
diam dan tidak menjawab apapun.. Yoona mengulurkan tangannya.
“kamu.. jangan takut, jika kamu
tersesat aku akan membantumu.. namaku Im Yoon Ah, panggil saja Yoona” Senyumnya
mengembang dan terus membungkuk meminta lengan Jonghyun.
“jeongmal? Bisakah kamu
mengantarkanku pulang?”
“o!! kereomyo.. kenapa tidak..”
Jonghyun mengamit tangan Yoona dan berdiri “jadi, dimana rumahmu?” Yoona
bertanya plos
“tolong antarkan saja aku ke The
Palace Hotel.. aku tinggal disana..” padahal tempat itu adalah hotel milik
kedua orang tuanya.
“oke, aku akan meminta kedua orang
tuaku mengantarkanmu pulang..” Yoona lalu melangkah sambil terus memegangi
tangan Jonghyun.
“aniyo.. jangan dengan orang tuamu,
aku tidak mau.. tolong kamu saja yang mengantarkanku.” Yoona berhenti dan
berfikir sejenak..
“baiklah, aku akan mengantarkanmu..
tapi tunggu disini ya, jangan kemana-mana aku harus bilang pada mereka, aku
pulang duluan..”
“ne, gomawo Yoona..” Yoona tersenyum
dan berlalu.
Di dalam bus menuju The Palace Hotel
Jonghyun menyandarkan kepalanya di
bahu Yoona, ia hampir saja tidak bisa kembali pulang, Yoona membiarkan posisi
Jonghyun seperti itu, Yoona melupakan dia belum menanyakan siapa namanya. Hingga
bus berhenti tepat di halte terdekat di hotel yang mereka tuju.
“Yoona-shi.. gomawo.. lain waktu,
aku akan membalas semua kebaikanmu.. kapan-kapan datanglah ke Seoul..”
“aniya.. setiap orang harus saling
membantu satu sama lain..” Yoona tersenyum dan mengulurkan tangan.. Jonghyun
membalasnya.
“sampai jumpa lagi..” lalu Yoona
pergi kembali.
***
“aku tidak pernah melupakan hari itu
sama sekali, kamu terlalu membekas disini, jika tidak ada kamu aku tidak tau
bagaiaman jadinya..” diam-diam Yoona mulai menangis, setelah hari itu Yoona
sangat menyesal karena ia lupa menanyakan siapa nama namja yang tersesat dengan
wajah yang sangat tampan. Dan kini Yoona menemukannya.
“kamu tau, alasanku untuk terus
sendirian? Itu kamu Yoona.. tapi sikapmu padaku yang tidak bersahabat, sangat
berbeda dengan Yoona yang dulu..” Jonghyun menyeka airmata Yoona.
“itu benar-benar kamu?” Jonghyun
mengangguk..
“Yoona-ya.. saranghamnida..” airmata
haru terus menetes dari mata Yoona, ia tidak bisa mempercayai apa yang baru
saja terjadi padanya. Tanpa berkata apapun Yoona memeluk Jonghyun.
“saranghamnida Jonghyun..”
Epilog
Yoona menatap bayang wajahnya dalam cermin, ia berusaha sekuat tenaga menahan
tangis, enam tahun berlalu dan ini adalah awal yang baru.
“jangan menangis Yoona-ah tersenyumlah.. kamu harus bahagia..”
“ne, aku menangis bahagia ..” Seohyun memeluk bahu Yoona
“chukka, akhirnya kamu menikah..”
Seohyun sangat bersemangat, Yoona
terlihat sangat cantik dibalut ga pengantin berwarna putih
“persiapkan dirimu..”
“ne” Yoona mengangguk pelan
Upacara pernikahan Lee Jonghyun
dan Im Yoon Ah dimulai, semua tatapan mata tertuju pada mereka.
“chagi, kamu ingat satu tahun lalu kita yang berada di pelaminan, dan hari ini,
kita menyaksikan mereka.. waktu berjalan begitu cepat ..” Yonghwa menarik nafas
lega serta baunhagia
“ne chagi, jangan lupakan ini..” Seohyun memgangi perutnya yang tengah
mengandung buah perkawinan mereka.
“tentu saja tidak, bayi kita..” Yonghwa memeluk Seohyun dari belakang dan
mengelus perut Seohyun yang berisi kandungan dua bulan..
END ..
finnally ending, yeeee chukkae Yongseo juga HyunA kkk
andai aja ini nyata .. udah jingkrak-jingkrak tau Seohyun hamil hehhe
thanks buat readers setia dan komen"nya baik di fb twitter atau langsung
di blog ini..
lain kali bikin lagi ff yang gak kalah sosweet dari yang ini..
terimakasih, gomawoyo, hatur nuhun, thankyuuuuuu
INR
END ..
finnally ending, yeeee chukkae Yongseo juga HyunA kkk
andai aja ini nyata .. udah jingkrak-jingkrak tau Seohyun hamil hehhe
thanks buat readers setia dan komen"nya baik di fb twitter atau langsung
di blog ini..
lain kali bikin lagi ff yang gak kalah sosweet dari yang ini..
terimakasih, gomawoyo, hatur nuhun, thankyuuuuuu
INR

wahhh kerennn ^ ^
BalasHapusAkhirny bhgia,,,
BalasHapushahahaha happy ending.. aaakkkhhh nda sia2 deh smpet ksal ma yong...
BalasHapusJonghyun berhasil mengelabuiku juga :( tpi untuk dia gak serius.. wkwkwkwkw