Kamis, 09 Agustus 2012

FF Yongseo - I Love You, I Love You More



I love you, I love you more ..


Lead Cast :      Jung Yonghwa
                        Seo Joohyun

Main Cast :      Lee Jonghyun
                        Kang Minhyuk
                        Lee Jungshin
            Kim Hyoyeon

Other Cast :     Kim Taeyeon
            Lauren Lunde (Hello Baby)
Seo Jung Ha    ( Seohyun Father)
            Kim Nari         (Seohyun Mother)
            Mr. Han


This FanFiction inspired by : JYJ – In Heaven Music Video










Prolog
“I just have two pieces of heart, one piece to love you .. another piece to love you more ..”
“I do not lie .. I love you .. “
“I go .. I go .. iam done ..”

***
            Jung Yonghwa, musisi handal, terkenal dan kaya raya dengan usahanya sendiri di usia yang sangat muda melupakan hal-hal lain di hidupnya selain bekerja keras untuk terus menempuh puncak kebahagiaan dari popularitas yang ia dapat. Hari-harinya dilalui di studio musik, jikapun ada waktu senggang ia akan meminta ke tiga member lain menemaninya berlatih, jika tidak ia akan berkutat dengan gitar dan segala macam tekhnologi untuk memproduksi musik baru dengan kreatifitasnya yang tanpa batas.

            “Hyung.. telepon mu berbunyi dari tadi..” Jonghyun yang menemani Yonghwa siang itu mengusik konsentrasi Yonghwa, Yonghwa menatap Jonghyun malas

            “biarkan saja..”

            “tapi.. itu dari Hyunnie..” sedikit risih mendengar nama itu Yonghwa memutuskan berdiri dan mengambil ponselnya. Benar yang dibilang Jonghyun itu dari kekasihnya. Yonghwa menekan tombol merah dan mencabut batrei ponselnya.

            “ayo cepat lima menit lagi kita akan tampil” Yonghwa masik melakukan pemanasan dengan gitarnya di backstage Music Bank special hari itu.


***

            Seohyun menunggui Yonghwa sendirian di dorm CNBLUE di siang yang sedikit mendung itu, membereskan kamar Yonghwa dan isi dorm CNBLUE yang terlihat berantakan.

            “ya Tuhan, dia pasti sibuk sekali sampai kamarnya pun berantakan seperti ini..” meski Yonghwa beberapa kali mengabaikannya, Seohyun tetap setia hadir setiap hari menunggui Yonghwa. Ada rasa haru yang terselubung saat Seohyun menemukan tumpukan dus di kamar Yonghwa, saat ia membuka isi dus itu, ratusan foto-foto mereka berdua mulai mengusang dan dibiarkan begitu saja di dalam dus, di dus lainya, Seohyun menemukan hadiah-hadiah darinya yang di kubur dalam tumpukan barang bekas.

            “apa aku memang sudah tidak berarti untuknya?” bisik Seohyun yang menahan tangis dalam deretan sakit yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

            Seohyun mencoba menghubungi Yonghwa lagi.. berkali-kali sambungan itu tidak di angkat juga, Seohyun berbicara lewat mail box..

            “aku hanya memiliki dua bagian dalam hatiku.. satu bagian untuk mencintaimu, satu bagian lagi untuk lebih mencintaimu..” satu kali lagi Seohyun mencoba menghubungi Yonghwa, namun tak ada jawab di ujung sana

            “saranghe.. nan geotjimal opseo..” Seohyun tidak tahan dan mulai menangis, Seohyun memindahkan foto-foto mereka dan hadiah-hadiahnya ke dalam satu dus, mengemasinya dan pergi dari kamar Yonghwa.

            “aku sudah selesai .. aku pergi ..” sambil menulis dalam note kecil Seohyun berbisik, menempelkannya di layar komputer Yonghwa, dengan beban berat dihatinya Seohyun keluar dari dorm CNBLUE, memutuskan untuk pulang.


***

            Sejak hari itu usai, Yonghwa tidak bisa melanjutkan hidupnya dengan normal, berkali-kali ia mendengarkan mail voice berisi suara Seohyun. Tertegun dan menahan amarahnya pada diri sendiri, seandainya dia tau.. hari dimana Yonghwa mengabaikan Seohyun, adalah hari dimana Seohyun pergi dari sisinya, selamanya..


            Flashback


            Seohyun yang berjalan sendirian dengan dus berukuran sedang di tangannya mencoba menyadarkan dirinya bahwa kekasihnya sudah tak mencintainya lagi, namun hati Seohyun terus berkata ia mencintai Yonghwa, di dalam keramaian di sisi traffic light Seohyun hanya tertegun dan melamun, saat orang lain berlarian menyebrang jalan, ia turut menyebrang, namun belum sampai Seohyun ke ujung jalan, satu mobil berkecepatan tinggi menghantam tubuh Seohyun, ia terlempar jauh dan darah terus mengalir dari kepalanya. Bayang-bayang masalalu dari ia lahir terus berputar di otaknya seperti sebuah film, hingga bayangan terakhir adalah bayang dari wajah kekasihnya yang tersenyum tulus dan mengulurkan tangan.

            “Joo Hyun-ah.. saranghe..” saat Seohyun hendak meraih tangan itu, semuanya berubah gelap, nadinya berhenti, jantungnya mati, Seohyun dihempas pergi.


            At CNBLUE waiting room ..

            Jungshin baru saja sampai ke tempat waiting room CNBLUE setelah menyelesaikan penampilanya dengan CNBLUE di Music Bank, saat telponya berdering ia menyadari ada beberapa panggilan tak terjawab menghiasi layar ponselnya, itu dari Hyoyeon, sahabatnya juga sahabat dari Seohyun, kekasih Yonghwa.

            “yobseo..?”

            “neon babo ya !! dimana manusia sialan itu hah?”

            “mwoya? Baru ku angkat telepon sudah bentak-bentak sambil menangis begitu, ada apa?”

            “Jungshin-ah.. Jungshin-ah..” Suara Hyoyeon yang tadi berteriak kencang dengan emosi yang membakar di dadanya kini mereda dan hanya suara tangis yang pecah di sambungan telepon.. “Seohyunnie..”

            “MWOYA? Tidak mungkin !!” Jungshin gelagapan panik dan melepaskan genggaman tangannya dari ponsel, tangannya bergetar hebat ia berlari menghambur ke ruang tunggu.

            “Hyung..” Jungshin langsung memanggil Yonghwa yang masih sibuk dengan gitarnya dan pulpen juga kertas untuk menulis lirik lagu. Yonghwa hanya mentap wajah pias Jungshin santai. “Hyung !! Seohyunnie..”

            “waeyo Seohyun? Malah Jonghyun dan Minhyuk yang berdiri khawatir melihat wajah Jungshin yang pucat.

            “Seohyun meninggal dunia..”

            “MWO?” Jonghyun dan Minhyuk berteriak bersama-sama, Yonghwa mematung di tempatnya duduk setelah mendengar apa yang dikatakan Jungshin. Jemari Yonghwa bergetar, dadanya begitu sesak dan sakit, ia roboh dari duduknya lemas, tubuhnya jatuh ke lantai.

            “andwe.. katakan ini semua bohong Jungshin-ah..” Yonghwa meremas dadanya yang terasa sangat sakit juga sesak. Jungshin, Minhyuk juga Jonghyun berlari ke arah Yonghwa yang terkapar lemas di lantai, airmatanya mulai mengalir deras.

            “jangan bercanda Jungshin-ah, Seohyunni baru saja menelpon Hyung..” Jonghyun menggetar-getarkan tubuh Jungshin..”

            “aniyo.. Hyoyeon tidak mungkin bercanda untuk hal seperti ini..”

            “ANDWE !! ANDWEYO SEOHYUN-AH !! SEOHYUN-AH !!” Yonghwa berteriak-teriak di tempatnya, airmatanya tambah deras nafasnya berderu tidak jelas, sementara Jonghyun Minhyuk dan Jungshin juga tenggelam dalam kepedihan masing-masing.


            At Funeral Home

            Seo Jung Ha, tertunduk menahan haru sambil terus menepuk-nepuk punggung istrinya Kim Nari yang menangis tidak karuan, Seohyun adalah putri mereka satu-satunya, dan ini merupakan pukulan berat ketika menghadapi kenyataan Seohyun meninggal di usia yang masih sangat muda.

            Hyoyeon, Taeyeon, Yonghwa, dan ketiga member CNBLUE berdiri di sisi lainya sebagai perwakilan keluarga untuk menerima tamu, walau akhrinya Yonghwa menyerah tak bisa menahan haru hingga ia mengurung dirinya di ruang lain.

            “Seohyun-ah mianhada.. jinjja mianhe Seohyun-ah” Yonghwa berlutut sambil menatap pilu potret Seohyun yang tersenyum tulus padanya.

            “seandainya aku tidak mengabaikanmu, seandainya aku mengangkat telepon mu saat itu.. aku mencintaimu Seohyun.. jinjjayo..” Hyoyeon menerobos masuk dan melihat Yonghwa sinis

            “ini semua karenamu Yonghwa !!” Suaranya dingin namun tegas diiringi buliran airmata yang buncah dari kedua belah matanya. Kemudian Hyoyeon menyerahkan kardus berisi semua foto-foto Seohyun dan Yonghwa juga hadiah-hadiah dari Seohyun. Beberapa Frame foto hancur dan ada bercak darah di kardus itu..

            “jika saja Seohyun tidak bertindak bodoh untuk mencintaimu yang sudah mengabaikannya dia tidak akan mati !! ini semua karena ulahmu !!” kini suara Hyoyeon menggelegar, tak lama Taeyeon dan Jungshin ikut masuk ke ruangan itu, Hyeoyeon yang sudah membabi buta memukuli tubuh Yonghwa di tahan dan di tarik oleh Jungshin.

            “tahan dirimu Hyoeyon !! apa Seohyun akan tengang jika kau terus seperti ini?” Jungshin menarik Hyoyeon keluar dari ruangan itu.

            Yonghwa tak bergerak, ia setuju dengan Hyoyeon, Yonghwa tidak bisa memaafkan dirinya sendiri, bahkan ia merasa ia tak pantas untuk berada disini..

            “tidak Yonghwayah.. jangan menyalahkan diri sendiri..” Taeyeon yang merupakan kaka sepupu Seoyun bisa membaca fikiran Yonghwa yang sedang berkecamuk.

            “Seohyun itu sangat baik.. bahkan mungkin di detik terakhir hidupnya yang dia ingat itu kamu.. tenangkan hatimu dan biarkan Seohyun tenang disana..” Taeyeon menepuk-nepuk bahu Yonghwa yang masih terus menangis tertahan. “Jangan terus menyesali apa yang sudah terjadi..”



***


            Tiga bulan sudah berlalu sejak kepergian Seohyun, meski semua orang merasa kehilangan, tapi kesan yang indah telah di tinggalkan gadis cantik yang sangat polos dan perhatian itu, seumur hidup yang sudah di jalani Seohyun, tidak ada satu orangpun yang membencinya, walau ada banyak orang yang iri karena ia memacari seorang artis ternama.

Di bulan pertama setelah Seohyun tiada, Berita kematian Seohyun menyebar ke seluruh negri, membuat Yonghwa malah semakin tertekan, sudah tenang ia hidup namun masih banyak pihak yang membahas kematian Seohyun yang tiba-tiba, namun seiring berjalannya waktu,  berbagai perhatian dari fans juga teman-teman artisnya berdatangan mencoba membuat Yonghwa bersemangat kembali menjalani hidup. Kini ia sudah siap kembali ke dunia hiburan dan sudah mulai bersiap untuk melanjutkan hidup. Seohyun adalah kepingan hatinya yang tidak akan pernah hilang dari hidupnya. Sampai kapanpun.

“Hyung.. lagu barumu di puji-puji oleh Mr. Han..” Jonghyun yang baru selesai briefing menggantikannya datang dengan wajah cerah.

“tentu, itu untuk Seohyun, bagaimana mungkin aku menciptakan lagu yang jelek untuk orang yang aku cinta..” Sahut Yonghwa bangga.

“dia memang inspirator sejati” Jonghyun menimpali, bahagia rasanya melihat Yonghwa yang segar dan gembira sepert ini. Yonghwa sudah kembali ke dunia nyata, tidak seperti bulan-bulan sebelumnya, ia masih mengulum luka dan penyesalan atas apa yang ia lakukan sebelum kematian Seohyun.


***

Petang itu, Yonghwa memutuskan untuk jogging di jalan kecil dekat Dorm CNBLUE, saat tengah berlari ia melihat seorang anak kecil yang sedang menangis, Yonghwa menghampirinya.

“annyeong.. kenapa kamu menangis gadis cantik?” sapanya lembut. Gadis itu kemudian mengalihkan pandangannya pada Yonghwa yang berpeluh-peluh. “kemana ibumu? Siapa namamu?”

            Gadis itu hanya menggeleng, Yonghwa memencar pandangannya namun tak menemukan satu orang pun disana selain gadis kecil ini..

            “aku ingin lollipop ajjushi, tapi tidak ada yang membelikannya untuku.. namaku Lauren..”

            “oh begitu.. yasudah jangan menangis, ikut denganku, aku akan membelikanmu lollipop..” Yonghwa mengulurkan tangan, dan Lauren mengikuti langkah Yonghwa.

            Mereka memasuki mini market, sementara Yonghwa membeli air mineral. Lauren menatap lollipop-lollipop yang dipajang dengan mata berbinar. Yonghwa tersenyum  dan mengambilkan satu batang permen gagang itu untuk Lauren.

            “ajjushi gomapsamnida..” Lauren membungkuk, Yonghwa mengangguk dan mengajak Lauren keluar dan duduk-duduk di kursi yang tersedia di depan minimarket.

            “ajjushi.. jika kamu diberi kesempatan untuk kembali ke masalalu, hal apa yang paling kamu inginkan?” sambil menjilat-jilat lollipopnya, Lauren bertanya polos pada Yonghwa.. Yonghwa tersenyum ada kesedihan terkandung dalam senyumnya.. bayangan Seohyun kemudian memutar di otaknya.

            “hanya satu hal yang paling aku inginkan..” Yonghwa menatap kosong air mineral yang ia pegang “aku ingin memperbaiki kesalahanku dimasalalu, aku ingin membahagiakan dia.. tapi itu tidak mungkin, dulu aku menyakitinya, dan dia meninggal sebelum aku meminta maaf padanya.. ah sudahlah..” Yonghwa mengalihkan pandangannya lagi pada Lauren, namun gadis kecil yang sangat cantik itu sudah tidak berada di tempatnya. Yonghwa gelagapan panik, mencari Lauren ke segala tempat, namun ia tak menemukannya.

***


“I just have two pieces of heart, one piece to love you .. another piece to love you more ..”
“I do not lie .. I love you .. “
“I go .. I go .. iam done ..”
           

            Yonghwa terbangun dari mimpinya, nafasnya tersengal-sengal hari ini Seohyun datang lagi di mimpinya. Yonghwa mengangkat tubuhnya dari kasur, memakai bajunya dan menuju ke dapur.. sesaat kemudian bel rumahnya berbunyi.

            “pagi-pagi begini siapa yang bertamu..” ia bergumam dengan dirinya sendiri. Melangkahkan kakinya ke depan pintu. Membukanya pelan.

            Senyum lembut dan cerah terpancar dari seorang gadis cantik yang mengenakan gaun putih pagi itu, Yonghwa menggosok-gosok matanya tidak percaya, mengapa ia meneruskan mimpinya. Namun setelah ia mengerjapkan matanya berkali-kali wajah cantik itu tidak sirna.

            “S—Seo—Hyun ?” Seohyun menatap Yonghwa aneh. Kemudian ia menerobos masuk ke Dorm CNBLUE pagi itu. namun Yonghwa tetap mengikutinya dengan tatapn aneh.
            “waeyo Oppa? Aish.. apa aku terlihat aneh? Apa aku seperti hantu?” Yonghwa masih tidak percaya .. ia menggeleng-gelengkan kepala.. ia berlari ke kamarnya dan melihat kalender yang terpajang di kamarnya.

            15 Mei 2009..

Yonghwa melihat disekeliling kamarnya, foto-fotonya dengan Seohyun masih terpajang rapi, dan ia mengenakan piyama hadiah dari Seohyun. Yonghwa segera berlari keluar kamarnya dan memeluk tubuh Seohyun erat dengan tawa bahagia. Seohyun tak kalah bahagia, baginya tawa Yonghwa adalah kebahagiaanya.

            “Oppa, ayo kita bangunkan Jonghyun.. hari ini dia ulang tahun..” Yonghwa mengingat di masalalu saat pagi ini datang, ia mulai mengabaikan Seohyun dan membiarkan ia melakukan sureprise party untuk Jonghyun sendirian, kali ini Yonghwa tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan kedua yang diberikan Tuhan untuknya.

            Yonghwa membalikan tubuh Seohyun yang sedang menyalakan satu persatu lilin di kue ulang tahun Jonghyun. Ia menatap Seohyun tulus penuh cinta, mengelus kening juga pipinya.. Yonghwa menyadari satu hal, ia sangat merindukan Seohyun, pelan Yonghwa menyimpan lengannya di pinggang Seohyun, menariknya kemudia menciumnya.. pelan dan dalam.. Seohyun tersenyum dalam ciumannya.. ia merasakan hal baru dari Yonghwa, Yonghwa tiba-tiba menjadi sangat romantis dan lembut.

            Minhyuk yang baru keluar dari kamarnya buru-buru berbalik dan masuk lagi saat melihat adegan romantis pagi itu. Jungshin tak lama bangun dari tidurnya. Saat Jungshin hendak keluar Minhyuk menahannya.

            “andwe andwe ..” bisiknya sambil menahan langkah Jungshin

            “waeyo?” gumam jungshin yang masih setengah tertidur
            “hyung dan Seohyunnie, sedang..” Minhyuk memanyunkan bibirnya dan menempelkan jari-jarinya dibibir.

            “wah jinjja? Daebak !!” Jungshin cekikian sendiri.
            Seohyun mendorong Yonghwa lembut “ada apa ini? Baru bangun tidur sudah main cium saja..” Seohyun menatap Yonghwa dan melingkarkan lenganya di leher Yonghwa.. Yonghwa menggeleng ..

            “tidak ada, hanya saja aku punya dua bagian hati, satu untuk mencintaimu.. satu lagi untuk lebih mencintaimu..” Yonghwa mengecup kening Seohyun, dan membalikan badannya lagi pada kue “ayo kita berikan kejutan pada orang aneh itu..” Seohyun mengangguk dan mengangkat kuenya.

            Minhyuk dan Jungshin yang sebenarnya sedari tadi mengintip buru-buru keluar setelah Seohyun mengangkat kue ulang tahun untuk Jonghyun.

            “wah, itu untuk Jonghyun hyung?”

            “ne..” jawab Seohyun pada Minhyuk..

            Betapa bahagia Jonghyun saat mendapat sureprise dari membernya juga Seohyun untuk ulang tahunnya hari ini..

            “aku berharap Jonghyun Hyung jangan dulu punya pacar” Jungshin membuat harapan sebelum Jonghyun meniup lilinya.

            “Setujuuuu..” sahut Minhyuk “aku masih belum siap melihat adegan romantis, Yonghwa Hyung saja sudah cukup” tawa mereka pecah pagi itu.



***


            Buku dan pulpen yang biasanya Yonghwa gunakan untuk menciptakan lagu, hari ini berisikan catatan kecil.


            Something I have to do :
1.      Jalan-jalan dengan Seohyun
2.      Membuat Seohyun tertawa sesering mungkin
3.      Menelponnya setiap ada waktu luang
4.      Memastikan dia baik-baik saja setiap dia sendirian
5.      Hanya Seohyun, untuk Seohyun selamanya Seohyun.
Yonghwa tersenyum puas melihat catatan itu.

            “wah, Yonghwa Hyung seperti yang baru saja jadian dengan Seohyun, padahal mereka sudah dua tahun menjalani hubungan..” Jonghyun ikut-ikutan tersenyum senang melihat pola tingkah Yonghwa yang seperti baru jatuh cinta itu.

            “aku memang baru saja jadian dengan Seohyun.. dan aku sangat merindukannya..”

            “mwoya? Huahahha Hyung kau tiba-tiba berubah romantis” Jungshin menertawakan sikap Yonghwa yang aneh

            “bagaimana bisa Hyung merindukan Seohyun, hampir setiap hari kalian bertemu..” Jungshin geleng-geleng kepala.

            ‘senadainya kalian ikut kembali dari masa depan ke masalalu bersamaku, kalian pun pasti tidak akan  menyia-nyiakan hari ini..’ Yonghwa hanya menjawab candaan mereka dengan Senyuman.

            Ponsel Yonghwa berdering setelah Yonghwa menyelesaikan sesi latihannya dengan CNBLUE, buru-buru Yonghwa mengangkatnya karena itu dari Seohyun.

            “Oppa.. apa kamu sibuk?”

            “tidak kok, kenapa honey?”

            “aku ingin bersepeda sore ini.. kalau kamu tidak sibuk temani aku yaaa..”

            “arraseo Hyunnie, segalanya untukmu..” Jungshin Minhyuk dan Jonghyun yang mendengarkan percakapan itu mencekik lehernya sendiri dan menjulurkan lidah mereka

            “aku rasanya ingin mati mendengar percakapan itu.. hiy Hyung ku yang cool berubah drastic..” Minhyuk menatap geli pada Yonghwa.


            Meanwhile ..

            Seohyun sudah menunggu Yonghwa dengan sepedanya di jalan kecil yang biasa di gunakan olahraga di dekat dorm CNBLUE, dia benar-benar bahagia, selama dua tahun hubungan mereka berjalan kali ini Yonghwa betul-betul sangat romantis.

            “Hyunnieeeee!!” Yonghwa berteriak dari jauh, kemudian Seohyun melambai-lambiakan tangannya.

            “untuk apa kamu membawa sepeda?” tanya Yonghwa jail

            “memang kenapa?”

            “naik sini, aku tidak mau jauh-jauh darimu..” Seohyun berjingkrak senang ia menghampiri Yonghwa, mencium pipinya, Yonghwa tersnyum, kemudian Seohyun menyimpan sepedanya dan duduk di kursi belakang sepeda Yonghwa, memeluknya erat dari belakang.

            Dimasalalu, saat ini Yonghwa tengah tertidur lelap di kamarnya karena kelelahan telah berlatih, dan Seohyun bersepeda sendirian, tapi Yonghwa menepati janjinya pada Tuhan, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua ini.


***

            Hari-hari setelah itu Yonghwa menepati janjinya dengan baik, kapanpun ketika Seohyun membutuhkannya ia bergegas menemui Seohyun.. pagi itu ketika ia tidak ada kegiatan apapun Seohyun meminta Yonghwa menemaninya ke supermarket. Walau itu sedikit berbahaya bagi seolah public figure seperti Yonghwa, namun demi Seohyun ia melakukannya.

            Yonghwa sudah berdiri di depan rumah Seohyun pagi-pagi sekali, sesuai dengan permintaan kekasihnya, Seohyun membukakan pintu untuk Yonghwa, bukannya bergegas pergi ke supermarket, Seohyun malah menarik Yonghwa masuk ke rumahnya.

            “aku masih sangat ngantuk Oppa.. temani aku tidur yaaaa..” Seohyun masih menarik lengan Yonghwa, dan memboyongnya ke kamarnya.

            “eh tidak enak dilihat omma Hyunnie..”

            “tidak apa-apa oppa..” suara Seohyun tidak jelas karena ia masih dalam kondisi setengah tidur.
            Sesegera mungkin setelah Seohyun berada di kamarnya ia menghempaskan tubuhnya di tempat tidur.. Yonghwa tersenyum geli melihat prilaku gadisnya yang seperti anak kecil, Yonghwa mendekatinya dan duduk di pinggiran tempat tidur..

            “Oppa.. pinjam tanganmu..” Seohyun meraba-raba tempat tidur dan saat menemukan tangan Yonghwa ia meletakan lengan Yonghwa di keningnya. Yonghwa beringsut dan menempatkan kepala Seohyun di pangukannya, mengelus-ngelus lembut kepala Seohyun.

            “gomawo Oppa..” merasakan ketentraman di balik sentuhan Yonghwa, Seohyun bukannya tidur malah menangis terharu..

            “waeyo Joohyun-ah.. kenapa malah menangis..” Yonghwa menunduk dan menghapus airmata yang keluar dari mata Seohyun..

            “tidak ada, hanya saja aku bersyukur memiliki kekasih sepertimu..” Seohyun bangun dari pangkuan Yonghwa, menatap Yonghwa pilu penuh cinta.

            “aku juga Hyunnie.. aku bersyukur diberi kesempatan untuk memilikimu..” Seohyun cepat memeluk Yonghwa, menangis bahagia dalam pelukan itu..


***

            Seohyun berhamburan berlari bermain bersama trolley juga Yonghwa di supermarket, mereka berdua menjadi pusat perhatian orang-orang, namun semua orang nampak berbaur dengan kebahagiaan Yonghwa juga Seohyun.

            Yonghwa berhenti saat teleponnya berbunyi, Jungshin sudah bawel memintanya segera datang untuk latihan.. meski tidak enak hati namun Yonghwa tetap mengabaikannya, saat Yonghwa hendak mendekati Seohyun yang asik mencicipi ddokbuki langkah Yonghwa terhenti oleh sapaan gadis kecil.

            “annyeonghaseo ajusshi..” Yonghwa mengalihkan pandangannya pada gadis itu..

            “oh !! Lauren-ah ?!”

            “ajusshi, senang sekali melihatmu juga Seohyun bahagia.. nikmatilah sisa waktu yang tersisa, jangan menyia-nyiakannya..”

            “a—pa maksudmu?”

            “kembali ke masa lalu, tidak akan mengubah apapun di masa depan.. ingat itu ajusshi..” Lauren tersenyum, dan menghilang tanpa jejak seperti sebelumnya. Mendengar perkataan itu, Yonghwa berubah cemas, ia menatap Seohyun dari jauh..

            ‘aku, belum siap utnuk kehilanganmu lagi Seohyun-ah..’

            “Oppa!! Kemari !! palli !!” Seohyun melambai-lambaikan tangannya sambil memegang satu tusuk ddokbuki untuk Yonghwa, mereka menghabiskan satu lagi waktu paling berharga di hidup mereka.

            Setelah puas bermain di supermarket dan dengan belanjaan setumpukan Yonghwa mengantarkan Seohyun pulang ..

            “Hyunnie.. nanti malam kita dinner ya? Sudah lama tidak ke restoran favorit kita..” tanya Yonghwa sambil tetap fokus ke jalanan.

            “jinjja? Jinjja jinjja?” Seohyun terperanjat bahagia.. dan Yonghwa mengangguk yakin.


***

            Ke tiga member CNBLUE sudah mati bosan dan jengkel pada Yonghwa yang membuat jadawal latihan mereka berantakan, yang membuat mereka tidak habis fikir mengapa belakangan ia lebih mementingkan Seohyun dari pada karirnya, hampir setiap hari mereka bertemu apa itu belum cukup untuk Yonghwa, pikir mereka masing-masing.

            Saat semua member keburu malas dan berbaring di ruang latihan Yonghwa baru datang dengan wajah yang terlihat penuh beban.

            “maafkan aku datang terlambat..” namun ketiga member lain tidak pernah bisa marah pada Yonghwa, karena ia merupakan leader yang bijaksana juga pengertian, berkali-kali Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin pernah melakukan kesalahan fatal tapi dengan sabar dan hati terbuka Yonghwa memaafkan dan memberi tahu jalan keluar untuk masalah mereka dengan baik, dan kali ini mereka rasanya tidak pantas memarahi Yonghwa.

            “tidak apa-apa Hyung, mungkin kamu sibuk dengan Seohyunnie .. kami mengerti jarang-jarang kamu memiliki waktu dengannya” Sahut Minhyuk dengan eye smile yang terlihat sangat ramah itu.
            “gomawo..” siang itu seperti biasa mereka latihan dengan serius.


            At Seohyun House ..


            Seohyun mengacak-ngacak isi lemarinya dan masih kebingungan mencari gaun yang pas untuknya malam ini, Hyoyeon geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya.

            “unnie..!!” wajah Seohyun memelas putus asa, buatnya tidak ada gaun yang pantas untuk digunakannya malam itu.. “ottoke.. semuanya sudah ku bongkar habis tapi tidak ada yang cocok..” Seohyun cemberut kesal.

            “coba pinjam pada Taeyeon, siapa tau dia punya, kalau aku sih jelas tidak begitu suka pakai dress tidak banyak dress punyaku..”

            “aish sarang yang sangat bodoh !! Taeyeon unnie ukuran bajunya sangat kecil, mana muat untuku?” Seohyun menghempaskan tubuhnya di kasur. Hyeyeon terbahak-bahak di tempatnya. Kemudian pintu kamar Seohyun di ketuk..

            “nuguya? Omma?”

            “nee.. omma, bisa omma masuk?” buru-buru Seohyun bangkit dan membukakan pintu untuk ibunya.

            “omma..ige mwoya?” ibunya membawa sebuah gaun berwarna hitam selutut yang terlihat sangat elegan dan indah.

            “kamu bilang mau kencan dengan Yonghwa kan mala mini?”

            “n—ne .. tapi kapan Omma membelikan ini untuku?”

            “aniyo, ini gaun milik omma, masih bagus kan? Dulu omma pakai saat Appamu melamar omma..”

            “Jinjja?” mata Seohyun tak lepas dari gaun indah itu, kemudian ia memeluk ibunya.

            “gomawo omma .. gomawo..”


            At Goguma star Resto 08:30 pm

            Yonghwa telat tiga puluh menit dari janjinya, dan Seohyun menyembunyikan rasa kesalnya yang suda menunggu dari tadi. Ia datang setengah jam lebih cepat, karena Yonghwa bilang ia tidak bisa menjemputnya. Seohyun mencoba untuk menghubungi ponsel Yonghwa namun tak ada jawaban. Ia sudah hampir menangis menunggu satu jam di tempat yang ramai dengan pasanga muda.
            Diam-diam Yonghwa memperhatikan kekasihnya dari belakang, ia senyum-senyum sendiri, di belakangnya Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin sudah mengikuti dan membawa alat musik.
            “hai cantik..” Yonghwa dengan tampang tanpa dosa buru-buru duduk di hadapan Seohyun, sementara Seohyun masih menekuk wajahnya.


geuh deh neun darling
bam ha neuk byul bit boda ah reum da wuh yo
neh mam sok gip peun got eh suh ban jjak guh li neun
naman eh sarang beet..

geuh del reul sarang heyo darling
uhn jena neh gyut hae suh beet cheul neh joyo
meh il bam bara bogo
bara bwado ah reum dawuh yo
geuh den nah eh sarang beet ..

            Seohyun memutar badannya dan menemukan Jonghyun, Minhyuk juga Jungshin di belakang mereka menyanyikan lagu Love Light, dan wajah cemberut itupun sirna berganti senyum cerah dari wajah Seohyun.

           “nah, sudah jangan marah ya..” kemudian Yonghwa mengeluarkan sesuatu dari saku jas yang ia pakai, sebuah cincin dengan batu safir berwarna biru tua sebagai hiasanya.. neomuuu yeppo..

            “Oppa..”

            “kelak kamu akan menjadi istriku.. terimalah ini.. aku mencintaimu..” ketiga member CNBLUE bertepuk tangan di tempatnya, menjadikan mereka sebagai pusat perhatian malam itu, semua tamu berdiri dan bertepuk tangan untuk Yonghwa juga Seohyun dan  member CNBLUE yang lain.


***


            Selesai makan malam special itu,  Yonghwa dan Seohyun memutuskan berjalan-jalan sebentar di taman dekat restoran di Gangnam.

            “oppa.. rasanya satu minggu kebelakang merupakan hari terbaik yang pernah aku lalui seumur hidup..”

            “jeongmalyo?” sahut Yonghwa, ia kemudian berhenti dan melepaskan jasnya, menutupi tubuh Seohyun dengan jas itu.

            “gomawo.. ini salah satu hal yang belum pernah kamu lakukan untuku..” Seohyun terseyum.. Yonghwa juga, rasanya Yonghwa tak ingin mengakhiri malam itu, lembut iya menarik Seohyun mencium keningnya, lalu matanya, pipinya, dan berakhir di bibirnya.. Seohyun membalas ciuman manis itu, ia merengkuh Yonghwa untuk merendahkan kepalanya, hangat dan sangat nyaman, mereka berdua begitu merasakan ketentraman, mengisi satu sama lain, bahagia dalam rencana Tuhan yang indah.


***


            May, 22 ’09 at CNBLUE dorm


            Siang itu Seohyun menunggui Yonghwa di dormnya.. memberskan kamar Yonghwa yang berantakan, ia bahagia melihat ratusan fotonya dengan Yonghwa berjejer rapi di kamar itu. wangi kamarnya tidak berubah, room spray hadiah dari Seohyun masih di pergunakan dengan baik, scraft hasil usaha Seohyun masih tersimpan rapi dan banyak hadiah dari fans juga hadiah darinya tertata rapi di kamar itu.. ia memutuskan untuk memasak sambil menunggu kekasihnya pulang dari jadwal manggung di Music Bank.

            Saat Seohyun memeriksa isi kulkas juga dapur, tak ada satupun makanan yang bisa ia masak, akhirnya ia memutuskan untuk berbelanja sendiri ke minimarket terdekat.

            At CNBLUE waiting room, Music Bank Special

            Yonghwa mondar mandir gelisah sebelum ia tampil di Music Bank siang itu, entah untuk alasan apa, ia berkali-kali meminum kopinya dan gelisah tak jelas..

            “Hyung waeyo..?” Jonghyun bertanya penasaran..

            “Jonghyun-ah.. ini tanggal berapa?”

            “dua puluh dua Hyung..” jawabnya. Yonghwa terperanjat kaget ..

            “dua puluh dua katamu?”

            “ne.. waeyo?” Yonghwa mengamit ponsel dan mencoba menghubungi kekasihnya, berkali-kali, namun tak ada jawaban..

            “hyunnie ah.. kemana kamu.. jawab teleponku..”

            “Hyung..” Jungshin menepuk bahu Yonghwa..

            “Kajja, waktunya kita tampil..” Yonghwa mengangguk, namun konsentrasinya pecah.

            Yonghwa terlihat tidak fokus saat baru saja ia naik ke atas panggung, musik baru saja dimulai, namun kemudian ia melepas gitarnya, berlari turun dari panggung. Semua audiens juga member CNBLUE kaget dan tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi.




***


            Seohyun membawa satu kantong penuh belanjaan untuk bahan masakannya, ia menunggu lampu merah dengan santai di pinggir jalan. Kemudian ia memeriksa kembali isi dari belanjaannya, saat ia melihat seseorang berlari menyebrang jalan, Seohyun turut melangkahkan kakinya.

            Yonghwa terengah-engah namun tersenyum lega saat mendapati Seohyun baik-baik saja dan sedang menunggu untuk menyebrang jalan, namun rasa lega itu seketika sirna ketika ia melihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi.

            “Hyunnieeee !!”  Yonghwa berlari dan memeluk tubuh Seohyun ..


***
            Tidak ada yang bisa menyembunyikan rasa sakit diantara mereka semua, orang tua Seohyun, orang tua Yonghwa, member CNBLUE, Hyoyeon, juga Taeyeon.. mereka berdiri menahan tangis, Yongwha dan Seohyun pergi selamanya setelah tubuh mereka sama-sama terhempas jauh tertabrak sebuah mobil berkecepatan tinggi.

            Duka dan luka mendalam terus tergores di hati mereka, tak ada kata yang bisa dijelaskan, untuk mendeskripsikan betapa sakitnya kehilangan orang-orang yang mereka cintai..

            “Seohyun dan Yonghwa, ditakdirkan untuk mencintai sehidup semati, bahkan ketika ajal hendak menjemput Seohyun, Yonghwa mengantarkan dirinya sendiri untuk di jemput ajal..” Taeyeon dengan bijaksana mencoba menenangkan semua pihak yang masih terpukul..

            “Yonghwa dan Seohyun adalah orang-orang baik..jangan pernah menyesali kepergian mereka, tenangkan diri kalian.. agar mereka berdua pergi dengan tenang..”

            Taeyeon memeluk orang tua Yonghwa juga orang tua Seohyun, meski semua orang terpukul dan belum bisa menerima kenyataan, tapi mereka ingin Yonghwa dan Seohyun tenang dan baik-baik saja.

            Mereka berdua, hidup dan mati bersama untuk saling mengikat dan mencintai, dan setiap orang mempelajari banyak hal dari mereka berdua, selagi masih ada waktu dan kesempatan mereka harus mempergunakan kesempatan itu untuk membahagiakan satu sama lain ..



--END--



Epilog

            “aku memiliki dua bagian dalam hatiku, satu untuk mencintaimu, satu lagi untuk lebih mencintaimu..” Yonghwa dan Seohyun mengucapkan janji mereka bersamaan, menatap matahari tenggelam di suatu sudut yang tak terjamah siapapun, tempat paling tentram dan nyaman yang pernah mereka datangi selama ini. Dimana hanya ada mereka berdua yang saling mencintai.


            “terimakasih Seohyun-ah.. sarangheo ..” Yonghwa mengenggam lengan Seohyun

         “nado .. Sarangheo Yonghwa-ya..” Seohyun menyandarkan kepalanya di bahu Yonghwa.. merakan ketentraman yang tiada dua, kini mereka menemukan tempat terbaik dan terindah yang pernah ada untuk disinggahi berdua ..





serius ini inspirasinya dari MV JYJ - In Heaven
ada bagian yang sama ada juga yang di tambah-tambahin..

thanks buat yang udah baca
jangan lupa komennya ya :)
don't be silent readers, penghargaan terbesar untuk seorang penulis kacangan
adalah komentar dari anda semua heheheh


INR


4 komentar:

  1. ini kebetulan apa takdir ya?? aku tuh paling sneng liat MV-nya JYJ yg In Heaven,,smpe ngulang brpa kali tuh nnton MV,eh skrng neng Ismi mlah bkin versi Yongseo-nya..seneng bgt..mksih ya neng....sedih bgt ceritanya :( tpi keren..hehee :)

    BalasHapus
  2. ahh bgung ... mw di bilang hapy endding.. Tpi sad ending juga... ahhh kereeeen suerr lahh... Lanjutkan miw !!!!! :')

    BalasHapus
  3. aigooooooooo eonnieeeee kamu harus tanggung jawab, subuh2 air mata aku gak bisa berenti baca ini cerita T_________T
    i love yongseo forever~~~
    gomawoyo buat cerita indahnya :""""")))))

    BalasHapus
  4. Kereeen,,, suka banget sama tulisannya. Jadi ngebayangin gimana ya seandainya tulisan ini dibikin yang versi Korea, biar bisa dibaca penggemar YongSeo Korea juga,, hihihi. Lanjutkan! :-D

    BalasHapus